Hati-Hati Tertular Chikungunya!

 

Pagi ini di berita pagi sebuah televisi dikabarkan chikungunya mulai mewabah di Desa Genteng, Bogor Selatan. Terus terang, saya merinding kalau mendengar Wabah Chikungunya ini. Pasalnya, tiga tahun yang lalu saya pernah mengalaminya. Juga sama, ketika saya menengok ibu yang sakit di Bogor. Saya tidak tahu waktu itu ternyata ibu terkena chikungunya. Dengan tidak berpengetahuan tersebut, saya lantas menengok ibu.

Ibu ternyata adalah salah satu dari puluhan warga Desa Ciherang Bogor yang waktu itu terkena wabah chikungunya. Penyakit ini diawali oleh seorang warga yang merasa lemas seperti orang lumpuh. Persendiannya tak bisa digerakkan. Karena berada dalam radius tempat tinggal yang saling berdekatan akhirnya banyak orang mulai tertulari. Termasuk ibu. Ibu hanya tergolek lemah di tempat tidur.. Badannya demam.

Sepulang dari rumah ibu, esoknya saya mengalami hal yang sama dirasakan ibu. Persendian kaki saya serasa lemas tak berdaya. Saya tak bisa menggerakkan kaki. Untuk dapat berjalan saya harus menyeret kaki perlahan. Tapi saya tidak merasakan gejala lainnya seperti demam atau pusing. Saya hanya lumpuh kaki. Menurut dokter, ini adalah chikungunya. Beberapa dokter mengistilahkannya dengan flu tulang. Saya pikir penyakit ini akan cepat hilang. Namun ternyata, total penyembuhannya berkisar antara satu hingga dua minggu. Hmm… mungkin kondisi fisik saya yang lain sedang baik-baik saja sehingga tidak harus terus berbaring. Dalam kelumpuhan sementara itu, saya masih beraktifitas mengajar seperti biasa (dengan kaki diseret, tentunya!).

Apa sih Chikungunya itu ?

Penyakit chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus chikungunya. Virus ini masih satu keluarga dengan virus dengue, penyebab DBD. Masuk ke tubuh melalui gigitan dan mempunyai gejala yang hampir sama dengan DBD. Hanya saja yang paling dominan adalah nyeri dan linu di persendian. Kadang timbul bintik bintik merah pada kulit. Itu terjadi pada suami saya yang waktu itu juga tertulari dari saya.

Bagaimana Menghindari Penyakit ini ?

Berdasarkan referensi yang saya baca, karena pencetusnya adalah gigitan nyamuk, maka kita harus menjaga kebersihan lingkungan yang menjadi tempat nyamuk tinggal. Tetaplah laksanakan 3 M. Lingkungan bersih adalah tanggung jawab semua masyarakat , untuk itu upayakan secara bersama dan rutin melakukannya. Karena kelalaian yang dilakukan seseorang dalam menjaga kebersihan ini, tetap akan menjadi awal bencana bagi banyak orang yang lain.

Yang kedua, berdasarkan pengalaman, jangan dekati orang yang terkena chikungunya di rumahnya karena dalam tubuh si sakit masih terdapat virus yang jika digigit kembali oleh nyamuk maka kemungkinan besar akan menulari

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s