Situs Korupedia Disenengi Orang

 

Ada yang menarik dan jadi segar dilihatnya ketika  me”like” situs Korupedia on Facebook, karena biasanya tertulis “like”, di sini terlihat “kowe seneng iki”. Maklumlah, saya baru pertama kali melihat ada yang begini. Sesuatu yang baru memang selalu menarik buat kita.  Termasuk situs Korupedia yang baru pertama kali hadir di Indonesia.

Perhari  ini saja situs yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu sudah disenengi tiga ribuan orang. Jumlah ini bisa terus bertambah seiring dengan bertambah besarnya harapan masyarakat Indonesia akan pemberantasan Korupsi yang bisa dilakukan.

13408464191854780292

VOA  Indonesia sendiri melansir bahwa Situs Korupedia.com dalam pekan pertamanya telah dikunjungi oleh dua juta orang (27/6).

Pendiri situs ini adalah para penggiat antikorupsi  yang tergabung dalam Transparency International Indonesia, Indonesia Corruption Watch, dan lembaga swadaya masyarakat Airputih. Sebut saja beberapa nama mereka : Heru Hendratmoko, Teten Masduki, Natalia Soebagjo, Danang Widoyoko, Deva Rachman, Catharina Widyasrini, Aboe Prajitno, Billy Khaerudin, Alex Junaidi, Metta Dharmasaputra.

Melihat para pendiri situs ini yang notebene adalah aktivis antikorupsi, tentu saja harapan masyarakat melambung tinggi akan peran Korupedia dalam mentransparankan segala sesuatu yang berbau korupsi . Situs ini memang berisi daftar para Koruptor, kasus-kasus yang macet, kasus-kasus yang sedang diselesaikan, analisa kasus korupsi, daftar istilah serta artikel dan kolom korupsi. Namun sejauh mana situs ini mampu mencegah atau mengurangi kasus korupsi di Indonesia ?

Sebagai sebuah situs biasa, tentu situs ini berstatus biasa juga. Hanya menyampaikan dan mempublikasi. Atau lebih tepatnya mengkliping segala berita tentang korupsi yang terjadi di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah penjelasan mengenai kasus terkait, disertai juga dengan foto-foto para koruptor. Menurut para pendiri, memang situs ini lebih kepada kegiatan “mengabadikan” kasus-kasus korupsi agar menjadi tonggak peringatan akan bahayanya. Karena diekspos dan bisa diakses siapapun di seluruh dunia diharapkan timbul perasaan malu pada diri manusia-manusia koruptor dan yang akan korup. Disinilah lalu keistimewaannya datang.

Efek psikologis akan lebih tepat terbidik dari adanya pemberitaan tentang para koruptor ini. Baik sebagai individu si koruptor, keluarga yang mencicipi bagian harta yang dikorupsi, atau bahkan organisasi tempat dia dibesarkan.

Adanya komentar langsung dari masyarakat terkait kasus-kasus korupsi ini diharapkan juga mampu mengingatkan para koruptor, bahwa semua mata tertuju pada mereka. Bahwa semua orang ingin kasus korupsi ini diberantas habis. Bahkan, kalau diperhatikan perbincangan berupa titip ide dan saran dari pengunjung juga menginginkan si koruptor dihukum mati, dimiskinkan, didenda 1000 kali lipat, dipecat dengan tidak hormat atau dipenjara selama-lamanya.

Walaupun masyarakat tak bisa berharap banyak akan peranan situs ini pada berkurangnya jumlah koruptor, namun situs ini diharapkan dilirik banyak pihak sebagai dukungan masyarakat pecinta antikorupsi. Berbagai pihak terkaitpun harusnya malu jika kasus ini tak bisa dituntaskan penyelesaiannya, karena masyarakat bisa tahu perkembangannya. Seiring waktu berlalu, mudah-mudahan situs ini bisa lebih banyak menampilkan   para koruptor agar semua orang tahu bahwa mereka tidak bisa lari dari pengawasan mayarakat. Diharapkan pula adanya kolom pengaduan dari masyarakat yang bisa direspon segera oleh pihak yang berwajib. Yang paling penting lagi adalah bagaimana masyarakat bisa segera tahu akan adanya situs ini lalu berkontribusi menghidupkannya.

13408513021271653767

semua data harus terisi lengkap pada saat mengadukan kasus korupsi yang diketahui

Berangkat dari harapan yang sama inilah, komunitas yang terciptapun mulai solid. Bahkan para pengunjung bisa dengan sukarela ikut membantu KPK membangun gedung baru yang rencananya keburu dijegal DPR, dengan mengikuti #saweran. #Saweran adalah bentuk perlawanan masyarakat pada keangkuhan penguasa yang ragu-ragu akan tercapainya negara  maju bebas korupsi. Bentuk kebersamaan ini sepertinya akan semakin kuat akibat bentrokan-bentrokan kepentingan yang terjadi. Masyarakat terlanjur menterjemahkan bahwa lembaga negara tersebut tidak bisa diajak bekerja sama memberantas korupsi.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s