Ramadhan Mendidik Siswa Menjadi Filantropis

 

Filantropi sering didefinisikan sebagai kedermawanan sosial yang dilakukan oleh insan kepada insan lainnya. Dan Ramadhan adalah waktu yang sangat dinanti-nanti umat Islam untuk meningkatkan semangat filantropis mereka. Di Indonesia sendiri, pengertian filantropi memang lebih sering mengerucut kepada kedermawanan dalam memberikan suatu benda secara fisik, walaupun sebenarnya istilah filantropi bisa lebih luas lagi kepada kesejahteraan sosial dari berbagai dimensi . Termasuk di dalamnya adalah kebutuhan psikis, pendidikan, dan sebagainya.

Boleh jadi di negeri ini filantropi dalam bentuk pemberian secara fisik masih sangat dibutuhkan masyarakat banyak karena kondisi masyarakat kita masih sebatas pemenuhan kebutuhan fisik. Filantropi semacam ini mudah ditemui di setiap ramadhan, semisal adanya pemberian sembako, buka puasa bersama dan santunan anak yatim, atau bagi-bagi kupon belanja.

Ramadhan memang mulia. Ini yang tetap harus digaungkan kepada anak-anak kita termasuk kepada anak-anak didik saya di sekolah. Bulan ini Allah mengistimewakan para filantropis dengan berlipat-lipatnya pahala pada setiap kedermawanan yang dilakukannya. Untuk itu, setiap tahun Ramadhan selalu menjadi puncak acara bagi siswa di Yayasan Al Muslim Tambun Bekasi, sekolah tampat saya mengajar, berbaur dengan kaum dhuafa, janda miskin, dan anak-anak yatim. Mereka secara khusus diundang untuk mengikuti buka puasa bersama, pemberian paket ramadhan, dan pemberian beasiswa untuk anak-anak yatim.

Beberapa anak yatim memang dijadikan adik asuh oleh para anak-anak didik kami. Uang bantuan untuk sekolah yang diberikan setiap ramadhan ini adalah hasil infak harian yang dikumpulkan siswa sebelas bulan menjelang ramadhan. Seribu dua ribu rupiah yang sengaja mereka sisihkansetiap hari ternyata memberikan manfaat bagi adik-adik yatimnya untuk melanjutkan sekolah mereka. Yatim yang masih duduk di sekolah dasar akan mendapat bantuan uang SPP sebesar Rp. 50.000,00 per bulan, yang duduk bangku SMP mendapat Rp. 75.000,00 per bulan, sementara yang duduk di bangku SMA mendapat Rp. 100.000,00 per bulan.

Belum lagi, mereka akan mendapat paket ramadhan berupa sembako, uang santunan, dan paket dari para sponsor. OSIS yang menjadi panitia akan menggandeng perusahaan-perusahaan filantropis untuk turut bersama menyukseskan acara Buka Puasa dan Santunan Ramadhan untuk anak yatim dan kaum dhuafa. Selain siswa belajar menjadi filantropis, mereka juga belajar mengorganisir kegiatan.

Kini, ternyata ramadhan tidak hanya mendidik siswa untuk menjadi filantropis, namun juga menjaga semangatnya di sebelas bulan yang lain. Mereka harus memahami bahwa filantropis adalah jiwa yang harus selalu dipupuk setiap hari, bukan hanya pemberian secara fisik namun juga kedermawanan di lain hal semisal bidang pendidikan. Selain itu, ramadhan menjadi salah satu moment mereka untuk belajar berorganisasi.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s