Bagaimana kalau Guru dan Siswa sama-sama Nge-Blog ?

 

Belajar bagi sebagian siswa menjadi suatu kegiatan yang kadang membosankan karena pemakaian metode pembelajaran yang dipakai guru tidak tepat . Hal ini bisa menciptakan interaksi negative antarguru dan siswa.
Pemanfaatan tekhnologi diharapkan mampu menghilangkan kejenuhan tersebut. Lebih dari itu, tekhnologi juga diharapkan bisa membuat proses belajar menjadi lebih bermakna dan mengarah pada efek ikutan yang lebih kreatif.

Sudah dua tahun belakangan, saya menggunakan blog sebagai alat untuk berkomunikasi dengan siswa dalam pembelajaran. Biasanya, materi bahasan dan latihan soal akan saya sisipkan dalam blog saya. Diharapkan, siswa lalu mengakses kapanpun mereka bisa tanpa harus melakukannya pada saat bertatap mata.

Berangkat dari sering di’klik’nya blog saya, sayapun lalu memberikan tulisan-tulisan sarat makna pada mereka. Kadang-kadang saya lalu meminta mereka menuliskan komentar akan artikel yang saya buat tersebut. Saya percaya, tulisan saya bisa menjadi referensi bagi pemikiran dan cara pandang mereka. Maka, kadang-kadang saya memberikan tulisan berupa nasihat-nasihat yang diharapkan mampu membimbing mereka secara tidak langsung. Ternyata, tanpa harus banyak bicara, tulisan-tulisan dalam blog membawa mereka menuju dunia saya.

Lalu, karena saya menyadari bahwa menulis adalah suatu cara mengeksiskan diri dan memberikan kepuasan karena sudah memberikan “sesuatu” kepada orang lain, maka mengapa tidak siswapun turut memiliki blog ?

Akhirnya, dalam dua tahun terakhir, semua siswa saya sudah mempunyai blog. Luar biasanya, tampilan blog mereka sangat cantik dan penuh kreasi. Blog-blog tersebut tidak saya ikat dalam sebuah aturan pelajaran. Mereka boleh menulis apapun di sana selain tugas mata pelajaran yang saya berikan. Sehingga, dalam blog mereka bisa dilihat curahan hati hingga pekerjaan rumah dan tumpukan tugas yang terdokumentasikan. Lumayanlah, blog juga ternyata bisa menjadi diary tempat mereka berkeluh kesah. Secara langsung sebenarnya mereka sedang membiasakan diri untuk menulis.

Tulisan di atas diambil dari Blog Dewi Nanseti, siswa kelas x setelah mengikuti Bintal dengan Angkatan Laut. Dan ternyata, tulisan-tulisan siswa yang menarik membuat saya berkesimpulan sebenarnya mereka bisa menulis, hanya saja mereka tidak mempunyai wadah mengekspresikannya.

Aktivitas

Home > Aktivitas […] > Bagaimana kalau Guru dan Siswa sama-sama NgeBlog ?

Bagaimana kalau Guru dan Siswa sama-sama NgeBlog ? (0)

06Jun

Penulis: Siti Mugi Rahayu
Kategori: Aktivitas […]
 2  0 Google +0

Belajar bagi sebagian siswa menjadi suatu kegiatan yang kadang membosankan karena pemakaian metode pembelajaran yang dipakai guru tidak tepat . Hal ini bisa menciptakan interaksi negative antarguru dan siswa.
Pemanfaatan tekhnologi diharapkan mampu menghilangkan kejenuhan tersebut. Lebih dari itu, tekhnologi juga diharapkan bisa membuat proses belajar menjadi lebih bermakna dan mengarah pada efek ikutan yang lebih kreatif.

Sudah dua tahun belakangan, saya menggunakan blog sebagai alat untuk berkomunikasi dengan siswa dalam pembelajaran. Biasanya, materi bahasan dan latihan soal akan saya sisipkan dalam blog saya. Diharapkan, siswa lalu mengakses kapanpun mereka bisa tanpa harus melakukannya pada saat bertatap mata.

Berangkat dari sering di’klik’nya blog saya, sayapun lalu memberikan tulisan-tulisan sarat makna pada mereka. Kadang-kadang saya lalu meminta mereka menuliskan komentar akan artikel yang saya buat tersebut. Saya percaya, tulisan saya bisa menjadi referensi bagi pemikiran dan cara pandang mereka. Maka, kadang-kadang saya memberikan tulisan berupa nasihat-nasihat yang diharapkan mampu membimbing mereka secara tidak langsung. Ternyata, tanpa harus banyak bicara, tulisan-tulisan dalam blog membawa mereka menuju dunia saya.

Lalu, karena saya menyadari bahwa menulis adalah suatu cara mengeksiskan diri dan memberikan kepuasan karena sudah memberikan “sesuatu” kepada orang lain, maka mengapa tidak siswapun turut memiliki blog ?

Akhirnya, dalam dua tahun terakhir, semua siswa saya sudah mempunyai blog. Luar biasanya, tampilan blog mereka sangat cantik dan penuh kreasi. Blog-blog tersebut tidak saya ikat dalam sebuah aturan pelajaran. Mereka boleh menulis apapun di sana selain tugas mata pelajaran yang saya berikan. Sehingga, dalam blog mereka bisa dilihat curahan hati hingga pekerjaan rumah dan tumpukan tugas yang terdokumentasikan. Lumayanlah, blog juga ternyata bisa menjadi diary tempat mereka berkeluh kesah. Secara langsung sebenarnya mereka sedang membiasakan diri untuk menulis.

Tulisan di atas diambil dari Blog Dewi Nanseti, siswa kelas x setelah mengikuti Bintal dengan Angkatan Laut. Dan ternyata, tulisan-tulisan siswa yang menarik membuat saya berkesimpulan sebenarnya mereka bisa menulis, hanya saja mereka tidak mempunyai wadah mengekspresikannya.

Dengan blog, saya ajak mereka “ngobrol” tentang suatu topik. Seperti ketika saya menuliskan sebuah cita-cita saya di tahun 2012 untuk menjadikan blog sebagai media pembelajaran, siswa saya minta untuk memberikan komentar dan menyimpan link tulisannya dalam blognya di bawah komentar. Dengan begitu, saya bisa langsung berkunjung ke sana.

Menulis adalah pekerjaan bermartabat, karena dia dipenuhi oleh curahan pemikiran dan perasaan sang penulis. Hal ini harus terus digaungkan pada siswa agar mereka terbiasa menuangkan ide.

Kadang-kadang tulisan yang mengandung informasi megenai siswa akan saya berikan kepada wali kelas atau guru BK. Semisal pada saat anak menuliskan cita-cita mereka, atau mata pelajaran yang disuka dan yang tidak. Jadi, blogpun punya nilai informatif yang berguna bagi pencarian solusi bagi guru dan bahkan orang tua.

Dalam blognya  siswa juga bisa menyimpan tugas pelajaran. “Lingkaran setan kemiskinan” berikut ini adalah tugas mata pelajaran Ekonomi yang saya berikan pada siswa. Saya berharap blog siswa juga tetap memuat materi pelajaran yang mereka rangkumkan dari kegiatan belajar di kelas atau yang mereka cari lewat mesin pencari. Diakhir tahun blog siswa bisa menjadi portofolio yang menarik.

Aktivitas

Home > Aktivitas […] > Bagaimana kalau Guru dan Siswa sama-sama NgeBlog ?

Bagaimana kalau Guru dan Siswa sama-sama NgeBlog ? (0)

06Jun

Penulis: Siti Mugi Rahayu
Kategori: Aktivitas […]
 2  0 Google +0

Belajar bagi sebagian siswa menjadi suatu kegiatan yang kadang membosankan karena pemakaian metode pembelajaran yang dipakai guru tidak tepat . Hal ini bisa menciptakan interaksi negative antarguru dan siswa.
Pemanfaatan tekhnologi diharapkan mampu menghilangkan kejenuhan tersebut. Lebih dari itu, tekhnologi juga diharapkan bisa membuat proses belajar menjadi lebih bermakna dan mengarah pada efek ikutan yang lebih kreatif.

Sudah dua tahun belakangan, saya menggunakan blog sebagai alat untuk berkomunikasi dengan siswa dalam pembelajaran. Biasanya, materi bahasan dan latihan soal akan saya sisipkan dalam blog saya. Diharapkan, siswa lalu mengakses kapanpun mereka bisa tanpa harus melakukannya pada saat bertatap mata.

Berangkat dari sering di’klik’nya blog saya, sayapun lalu memberikan tulisan-tulisan sarat makna pada mereka. Kadang-kadang saya lalu meminta mereka menuliskan komentar akan artikel yang saya buat tersebut. Saya percaya, tulisan saya bisa menjadi referensi bagi pemikiran dan cara pandang mereka. Maka, kadang-kadang saya memberikan tulisan berupa nasihat-nasihat yang diharapkan mampu membimbing mereka secara tidak langsung. Ternyata, tanpa harus banyak bicara, tulisan-tulisan dalam blog membawa mereka menuju dunia saya.

Lalu, karena saya menyadari bahwa menulis adalah suatu cara mengeksiskan diri dan memberikan kepuasan karena sudah memberikan “sesuatu” kepada orang lain, maka mengapa tidak siswapun turut memiliki blog ?

Akhirnya, dalam dua tahun terakhir, semua siswa saya sudah mempunyai blog. Luar biasanya, tampilan blog mereka sangat cantik dan penuh kreasi. Blog-blog tersebut tidak saya ikat dalam sebuah aturan pelajaran. Mereka boleh menulis apapun di sana selain tugas mata pelajaran yang saya berikan. Sehingga, dalam blog mereka bisa dilihat curahan hati hingga pekerjaan rumah dan tumpukan tugas yang terdokumentasikan. Lumayanlah, blog juga ternyata bisa menjadi diary tempat mereka berkeluh kesah. Secara langsung sebenarnya mereka sedang membiasakan diri untuk menulis.

Tulisan di atas diambil dari Blog Dewi Nanseti, siswa kelas x setelah mengikuti Bintal dengan Angkatan Laut. Dan ternyata, tulisan-tulisan siswa yang menarik membuat saya berkesimpulan sebenarnya mereka bisa menulis, hanya saja mereka tidak mempunyai wadah mengekspresikannya.

Dengan blog, saya ajak mereka “ngobrol” tentang suatu topik. Seperti ketika saya menuliskan sebuah cita-cita saya di tahun 2012 untuk menjadikan blog sebagai media pembelajaran, siswa saya minta untuk memberikan komentar dan menyimpan link tulisannya dalam blognya di bawah komentar. Dengan begitu, saya bisa langsung berkunjung ke sana.

Menulis adalah pekerjaan bermartabat, karena dia dipenuhi oleh curahan pemikiran dan perasaan sang penulis. Hal ini harus terus digaungkan pada siswa agar mereka terbiasa menuangkan ide.

Kadang-kadang tulisan yang mengandung informasi megenai siswa akan saya berikan kepada wali kelas atau guru BK. Semisal pada saat anak menuliskan cita-cita mereka, atau mata pelajaran yang disuka dan yang tidak. Jadi, blogpun punya nilai informatif yang berguna bagi pencarian solusi bagi guru dan bahkan orang tua.

Dalam blognya  siswa juga bisa menyimpan tugas pelajaran. “Lingkaran setan kemiskinan” berikut ini adalah tugas mata pelajaran Ekonomi yang saya berikan pada siswa. Saya berharap blog siswa juga tetap memuat materi pelajaran yang mereka rangkumkan dari kegiatan belajar di kelas atau yang mereka cari lewat mesin pencari. Diakhir tahun blog siswa bisa menjadi portofolio yang menarik.

Tugas membuat Mind Map yang dimasukkan ke dalam Blog Dewi:

 

Aktivitas

Home > Aktivitas […] > Bagaimana kalau Guru dan Siswa sama-sama NgeBlog ?

Bagaimana kalau Guru dan Siswa sama-sama NgeBlog ? (0)

06Jun

Penulis: Siti Mugi Rahayu
Kategori: Aktivitas […]
 2  0 Google +0

Belajar bagi sebagian siswa menjadi suatu kegiatan yang kadang membosankan karena pemakaian metode pembelajaran yang dipakai guru tidak tepat . Hal ini bisa menciptakan interaksi negative antarguru dan siswa.
Pemanfaatan tekhnologi diharapkan mampu menghilangkan kejenuhan tersebut. Lebih dari itu, tekhnologi juga diharapkan bisa membuat proses belajar menjadi lebih bermakna dan mengarah pada efek ikutan yang lebih kreatif.

Sudah dua tahun belakangan, saya menggunakan blog sebagai alat untuk berkomunikasi dengan siswa dalam pembelajaran. Biasanya, materi bahasan dan latihan soal akan saya sisipkan dalam blog saya. Diharapkan, siswa lalu mengakses kapanpun mereka bisa tanpa harus melakukannya pada saat bertatap mata.

Berangkat dari sering di’klik’nya blog saya, sayapun lalu memberikan tulisan-tulisan sarat makna pada mereka. Kadang-kadang saya lalu meminta mereka menuliskan komentar akan artikel yang saya buat tersebut. Saya percaya, tulisan saya bisa menjadi referensi bagi pemikiran dan cara pandang mereka. Maka, kadang-kadang saya memberikan tulisan berupa nasihat-nasihat yang diharapkan mampu membimbing mereka secara tidak langsung. Ternyata, tanpa harus banyak bicara, tulisan-tulisan dalam blog membawa mereka menuju dunia saya.

Lalu, karena saya menyadari bahwa menulis adalah suatu cara mengeksiskan diri dan memberikan kepuasan karena sudah memberikan “sesuatu” kepada orang lain, maka mengapa tidak siswapun turut memiliki blog ?

Akhirnya, dalam dua tahun terakhir, semua siswa saya sudah mempunyai blog. Luar biasanya, tampilan blog mereka sangat cantik dan penuh kreasi. Blog-blog tersebut tidak saya ikat dalam sebuah aturan pelajaran. Mereka boleh menulis apapun di sana selain tugas mata pelajaran yang saya berikan. Sehingga, dalam blog mereka bisa dilihat curahan hati hingga pekerjaan rumah dan tumpukan tugas yang terdokumentasikan. Lumayanlah, blog juga ternyata bisa menjadi diary tempat mereka berkeluh kesah. Secara langsung sebenarnya mereka sedang membiasakan diri untuk menulis.

Tulisan di atas diambil dari Blog Dewi Nanseti, siswa kelas x setelah mengikuti Bintal dengan Angkatan Laut. Dan ternyata, tulisan-tulisan siswa yang menarik membuat saya berkesimpulan sebenarnya mereka bisa menulis, hanya saja mereka tidak mempunyai wadah mengekspresikannya.

Dengan blog, saya ajak mereka “ngobrol” tentang suatu topik. Seperti ketika saya menuliskan sebuah cita-cita saya di tahun 2012 untuk menjadikan blog sebagai media pembelajaran, siswa saya minta untuk memberikan komentar dan menyimpan link tulisannya dalam blognya di bawah komentar. Dengan begitu, saya bisa langsung berkunjung ke sana.

Menulis adalah pekerjaan bermartabat, karena dia dipenuhi oleh curahan pemikiran dan perasaan sang penulis. Hal ini harus terus digaungkan pada siswa agar mereka terbiasa menuangkan ide.

Kadang-kadang tulisan yang mengandung informasi megenai siswa akan saya berikan kepada wali kelas atau guru BK. Semisal pada saat anak menuliskan cita-cita mereka, atau mata pelajaran yang disuka dan yang tidak. Jadi, blogpun punya nilai informatif yang berguna bagi pencarian solusi bagi guru dan bahkan orang tua.

Dalam blognya  siswa juga bisa menyimpan tugas pelajaran. “Lingkaran setan kemiskinan” berikut ini adalah tugas mata pelajaran Ekonomi yang saya berikan pada siswa. Saya berharap blog siswa juga tetap memuat materi pelajaran yang mereka rangkumkan dari kegiatan belajar di kelas atau yang mereka cari lewat mesin pencari. Diakhir tahun blog siswa bisa menjadi portofolio yang menarik.

Tugas membuat Mind Map yang dimasukkan ke dalam Blog Dewi:

 

Untuk memudahkan melihat siapa saja yang sudah membuat tugas dalam blog pribadinya, maka di blog saya dibuatkan halaman khusus sebagai Kumpulan Tugas Siswa. Siswa akan menuliskan Urlnya di sana.

Asik kan, ngeblog bersama siswa?

 

 

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s