Cara Berbeda Memperingati HUT RI di Bulan Puasa

Hari memperingati kemerdekaan harus selalu dimeriahkan. Hal ini dimaksudkan agar semua anak bangsa akan tetap ingat akan hari bersejarah di mana kemerdekaan teraih. Kemeriahan yang ada selama ini memang masih didominasi pada permainan, walaupun tentu saja permainan-permainan inipun mengandung filosofi perjuangan. Semisal, panjat pinang. Bagaimana tidak berjuang, batang pinang yang lurus vertical dilumuri dengan oli sebanyak-banyaknya. Ini dilakukan agar mampu menggambarkan sulitnya mencapai ujung kemerdekaan yang diwakili oleh aneka ragam hadiah yang tergantung di pangkal pinang.

Namun, bagaimana caranya memperingati 17 Agustus di bulan puasa ini ? Tentu tidak lagi bisa memperingatinya dengan makan kerupuk, tarik tambang, atau panjat pinang di siang bolong. Anak-anak OSIS di sekolah saya memperingatinya dengan cara berbeda.

Setiap kelas akan memilih sebuah propinsi yang berbeda dengan kelas yang lain. Mereka mengirimkan satu pasang peragawan dan peragawati yang berbusana daerah. Selama pakaian ini dipamerkan, peserta yang dari perwakilan kelas yang sama harus memberikan penjelasan tentang pakaian adat tersebut. Siswa menjelaskan identitas pakaian, seperti misalnya ketika menjelaskan tentang pakaian asli Betawi maka siswa menjelaskan nama kebayanya adalah kebaya encim, dan seterusnya.

Setelah itu, seorang peserta yang lain akan menjelaskan kebudayaan daerah tersebut dalam bahasa daerah yang diwakilinya. Contoh, jika kelas A memilih Jakarta sebagai propinsinya, maka peserta dari kelas yang bersangkutan akan menjelaskan tentang Jakarta dalam bahasa Betawi. Penjelasan tentang Jakarta meliputi sejarah Batavia, kedatangan penjajah hingga keberadaan Belanda dan pengaruhnya pada Jakarta dewasa ini. Siswapun tidak lupa menjelaskan alur perjuangan para pahlawan di ibukota tempo dulu, termasuk menjelaskan keberadaan si Pitung dalam melawan kompeni.

Lomba jenis ini dipilih sebagai bentuk kreatifitas siswa memeriahkan ulang tahun Indonesia. Di samping memperkenalkan kebudayaan daerah yang beragam, siswapun belajar tentang sejarah perjuangan bangsa lewat cara yang menyenangkan.

Banyak hal menarik dan membelajarkan dimulai dari hasil diskusi siswa tentang pemilihan propinsi dengan berbagai pertimbangan. Di sinilah anak-anak belajar mengeluarkan pendapat dan mempertahankannya. Mereka saling menawarkan diri untuk bisa menjelaskan dengan bahasa daerah yang mereka kuasai. Mereka membagi tugas antara mencari busana daerah, membuat teks pidato berbahasa daerah, mencari artikel di buku dan internet tentang perjuangan daerah yang mereka pilih, mencari jejak-jejak pahlawan di daerah-daerah tersebut, serta saling mendukung dalam penampilan kelasnya.

Hasilnya, suasana lomba tidak kalah meriah dengan panjat pinang. Penampilan siswa selain menghibur karena penampilan yang tak terduga, namun juga mendidik dengan memberikan penjelasan sejarah dan bahasanya. Tampak sekali bahwa semua daerah yang ditampilkan oleh peserta memiliki sejarah patriotisme yang tinggi. Keberadaan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan semoga mampu menumbuhkan sifat nasionalisme para siswa. Kebudayaan bangsa yang kaya ini juga semoga membuahkan rasa bangga tanah air dan menciptakan kedamaian.

Salam Merdeka 100 persen !!

 

 

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s