Bagi-bagi Kondom di Sekolah ? Ide Gila!!!

 

Saya geregetan dengan Kebijakan Kondomisasi yang dicanangkan Menkes. Memang bisa dimaklumi keputusan tersebut keluar dari mulut seorang Menteri Kesehatan . Arah berfikirnya tentu saja lebih kepada akibat yang ditimbulkan dari free sex yang dilakukan banyak remaja yang sudah menimbulkan kasus aborsi yang semakin banyak.

Menurut Bu Menkes, data BKKBN melansir  ada sekitar 2,3 juta wanita dewasa muda yang melakukan aborsi karena melakukan hubungan seks di luar nikah. “Oleh karena itu, ada kampanye yang menyasar generasi muda 15-24 tahun.”

Pasalnya Bu, usia 15  – 18 tahun itu adalah rentang  usia anak SMP dan SMA di dalamnya.. Artinya, anak-anak sekolah ini , apakah harus diberikan penjelasan tentang kondom juga sebagai alat kontrasepsi ? Saya tidak memikirkan bagaimana caranya. Lelucon teman-teman saya, mungkin saja Depkes lalu akan membagi-bagikan kondom secara gratis lewat sekolahan. Loh, bisa saja kan? Ini kan sebuah program. Kalau tidak begitu, apakah anak-anak lalu diminta membeli sendiri di supermarket-supermarket yang memang dipajang dengan mudah di dekat kasir ?

Kekhawatiran yang terlalu berlebihan ya ? Program  kampanye Menkes lewat kementerian kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional memang akan mengusung dan mempertegas kembali bahaya-bahaya free sex, gonta ganti pasangan, aborsi, kehamilan remaja yang tak diinginkan, dan sebagainya. Baguslah, walaupun sebenarnya di sekolah saya sex education sudah beberapa kali diberikan. Entah di sekolah yang lain.

Pagi ini, obrolan guru-guru di kantor memang seputar program pengkondoman. Sebagian besar mengungkapkan pendapatnya bahwa program ini lebih mengarah kepada legalitas sex pra nikah yang dilakukan anak-anak sekolah. Program ini seakan-akan memberikan mereka persetujuan untuk bersenang-senang asalkan aman tidak kena HIV, tidak hamil duluan, dan tidak aborsi. Program ini tentu saja dianggap tidak sejalan dengan pendidikan karakter yang sedang digaungkan. Anak diminta untuk berakhlak mulia, tapi dikasih kondom. Depkes dan Depniknas harus bicara.

Yang menjadi controversial lagi adalah program kampanye kondom untuk usia tersebut di atas yang terlanjur merebak di media-media. Mudah-mudahan benar bahwasanya masyarakat salah persepsi tentang peruntukannya.

Diskusi pagi ini menjadi lebih seru ketika kami membayangkan bakalan banyak anak-anak muda membeli kondom tanpa malu-malu lagi di minimarket-minimarket terdekat. Padahal bapak ibunya harus tengak-tengok dulu dan menunggu suasana sepi, baru ambil, langsung bayar dan terus lari.

Masalah kehamilan pra nikah sendiri kita tahu memang bisa dihindari dengan alat kontrasepsi. Bisa dengan pil, spiral dan sebagainya. Tapi alat kontrasepsi seperti ini jelas tidak diminati para pelaku sex bebas. Ribet amat. Lagipula, bahaya HIV tetap mengancam.  Memang yang paling mumpuni adalah penggunaan kondom. Tapi memberikan kondom ya pasti mau tidak mau persepsinya bakalan runyam.Generasi muda disodorkan alat pengaman, bukan diarahkan untuk sex sehat lagi halal dan mengikuti ajaran agama untuk menjauhi zinah.

Kompas.com sendiri menuliskan bahwa sebenarnya remaja pelaku seks bebas sebelum nikah sudah tahu tentang keberadaan kondom dan manfaatnya dan mereka juga tahu bahwa kondom adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan. Artinya, masalah sebenarnya terletak pada si manusianya bagaimana caranya menjauhi perzinahan ini.

Kesimpulan diakhir obrolan hangat ini adalah bahwa kami para guru lebih memilih : mari kampanyekan hidup sehat bebas zina. Walaupun hal yang disampaikan tetap sama agar bagaimana anak-anak muda mengetahui bahayanya sex pra nikah, sex bebas, kehamilan, maupun aborsi. Semacam sex education-lah, namun harus dengan berbagai format dan menggandeng departemen-departemen terkait. Kami setuju jika penggaungan temanya jangan seakan-akan melegalkan kondom dan freesex.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s