Peran Guru dalam Mewujudkan Keadilan Pendidikan dan Menyukseskan Gerakan Guru Menulis dan Melek Internet

Pendidikan merupakan isue paling hangat di dunia manapun karena menyangkut penyiapan sumber daya manusia setiap bangsa. Namun bagaimana jika pendidikan hanya bisa dinikmati segelintir orang ?

Pendidikan menjadi sangat penting setiap saat karena berhubungan langsung dengan jaman dan perubahannya yang tiada henti. Itulah mengapa pendidikan dewasa ini sangat erat hubungannya dengan pesatnya perkembangan ICT. Bagaimana pula guru-guru di era globalisasi ini harus menyikapinya ?

Peran Guru dalam Mewujudkan Keadilan Pendidikan secara Nasional

Anak-anak adalah harapan bangsa, ayo berikan pendidikan yang terbaik

Anak-anak adalah harapan bangsa, untuk itu mereka mempunyai hak memperoleh pendidikan, sebagaimana diatur dalam Pasal 31UUD 1945 (amandemen) ayat (1)  bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Bahkan dalam UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 49 menegaskan bahwa Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan. Dalam pasal ini malah tidak boleh ada satupun hal yang bisa menghambat anak untuk memperoleh pendidikan. Termasuk di dalamnya keluarga dan orang tua.

Masalah ketidaksetaraan atau ketidakadilan dalam pendidikan di negara kita memang lebih mengerucut kepada masalah ketidakmampuan ekonomi keluarga. Banyak anak yang terpaksa tidak sekolah karena harus bertoleransi dengan keadaan ekonomi orang tua yang sangat minim, walaupun masalah berikutnya yang tercipta  juga tidak kalah besar, misalnya : pemerintah mengadakan kelas RSBI dan SBI tapi justru menciptakan pengkastaan dalam pendidikan. Sekolah internasional ini membutuhkan biaya tinggi dalam  pelaksanaannya, sehingga hanya keluarga kelas menengah ke atas saja yang berkesempatan meneguk indahnya pendidikan berkelas internasional. RSBI dan SBI sendiri banyak dianut dan dilaksanakan justru oleh sekolah negeri milik pemerintah yang seyogyanya memberikan kesempatan pada wong cilik.

UU no. 20 Tahun 2003 Sisdiknas Pasal 5, ayat (1) menjelaskan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.  Untuk itu, jika memang guru bertekad memberikan keadilan bagi semua anak bangsa, maka guru wajib memberikan mutu terbaik untuk peserta didik. Mutu yang baik tidak harus dilaksanakan di sekolah mahal. Artinya, di manapun guru berada, ayo berikan keadilan dengan selalu memberikan dan memperbaiki cara mengajar dan mendidik yang bermutu di tempat kita mengabdi  sekarang!

Guru Menyiasati Abad Globalisasi

Saya sadar betul bahwasanya saya adalah seorang guru yang ada di abad 21, di mana abad ini merupakan abad megapolis dan sudah terbukti mampu menggusur nilai-nilai tradisional dalam pendidikan ke arah yang lebih modernis. Hal kecil semisal kapur saja sudah belasan tahun tak lagi dipakai di kelas saya. Perkembangannya begitu cepat. Beberapa tahun yang lalu, saya masih memakai OHP di kelas, namun belakangan OHP sudah menjadi  onggokan sampah tekhnologi dan digantikan oleh LCD. Saya sebenarnya sedang menanti-nanti kecanggihan model apa lagi yang akan menjadi pengganti mesin ini.

Perubahan tekhnologi ternyata harus membuat proses pendidikan juga berubah.  Mau tidak mau, suka tidak suka. Tentu saja, yang tidak suka akan tetap berdiam diri dengan pola pembelajaran tradisional dan mengedepankan berbagai halangan sebagai alasan untuk tidak berdamai dengan tekhnologi. Sebagai guru yang ada di era  ini, tentu saya harus jadi bagian dari perubahan itu sendiri,

Guru di abad ini minimal harus memiliki profil  pelengkap sebagai berikut :

Pertama, ramah tekhnologi. Artinya, guru di jaman globallisasi ini harus mau berdamai dan mau menggunakan tekhnologi dalam kegiatannya sehari-hari. Guru harus memahami bahwa siswa  sekarang memang lahir di jaman serba canggih. Untuk itu, agar tetap diminati, maka guru harus kenal dan memakai tekhnologi.

Yang kedua, guru harus menjadi motivator plus. Jangan sampai kecanggihan jaman membuat guru tak lagi dibutuhkan oleh siswa. Justru,  kencangnya globalisasi  ini harus membuat guru tetap ada dan menjadi motivator ulung agar siswa selalu berada pada rel yang benar dan tidak salah arah. Gurulah orang yang  paling tepat menyisipkan pesan-pesan moral, etika, dan akhlak mulia.

Saya teringat kata-kata motivasi Pak Rheinald Kasali bahwa : ”Sebelum perubahan menyentuh cara berpikir, maka manusia belum berubah … “. Artinya, sebagai guru kita harus sadar betul bahwa perubahan itu wajib dilakukan atau kita akan ketinggalan zaman. Mengutip apa yang dikatakan DR. Muslimin Nasution, APU : Change or die !

Mengingat pentingnya guru memahami zaman, maka tentu saja saya mau menjadi guru yang ramah tekhnologi dan mampu menjadi motivator bagi siswa. Hal yang memang mengawali perkenalan saya dengan tekhnologi adalah kecintaan saya pada menulis. Menulis buat saya adalah proses belajar merefleksikan banyak hal dengan buah pikiran sendiri. Menulis adalah perwakilan kata hati yang mungkin tidak sempat saya ucapkan dengan lisan. Menulis adalah sebuah proses mengajak dan mengingatkan yang paling efektif buat siapa saja, termasuk untuk siswa. Menulis adalah jalan dakwah yang paling indah buat saya. Saya berharap banyak, anak-anak didik saya termotivasi dengan tulisan-tulisan yang sempat saya goreskan.

Saya senang menulis sejak duduk di bangku SD, walaupun diary pertama saya miliki pada saat saya SMP. Saya yakin kesenangan saya ini dibarengi oleh kesenangan saya membaca  buku dan majalah yang disiapkan orang tua saya pada saat itu. Namun, ternyata hobi ini terkubur amat lama. Tahun 2006 saya baru mengenal internet yang juga baru ada di lab komputer sekolah. Dua tahun berikutnya blog pertama saya buat. Itupun pasif karena pada saat itu blog masih disamakan dengan kegiatan chatting yang hanya dianggap membuang  waktu saja.

Tahun 2010 saya menapaki babak baru menyeriusi internet dan kegiatan menulis , terutama setelah mengikuti Pelatihan Menulis di Rumah Perubahan milik Pak Rheinald Kasali. Di sinilah mata saya terbuka akan indahnya dunia menulis. Saya bisa belajar banyak dari para jurnalis, terutama sekali saya bisa belajar langsung dari Ahmad Fuadi, sang novelis Negeri Lima Menara. Sejak saat itulah, saya “menghidupkan” kembali blog saya.  Ternyata, berteman dengan para penulis membuat semangat menulis jadi tetap hidup.

Belajar Menulis bersama A. Fuadi di Pelatihan Menulis Rumah Perubahan

Dengan kata lain, menulis membawa saya mengenal dan memanfaatkan  internet lebih jauh.

Pada tahun yang sama saya mengenal IGI (Ikatan Guru Indonesia). Di IGIlah saya mengenal guru-guru hebat di seluruh Indonesia. Seminar IGI pertama yang sempat saya ikuti  bertajuk  Developing Creative Curriculum di Jakarta tahun 2011. Setelah itu, saya berusaha tidak ketinggalan mengikuti event-event IGI lainnya. Saya merasakan banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari  perkumpulan profesi ini.

Pelatihan pertama dengan IGI, Developing Creative Curriculum, Jakarta 2011

Di IGI pulalah saya mengenal sosok Wijaya Kusumah. Omjay, nama panggilan  Pak Wijaya begitu mengisnpirasi saya sebagai penulis pemula. Di blognya http://www.wijayalabs.com, Omjay tak segan-segan berbagi bagaimana caranya menulis dan jadi penulis. Menurut Omjay, cara menulis yang efektif justru ketika kita dapat menulis apa adanya tentang apa yang kita lihat dan kita pikirkan. Tuliskan dengan tanpa beban dan tentu saja dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

Gara-gara Omjay, semangat saya untuk tetap kreatif dan produktif terus terpacu. Saya juga bermimpi untuk menjadi seorang edupreuneur layaknya beliau. Makanya, berbagai kegiatan menulis saya usahakan ikut termasuk lomba blog. Lomba blog yang sempat saya ikuti dan menang adalah  Lomba Intip Buku yang diadakan di Jakarta, 28 April 2012 dan Lomba Blog yang diadakan Asta Media.

bersama Omjay di Pelatihan PTK Tambun Selatan 2012

Omjay ternyata bukan hanya seorang penulis,  diapun guru hebat yang lalu menggunakan blog sebagai media pembelajaran. Wow!! Kok bisa ya ? Omjay malah bisa menyabet juara karya ilmiah dengan blognya. Artinya, anggapan sebagian orang tentang blog yang hanya membuang-buang waktu bisa saya tepis dengan blog saya yang juga bisa saya manfaatkan untuk proses belajar mengajar saya. Di blog ini  saya  bisa simpan bahan pelajaran atau latihan soal yang bisa diakses siswa kapan saja dan di mana saja. Pendidikan era baru telah menyingkiran hambatan waktu dan jarak, Malah, dengan blog kegiatan mengajar saya lebih terasa “lama matinya” bahkan saya berharap ini lebih “abadi”. Di blog juga saya bisa menyisipkan banyak pesan dan inspirasi bagi siswa dan teman-teman guru yang lain.

Sharing dengan guru-guru pada Pelatihan ICT Dasar di SD Insan Kamil, bersama guru-guru dari IGI Bekasi

Senangnya saya, ketika juga saya berkesempatan mengajak siswa saya untuk blogging,  hingga akhirnya sudah dua tahun saya mengajak siswa untuk memiliki blog sendiri. Di blog, mereka bisa berkreasi apa saja. Bahkan, sampai sekarang saya masih bisa curi-curi pandang tentang curhatan dan rasa galau yang mereka tumpahkan di sana. Biarkan mereka menuliskan semuanya. Menurut saya, inilah awal rasa cinta mereka pada kegiatan menulis dan menggunaan internet sehat.

Kenapa harus internet sehat ? Sebagaimana kita tahu, dengan internet siapa saja bisa mengakses data apa saja. Siswa saya tentu menjadi bagiannya. Namun penyalahggunaan internet dewasa ini mencapai titik yang sangat memprihatinkan. Lihat saja pengguna jejaring social facebook atau twitter. Hampir sebagian besarnya  adalah anak-anak sekolah. Untuk itu, guru juga harus jeli menjadikan jejaring social ini sebagai bagian dari proses  pembelajaran. Buat saja group khusus tentang kelas mata pelajaran yang diampu, dan jadikanlah ini media saling bertukar informasi dengan siswa.

Dengan memanfaatkan internet dalam pembelajaran, guru sudah berusaha mengurangi porsi  siswa mengakses  hal-hal negative dan mulai mencoba menggeser kedudukan keyword berkonten negative untuk siswa. Alhamdulillah, sejak aktif menjadi blogger pribadi, tergabung dalam Blogger Bekasi,  dan juga menulis  di Kompasiana, guru-guru yang lainpun mulai mau ikut berpartisipasi. Beberapa di antaranya sudah pula tertulari virus menulis dan mulai menjadi aktifis blogger dan kompasianer. Mudah-mudahan  kami  tetap eksis dan bukan hanya narsis, sehingga tidak lantas menjadi penulis yang cepat gugur dan mengundurkan diri.

Blog Novi, siswa saya, dalam tugas membuat mind map yang diposting di blognya

Mahersya dalam tugas Ekonomi Mikro dan Makronya

Ternyata, menjadi bagian dari perubahan itu sangat menyenangkan, dan sebagai guru saya menikmati proses ini. Karena itulah guru menjadi bagian mahapenting dalam rantai yang menjadikan masyarakat berpengetahuan. Hal yang bisa kita awali pada siswa. Bukankah siswa inipun beberapa tahun kemudian akan menjadi anggota masyarakat produktif ?

Inilah salah satu alasan mengapa saya tetap mau menjadi guru di era globalisasi ini. Pekerjaan ini sudah menumbuhkan rasa cinta berbagi dan peduli saya  pada anak-anak bangsa. Dengan menjadi guru pulalah saya tertantang untuk terus memikirkan hal-hal apalagi yang bisa saya perbuat untuk menemani mereka dewasa secara arif ?

“Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya”

Buku inspiratif : Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya

Buku milik Omjay ini saya yakin telah memberikan motivasi bagi banyak guru untuk dapat mempersembahan “sesuatu” pada dunia pendidikan. Secara sederhana namun menarik, Omjay menuturkan banyak hal yang menjadi suka dukanya menjadi seorang pendidik  dan juga harapan-harapannya pada dunia pendidikan.

Di buku ini juga Omjay mengisahkan kegelisahannya pada Ujian Nasional yang justru menjadi ajang pertaruhan kejujuran para guru. Belum lagi ujian yang dilaksanakan secara nasional ini masih dibayang-bayangi perbedaan kualitas pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. Semisal di ibukota Jakarta dan kota-kota besar lainnya mendapatkan soal yang sama dengan di daerah-daerah terpencil seperti Papua atau daerah pasca bencana semisal Aceh pasca tsunami.

Menurut Omjay, menjadi guru adalah sebuah keberanian. Berani capek, berani susah, dan yang paling penting adalah berani menantang zaman. Beban hidup  dan kesulitan-kesulitan yang ditanggung oleh para guru harus membuat guru tangguh dan tetap memiliki hati bak cahaya yang terang benderang menyinari dunia.

Buku ini  sempat saya resensi di dalam blog saya dengan judul Guru Tangguh Berhati Cahaya.

Blog Wijayalabs.com sebagai Blog Pendidikan : Sebuah Opini dan  Harapan

Blog milik Omjay ini merupakan catatan harian seorang pendidik yang mempunyai harapan dan pemikiran dalam memajukan dunia pendidikan. Disajikan dalam bentuk opini dan laporan kegiatan yang dilakukan Omjay dalam peranannya turut serta berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam blognya, Omjay sudah memicu banyak guru untuk juga mau tidak lagi berkeluh kesah, namun harus mulai menjalankan semua mimpi. Saya mengutip salah satu motivasi Mario Teguh yang terpampang menantang di tulisan Omjay : Cara terbaik untuk mewujudkan impian kita adalah segera bangun dan bekerja keras.

Memang, segala macam angan dan asa tidak akan terwujud dalam kemalasan kita untuk segera memulainya. Tidak lupa juga Omjay selalu memberikan trik dan tips kepada para guru untuk melakukan banyak hal. Semisal: cara menghindari kemalasan dalam menulis atau  cara membuat PTK.

Omjay memang luar biasa. Dengan diawali niat untuk berbagi, Omjay menjadian tulisan sebagai cara mengajak dan menyemangati para guru, sesuai mantranya : Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi!

Omjay saja bisa, mengapa saya tidak?

(mudah-mudahan akan banyak guru yang termotivasi tulisan-tulisan omjay di http://www.wijayalabs.com)

Advertisements

185 thoughts on “Peran Guru dalam Mewujudkan Keadilan Pendidikan dan Menyukseskan Gerakan Guru Menulis dan Melek Internet

  1. Assalamualaikum Mbak

    Masalah ketidaksetaraan atau ketidakadilan dalam pendidikan di negara kita memang lebih mengerucut kepada masalah ketidakmampuan ekonomi keluarga. Banyak anak yang terpaksa tidak sekolah karena harus bertoleransi dengan keadaan ekonomi orang tua yang sangat minim,

    saya juga dulu mengalami hal itu Mbak, sekarang karena pendidikan minim saya hanya menjadi bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, satu-satunya yang saya miliki hanya semangat untuk menulis.

    inspiratif Mbak, semoga paling tidak njenengan bisa mengantarkan sukses siswa-siswa njenengan.

    • amiiin.. aduh mas adri, mudah-mudahan bisa begitu.
      Hal terindah dari seorang guru adalah melihat kesuksesan karir dan solehnya akhlakk siswa-siswinya .
      Terimakasih sudah berkunjung 🙂
      Salam sukses untuk mas adri

  2. jika saja setamat sma mengikuti saran kakakku yang tertua untuk kuliah di IKIP (UNY) Jogja, tentu aku sudah jadi guru…tapi ya sudahlah perjalanan hidup sudah di gariskan seperti ini…ayo para guru terus tingkatkan ilmu, mengajar dan terus belajar, termasuk belajar menulis dan IT

  3. guru menulis dan melek teknologi dan internet menjadi satu perubahan karakter yang positif yang mampu membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan. good luck for you, sis! 😀

  4. Wow keren. Wow mantap. Jadi penegen punya blog yang senantiasa diisi. Guru mengajar biasa, guru menulis luar biasa! Selamat bu Mugi….

  5. wah.. keren bnget bu..
    guru zaman sekarang ini harus melek teknologi seperti ibu.. 🙂

    good luck ya bu…

  6. Inspiratif…peran guru dalam mewujudkan keadilan pendidikan menjadi peer bersama yang sampai sάάτ ini masih menjadi polemik bangsa ini, moga dengan banyak guru yg menyuarakan kepeduliannya akan semakin banyak yg tergugah pada hak setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak….

  7. wow… mantap sekali Bu Mugi, blog yang penuh semangat dan mimpi.
    Tapi mimpi yang akan segera menjadi kenyataan, karena ditopang oleh kerja keras dan insyaAllah rahmat dari Allah Swt.
    Smoga tercapai menjadi seorang guru yang memahami jaman yang terus berubah ini bu Mugi.

    salam hormat
    HP

  8. Inspiratif
    Keadilan pendidikan hakekatnya menjadi peer bersama, karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
    Mudah2n ini menjadi salah satu cara untuk mengkampanyekan kepada semua kalangan
    Gudlak…

  9. Telah banyak teori motivasi untuk berubah tetapi terbentur dengan memulai. Membaca pengalaman Ibu benar-benar menginspirasi. Salam kenal dan teruslah berbagi.

  10. wah nice article…Guru memang di tuntut untuk selalu selangkah atau beberapa langkah didepan dalam segala hal termasuk dalam ikhtiarnya menggunakan berbagai fasilitas penunjang pengajaran. Semisal teknolog. Karena mengakrabkan diri dengan jendela dunia akan ikut meningkatkan kualitas dan keluasan informasi dan wawasan bagi anak didiknya…sukses terus yaa…

  11. Great bu ! terusin yaa nulisnya, terutama masalah pendidikan, semoga kelak ibu jadi menteri pendidikan indonesia, dan semoga dengan semua tulisan2 ibu, banyak yang jadi ‘melek’ tentang pendidikan dan aspek2 yang mendukungnya, congrats ibu sayaang, btw ti kangen cerpen2 ibu 🙂 be a great writer ibu sayaang,

  12. Muantaaabbb!! Tetap semangat dan berjuang terus ya, Bu. Jangan pernah menyerah dalam mencerdaskan anak-anak bangsa Indonesia. Di mana ada keinginan, di sana akan ada jalan terbuka. Salam kenal dari saya. Jika berkenan, mohon kunjungan balik ke blog saya: http://dogter.co.nr/
    terima kasih.

  13. wow!!! Inilah sosok guru yang diharapkan ada di tengah2 masyarakat dan siswanya. Guru harus mampu menulis, berkarya nyata, dan juga tidak gaptek. Teknologi akan kian bergulir, jangan sampai guru tergilas. Kalau gurunya saja tidak paham, apalagi muridnya?

    Teruskan perjuanganmu mba Kugi, saling berbagi dan memberi inspirasi.
    Salam perubahan !!!

  14. Saya mengapresiasi tulisan dari seorang gutru yang berisi berbagai kegelisahan dan kegundahan disaat sistim pendidikan kita yang belum banyak berubah, bahkan teramat sedih kalau diceritakan, namun dengan kondisi ini guru harus berdiri terdepan bukan hanya lebih banyak mengeluh dan mengumpat, tapi lebih elok kiranya berbuat sesuatu yang paling tidak bisa merubah situasi yang buruk ini dan itu sudah dilakukan beberapa guru yang masih dapat memelihara sikap idialis dan perjuangan luhurnya.

    Kita berharap banyak guru lain yang berbuat yang sama sehingga ini menjelma sebuah kekuatan untuk melawan dan bangkit dari kesesatan dunia pendidikan ini, melahirkan generasi yang kuat secara pemikiran dan juga kuat secara akhlak dan mental mulia adalah dambaan yang tidak boleh mati dari cita-cita mulia seorang guru.

  15. bu mugi hebat..seorang guru seharusnya selalu memperbaharui ilmu dan meningkatkan profesionalitasnya, sehingga selalu selangkah lebih depan dibanding muridnya, shg selalu bisa digugu dan ditiru…

  16. hebat bu mugi, semoga semua guru mempunyai semangat belajar dan semangat juang seperti itu, mau berubah dan beradaptasi dgn perkembangan jaman

  17. luar biasa, sebuah pemikiran patut diapresiasi, ibu bukan saja menyuguhkan teori tetapi luar biasanya karena ikut aktif dalam pendidikan. selamat bu…

  18. Wahh…mantabzz bu Guru…
    Menularkan virus positif ke orang laen merupakan media untuk memotivasi….belajar setiap hari…tidak pernah berhenti…:)

    Salam superr bu Guru..:)

  19. Kelas-kelasan pendidikan diciptakan oleh pemerintah sendiri dengan berbagai cara. RSBI adalah bukti nyata dari upaya itu, namun anehnya kualitas dari kelas itu hingga saat ini belum kelihatan. Karena itu, guru sebagai pengolah utama pendidikan sudah saatnya untuk berkreasi dengan memanfaatkan tehnologi…walaupun tetap harus tidak melupakan yang tradisional-tradisional…

  20. Tulisan yang bermanfaat dan menginspirasi bu Mugi…
    Semoga ‘virus’ menulis dapat menular pada bapak-ibu
    guru di luar sana…..keep reading and writing

  21. Assalamualaikum Wr Wb.
    Selain Ngompasiana rupanya bu guru Rahayu punya blog juga ya. Mestinya ibu guru yang hebat, karena pandai menulis. Mudah2an dengan bantuan teknologi guru-guru zaman sekarang jauh lebih berhasil mengantarkan murid2nya menuju masa depan yang baik.
    Guru-guru saya waktu SD-SMP-SMA juga hebat2 menurut penilaian saya, mereka umumnya berhasil mengantarkan murid2nya ke arah masa depan yang lebih baik. Di Kompasiana saya sempat mengirim 2 postingan tentang guru SD saya, kenangan masa kecil saya puluhan tahun silam di Bogor, saya tulis link-nya di bawah ini:

    http://sosok.kompasiana.com/2012/05/04/guru-sd-ku-jadi-dosen-bahasa-inggris/
    http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/30/kursi-roda-untuk-pak-atjang/

    Wassalamualaikum WR Wb.

  22. Ulasan yang menarik bu….saya suka dengan pernyataan guru sbg agen (bagian dr perubahan)….semoga murid2nya terinsoirasi dgn perubahan yg ditunjukkan gurunya…salam pahlawan tanpa jasa untuk Bu Siti..trims

  23. Sepakat bu, guru sekarang tidak hanya membaca tetapi menulis menjadi bagian dari aktifitas seorang guru. Melalui blog guru berlatih menulis dan itu harus melek internet. Lanjutkan bu !

  24. asslm.
    semoga setiap orang yang hanya memikirkan “untung dan rugi” dari mengelola bisnis pendidikan menjadi sadar, bahwa mendidik bukan cuma kewajiban tapi juga perintah agama. jangan lagi ada kasta-kasta dalam pendidikan di negara kita. ruang kelas bukan gerbong ekonomi, bisnis atau eksekutif.

  25. Assalamualaikum…
    Guru adalah motivator,kepribadian yang membukakan pengertian yang lebih baik,gerbang kesuksesan dunia,sangat mulia seseorang yang telah menjadi guru yang baik dan ikhlas.
    Sayapun bercita-cita ingin jadi guru,namun saat ini saya hanya bisa menjadi guru untuk diri saya sendiri,menulis peran saya menjadi guru,dan membaca peran saya menjadi murid.
    Karya ibu Mugi selalu memotivasi saya,
    semoga dengan semakin canggihnya tekhnologi maka semakin maju pula pendidikan dinegara kita dengan bantuan guru-guru yang senantiasa menyeimbangankan adanya internet dan mengarakannya murid-murid dan orang -orang disekitarnya ke sisi positive,amin….

  26. Salam Teh Mugi dan teman semua

    Saya bukan seorang guru atau orang yang bekerja di lingkungan pendidikan,namun Ayah dan Ibu,mereka guru SD yang bergaji awal hanya 600 rupiah (RP 600) rupiah th 70 an.-saat ini.Ayah (almrhm) ibu (pensiun).

    Kali ini ,saya mau komentar sebagai TKI dan sedang belajar jadi blogger di Saudi,semoga nyambung ,sbb:

    -Tulisan yang isnpiratif,Teh Mugi,intinya saya setuju semoga pemerintah dan bangsa kita menemukan formula yang lebih baik untuk bisa menyentuh dan menampung serta membantu lebih baik anak-anak cerdas dan pintar tetapi miskin dengan maksimal.

    -Semoga semua sumbangsih rekan guru dan rekan-rekan yang bergumul di ranah pendidikan semua amalnya menjadi nilai ibadah dan semakin bermanfaat.

    -Kualitas guru saat ini saya melihat sangat membanggakan dan menaruh keercayaan saya pribadi terhadapa pendidikan anak-anak kami saat ini.

    -Saya pribadi menyetujui pentingnya pendidikan formal yang berkualitas terutama ilmu yang diperoleh dari guru yang bermutu dan berkualitas selain fasilitas pendukung lainnya.

    Nota Bene :..Sebagai TKI di Saudi saya melihat perbedaan yang mencolok tentang penghargaan dan gaji (kompensasi) ya diterima TKI antara TKI yang berijazah (berpendidikan) dengan TKI informal (tidak berijazah).

    misalnya Gaji TKI Informal (tidak ijazah) hanya 1000 SAR perbulan
    sedangkan gaji TKI Formal bisa 10.000 SAR perbulan

    -wah kebanyakan komentarnya Teh Mugi nih..hehe..

    Salam semangat terus berkarya para guru dan insan pendidikan di tanah air,semoga karya rekan semua menjadikan Indonesia lebih maju saat ini dan masa depan—konteksnya ya melalui meningkatkan kualitas guru itu sendiri salah satunya….

    Salam

    Seorang TKI di Riyadh..Saudi Arabia.

    • kang aang di negeri seberang, saya selalu salut dengan perjuangan. Entah apa profesinya. Selalu mampu menginspirasi. Berbahagialah kang aang karena juga sudah memberikan saya inspirasi dan motivasi juga untuk tetap berkarya. Yang saya lakukan belum seberapa. Begitu banyak mimpi, semoga bisa terwujud.
      Semoga pendidikan anak-anak bangsa bisa jauh lebih baik.

      Salam dari bekasi

  27. pingin beramal tapi tak berilmu, yah itulah diriku selama ini……kadang-kadang ilmuku kurang tepat sasaran…..waktu tersia-sia…..aku dah berusaha meniru bu mugi tapi…..masih gatek juga, semua aku belajar sendiri. Makasih atas ajakan-ajakan seminarnya selama ini yang telah membuka wawasan diriku dalam menulis tapi belum sebagus bu mugi…..Artikelnya sangat bagus……pantas kalau jadi pemenang! Sukses selalu buat bu mugi.

    • bu nani yang baik, ketua MGMP ekonomi kabupaten bekasi, juga pribadi yang luar biasa. Selalu setia mau menemani saya belajar mencari ilmu walaupun sampai jauh ke ibukota. Seorang yang haus untuk terus mencari ilmu. Justru ibulah, sang inspirator. Tetap berkarya yuk..

  28. Dear, ibu Guru Siti Mugi Rahayu yang diberkati Allah swt
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Saya membaca artikel ibu dengan penuh perhatian, saya baca dan resapi,
    sungguh artikel yang inspiratf sekaligus bermanfaat bagi saya menambah wawasan. Dalam hal ini posisi saya adalah orangtua murid, yang masih punya anak sekolah di tingkat SMA dan SD.

    Peran Guru dalam Mewujudkan Keadilan Pendidikan dan Menyukseskan Gerakan Guru Menulis dan Melek Internet, telah mengantarkan saya pada kenangan perubahan yang ibu maksud, saya mengalami kelas dengan kapur tulis, kemudian dengan whiteboard, OHP transparansi plastik manual, OHP komputer, dan ternyata sekarang era LCD ya, bu…saya tidak mengalami era LCD ini…benar, perubahan itu terlihat bila kita sudah berusia kepala 3 atau 4, hehehe..anak-anak sekarang mungkin akan bengong ya bu…gak mengenal era kapur tulis lagi…..perubahan teknologi yang diaplikasikan pada kegiatan di dalam kelas.

    Menarik sekali profil yang ibu utarakan untuk para guru abad ini : ramah teknologi dan sebagai motivator plus. Prinsipnya masih seperti dulu, guru bukan hanya mengajar anak-anak supaya pandai, namun juga mendidik moral, etika dan ahlak budi pekerti yang mulia.

    Guru bisa menyibukkan siswa agar tercapai pemanfaatan internet yang sehat, dan selain itu bisa menyuburkan lahirnya penulis-penulis muda. Sungguh luarbiasa pengaruhnya pada perubahan peradaban manusia.

    Saya hanya berharap satu saja, agar anak-anak didik yang sudah gemar memanfaatkan internet yang tentu saja cenderung indoor, masih akan tetap seimbang aktivitas mereka dengan kegiatan outdoor terutama olahraga dan kesenian….sebuah penyeimbang yang luarbiasa.

    terimakasih atas artikel yang luarbiasa
    salam hormat untuk ibu guru Siti Mugi Rahayu
    selamat menjalankan tugas, semoga sukses selalu.

    • salam bunda,
      apa abar? semoga sehat. Terimakasih sudah berkunjung. Selalu diharapkan kritikan dan masukannya. Maklumlah, guru juga manusia.
      Perkembangan zaman sudah luar biasa bunda khad. Anak-anak kalau tidak dibawa ke dalam zamannya sendiri, dia akan bosan dan menarik diri dari kita.
      Makanya, mereka harus belajar sesuai dengan zamannya. walaupun saya juga harus tetap belajar, karena kalau saya lantas kembali diam, ternyata zaman tak ikut diam.

      Salam cinta untuk bunda khad.
      🙂

  29. Assalamualaikum….
    Saya setuju dengan artikel yang ibu buat, memang seharusnya guru itu lebih mengetahui perkembangan zaman dibandingkan dengan muridnya, karena dengan itu guru dapat mengontrol murid – muridnya pada saat di luar jam pelajaran.

  30. mantap deh isinya bu… saya berharap semua guru di Indonesia bisa membaca blog ibu tentang Peran Guru dalam Mewujudkan Keadilan Pendidikan dan Menyukseskan Gerakan Guru Menulis dan Melek Internet… dan memperaktekannya dalam kehidupan sehari hari juga bu…

    ca

    • waah.. terimaksih bang. Andai kalian tahu, saya tidak ingin kalian menjadi orang-orang yang hanya menjadi korban tekhnologi. Maka sebisa mungkin, raih tekhnologi di tanganmu, tapi jangan di hatimu !

  31. Saya setuju bu, dengan apa yang dibahas dalam tulisan ibu ini.Menurut saya dengan era perkembangan teknologi saat ini, seseorang harus dituntut mengerti dan memahami apa itu internet khususnya.Saya harapkan dengan gerakan guru menulis dan melek internet bisa membantu siswa dalam metode belajar yang lebih inovatif.

  32. Assalamualaikum wr. wb saya sudah membaca artikel bu Mugi, saya sangat termotivasi sekali dengan artikel ini karena artikel ini membuat saya sadar akan pentingnya kemajuan teknologi di era globalisasi ini semakin pesat teknologi terbaru yang di ciptakan semakin cepat pula kita harus mengikuti jamannya agar tidak ketinggalan jaman. Artikel ini sangat menarik sekali karena saya yang membacanya merasakan juga akan adanya perubahan yang begitu pesat contohnya dulu saya sempat mengalami belajar dengan kapur tetapi sekarang bisa belajar dengan spidol, dan benda benda yang lebih canggih lainnya. Saya juga merasakan ada perubahan di teknologi dulu komputer itu belum secanggih sekarang tetapi ya masih standar lah jadi khususnya bagi saya juga harus dapat mengikuti jaman agar tidak ketinggalan jaman. ok sekian dari saya terima kasih ibuuuu 😀

  33. Keren Bu.. Apa yang ibu tulis bermanfaat banget buat semua orang terutama sama orang yang kurang mengerti teknologi.. jadi kita harus mengikuti perkembangan zaman yang sudah serba canggih ini. kalo enggak ngikutinkan repot juga.. yang dulu belajar harus kerumah gurunya, sekarang kan sudah bisa lewat internet.. dan gurunya juga harus mengerti apa itu internet agar murid-murid yang di ajarkannya tambah mudah menerima yang diajarkan.. karena internet sudah menjadi hal biasa dilingkungan seorang pelajar.. jadi kalo siswanya ngerti internet gurunya juga harus mengerti internet…

    • saya doakan semoga kalian jadi anak-anak yang tidak hanya cerdas pikir, namun juga cerdas amal. Sehingga kalian tetap mau belajar namun tidak meninggalkan ajaran-ajaran agama Islam yang agung 🙂

  34. Assalamualaikum Wr.Wb
    saya setuju bu , di zaman yang modern ini kita harus mengerti internet . karena di dalam internet terdapat informasi” yang sangat banyak. kita juga harus memilih hal” yang positif dari internet dan membuang hal” yg negatif dari internet. tetapi kita juga jangan melupakan budaya” tradisional negri kita yang sudah mulai tidak di minati oleh generasi muda zaman sekarang.
    sekian dari saya Teriam kasih bu…

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    • orang tua, guru, atau siapapun harus mengenal dan mengerti internet. Dengan mengerti, maka anak-anaknya bisa dikontrol. Kalau tidak mengerti, bisa-bisa dibohongi terus sama anaknya.
      Lagi pula, bener kata bang teguh, anak-anak sekarang lebih enjoy belajar dengan tekhnologi 🙂

  35. Assalamualaikum, bu Mugi. Saya mau sedikit berkomentar tentang posting ini.

    Jaman sekarang, teknologi semakin canggih dan berkembang sangat pesat. Dalam waktu yang cepat, teknologi yang lama tergantikan oleh teknologi yang baru.
    Menurut saya, para guru sudah seharusnya mengetahui dan memanfaatkan fasilitas internet semaksimal mungkin dengan tujuan pembelajaran yang baik. Apabila guru sudah mengetahui cara pemanfaatannya, maka guru dapat memberi menjadi contoh bagi para murid untuk menggunakan internet dengan baik sehingga mendapat dampak positif. Walaupun mungkin sulit untuk berubah dan terbiasa dengan hal yang baru, tapi kalau untuk kebaikan, why not? 🙂

    Sekian komentar dari saya. Terimakasih bu Mugi atas postingannya yang akhir-akhir ini semakin bermanfaat. Semoga saya bisa menulis seperti ibu. Amin 😀

  36. assalamualaikum…
    bu, saya setuju banget sama ibu. setiap anak harus mendapatkan pendidikan yang layak, kalau bisa standar minimalnya bukan 9 tahun, tapinya sampai lulus S1, soalnya sekarang kita dituntut bisa lebih dari S1.
    mungkin tidak ya, kalau ada orang dermawan yang mau membangun sekolah didaerah yang kurang perhatian pemerintah. soalnya kalau nunggu pemerintah bertindak, kasian anak-anak yang memiliki semangat besar untuk belajar. bahkan sekarang lebih banyak orang didaerah yang tidak kalah hebat dengan orang kota, mereka justru lebih mampu membuat berbagai macam penelitian hebat. jadi menurut saya, Indonesia itu adalah negara yang masih mikir duniawi saja, tanpa uang bakalan bla bla bla. kenapa tidak berfikir untuk menambah pahala dengan cara memeratakan kesejahteraan bangsanya.
    saya juga tidak pernah setuju bu, dengan adanya sekolah RSBI sama SBI, mungkin memang diciptakan sebagai pembeda antara yang berduit dan tidak, atau bagaimana saya juga kurang mengerti.
    salut deh, sama Ibu Mugi, guru gaul 🙂 guru juga harus selalu update tentang perkembangan teknologi di era globalisasi ini.

  37. Asslamualaikum Wr Wb
    Saya mau berkomentar yang sekolah RSBI, kan pemerintah sudah memberi sekolah gratis sampai SMP.Tetapi sekarang malah banyak sekolah negri membuka kelas RSBI yang juga membayar begitu besar, kan kasihan anak yang ekonominya kurang.

  38. Ass.Wr.Wb..dengan membaca artikel ini saya sallut terhadap guru,sosok yang dengan tulus membimbing peserta didiknya untuk menguasi berbagai kompetensi yang diiharapkan untuk menjadi individu yang baik atau membawa dampak positif dalam fisik,psikis,sosial ,religi ..di era seperti ini teknologi berkembang sangat cepat apalagi dengan kehadiran internet ,secara tidak sadar internet telah memberikan perubahan terhadap cara hidup dan kegiatan manusia sehari-hari,salah satunya kita bu,guru dan murid,penikmat internet,seharusnya kita sebisa mungkin mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas dari internet itu sendiri,tapi jangan karena semua serba canggih kita jadi pribadi yang malas.adapun masalah RSBI menurut saya itu program negara yang membuat pembatas lapisan masyarakat,seperti perbedaan “kasta”,karena hanya murid yang tingkat ekonominya tinggilah yang bisa bersekolah sedangkan murid ekonomi rendah????,,memang sih tujuannya sama yaitu membuat generasi muda atau SDM negara ini berkualitas,maka saya kurang setuju dengan program RSBI ini,semoga pemerintah menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini..oiya bu,karena artikel ibu saya merasa makin cinta deh sama guru guru Indonesia *hugbumugi 🙂 terus update info info terbaru ya buuu…thx wassalam.Wr.Wb 😉

  39. Assalamualikum bu 🙂
    wah keren banget deh bu tulisannya, bengong saya bacanya bu :D. saya setuju banget banget banget bu, pendidikan di Indonesia emang masih sangat kurang perhatian dari pemerintah, padahal banyak banget anak dari keluarga yang menengah ke bawah yang sangat semangat dan berbakat untuk bisa menikmati pendidikan yang layak seperti anak-anak dari kalangan atas. Dan kalau soal sekolah RSBI dan SBI sih, kenapa nggak semua sekolah itu tingkat pendidikannya sama aja, agar pendidikan di Indonesia itu bisa merata. Seharusnya pemerintah lebih melihat kepada bakat anak tersebut daripada uang yang dimiliki mereka. 🙂
    oh iya, yang tentang ramah tekhnologi bener banget tuh bu, kalau gurunya gaptek juga kan muridnya ga akan maju, karena guru kan juga panutan untuk murid-muridnya 🙂
    Keren banget deh bu pokoknya buat artikelnya, tetep semangat bu buat tulisan yang semakin keren lagi 🙂

  40. Assalamualaikum wr wb
    Saya setuju jika guru-guru sudah sangat mengenal internet, karena banyak informasi-informasi yang bisa didapat dari internet, belajar jadi lebih menyenangkan jika melalui internet, banyak materi-materi yang bis didapat dari berbagai sumber, jadi tidak hanya terpaku pada satu sumber saja..Banyak manfaat positif yang bisa diambil dari internet ^^

    Wassalamualaikum wr wb

  41. Assalamualaikum wr wb

    Bu Mugi, saya sangat setuju dengan ibu. Walaupun beberapa kata dari artikel ini cukup sulit di mengerti tapi setelah saya baca berulang-ulang akhirnya saya mengerti ._.
    Memang di era modern ini mau tidak mau kita harus terbawa dampak globalisasi. Salah satunya dengan media pembelajaran lewat internet. Menurut saya metode pembelajaran lewat internet itu lumayan praktis. Tinggal ketik materi apa yang kita butuhkan maka nanti akan muncul materi yang kita butuhkan tersebut. Media pembelajaran lewat internet ini juga dirasa cukup efektif dan efisien karena orang yang *maaf* kurang mampupun juga tetap dapat mendapatkan ilmu pembelajaran tanpa harus membeli buku pelajaran. Karena bisa jadi semangat dan ketekunan orang orang yang dibawah itu justru malah lebih besar daripada orang orang yang mampu sehingga nantinya dengan usaha tersebut akan tumbuh generasi muda Indonesia yang cerdas.
    Terus tulis blog yang bisa memberikan semangat ya bu 🙂

    Wassalamualaikum wr wb 😀

  42. Assalamualaikum Bu
    Nice Article bu, guru guru memang seharusnya melek internet , karena jika tidak murid murid pasti jadi lebih pintar ( atau setidaknya lebih update ) dari guru , dan itu tidak boleh terjadi Guru pastinya harus lebih pintar dari murid kan bu 😀 , kan kalo murid2 misalnya lagi ngomongin internet gurunya gak ngerti , guru juga akan susah memahami dan mengerti (berbaur) dengan murid muridnya , seingga proses belajar mengajar akan sangat pasif,membosankan,dan lambat (ketinggalan jaman ) 😀
    itu menurut saya bu
    Wassalmualaikum _

  43. Assalamu’alaikum wr. wb.
    waduh ini baru guru modern, ga boleh ketinggalan zaman mehehe. yah kalau guru lebih gaptek dari pada murid, mana bisa guru mengajari murid? terus untuk soal rsbi atau sbi ya… seharusnya sih jadi sekolah biasa aja semuanya ya soalnya ga terlalu efektif ini kan? gurunya juga belum tentu bisa bahasa inggris dengan baik. terus-terus lagian juga cuma menang pake AC doang kelasnya, cuma itu tah. biayanya juga begitu tinggi, jadinya yang bisa sekolah di sekolah macam rsbi atau sbi cuma orang banyak duit. yah bisa dibilang rsbi atau sbi menjadi pembatas antara si kaya dan si miskin. ulala~ padahal setiap anak usia sekolah berhak mendapatkan pendidikan.

    makasih bu Mugi atas tulisannya mudah-mudahan bermanfaat, amin.
    Wassalu’alaikum wr. wb.

  44. AWW bu mugi
    postingan nya sangat bermanfaat sekali bu,dengan internet guru bisa mengikuti perkembangan jaman yang sangat pesat,,walaupun hanya segelintir orang saja yang bisa menikmati kemajuan teknologi ini khususnya bagi guru guru di indonesia,,,tidak mengenal guru usia tua/pun muda
    WWW 😀

  45. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Postingan ini bagus sekali bu Mugi. Internet memang sangat penting buat ilmu pengetahuan kita. Terkadang , bahkan sering siswa malas untuk menimba ilmu nya sendiri dari pembelajaran disekolah ataupun dari buku. Karna selain malas untuk belajar atau membaca buku , kita juga sering bosan dengan apa yang diajarkan oleh guru nya atau metode pembelajaran yang dipakai gurunya. Selain itu siswa juga paling malas jika membaca buku terus menerus. Maka dari itu , internet sangat penting untuk menimba ilmu pengetahuan kita. Berbeda belajar lewat buku dengan internet , jika lewat buku kita harus mencari informasi yang paling cocok dengan informasi yang ingin kita ketahui dan kita hanya membaca dan membaca untuk mandapatkan ilmu tersebut. Tetapi kalau memakai internet tinggal mengklik dan kita pilih mana yang paling cocok dengan ilmu yang akan kita cari. Selain itu , kita belajar lewat internet juga bisa sambil bermain game di web agar tidak cepat bosan dalam belajar. Dan masih banyak sekali keuntungan keuntungan yang akan kita dapat lewat internet. Tidak hanya mencari informasi , kita juga bisa berbisnis lewat internet , kita juga bisa berkomunikasi lewat internet dan bahkan kita bisa eksis , tenar di kalangan infotainment. Jadi internet itu sangat penting di zaman modern seperti sekarang ini. Terima kasih bu Mugi atas informasinya.
    Wassalu’alaikum wr. wb.

  46. assalamualikum wr wb
    setuju bu dengan apa yng ibu tulis ,memang seharusnya guru2 di sekolah2 manapun harus bisa beradaptasi dengan teknologi yg sudah maju ini jngan sampai guru di bilang GAPTEK oleh para muridnya,jadi saya harapkan juga kepada guru guru yng berada di almuslim dan sekolah-sekolah yng berada di pedalaman juga jngan smpe kalah dengan guru guru sekolah yng berada di kot-kota,dan menurut saya juga sekolah yg memiliki standar RSBI tidak harus di adakan karena juga tidak membuatkan hasil yang maksimal,malah juga membuat siswa yng lain/siswa yg tidak masuk ke RSBI menjadi patah semangat dan susah untuk menerima pelajaran dengan baik,sebenarnya skolah RSBI dan skolah biasa juga sama hanya berbeda pada fasilitas dan buku yg di gunakan misalnya buku RSBI di bagian bukunya ada yng berbahsa inggris tapi isinya tetap sama dengan sekolah yang berada di manapun di Indonesia………..

  47. Assalamualaikum Wr Wb
    Saya sangat setuju kepada apa yang sudah ibu katakan di atas, karna guru2 harus mengikuti dan bisa mengetahui tentang tehknologi. Sekarang pada zaman sekarang ini kita harusnya mengetahui apa2 yg sudah maju. Saya harapkan kepada Ibu dan guru2 yg lain agar menjadi guru yg sudah dibilang RSBI atau international, jadi kita smua sebagai murid dapat merasa bangga kepada guru2 kita…

  48. Assalamualaikum Wr.Wb
    Saya setuju bu, karena zaman sekarang sekarang semua orang harus bisa mengikuti zaman yang udah maju ini apalagi tehknologi yang sudah maju. Dan guru juga harus bisa mengikuti dan mengetahui tentang tehknologi jangan sampai guru menjadi gaptek dari pada muridnya. Nah kalau tentang RSBI, pasti banyak sekolah – sekolah internasional menggunakan bahasa inggris dan fasilitas yang lengkap. Tetapi sekolah RSBI itu sebenarnya sama saja hanya fasilitas yang lengkap dibandingkan sekolah biasa.

    sekian dan terimakasih buuu

    Wassalamualaikum wr.wb

  49. Assalamualaikum Wr.Wb

    Guru memang di tuntut untuk selalu selangkah atau beberapa langkah didepan dalam segala hal termasuk dalam ikhtiarnya menggunakan berbagai fasilitas penunjang pengajaran. Semisal teknolog. Karena mengakrabkan diri dengan jendela dunia akan ikut meningkatkan kualitas dan keluasan informasi dan wawasan bagi anak didiknya.

    Wassalamualaikum wr.wb

  50. Assalamualaikum Wr.Wb
    Saya sangat setuju dengan postingan ibu. Memang seharusnya pada perkembangan globalisasi saat ini yang semuanya serba cepat,guru harus bisa mengerti dam mengetahui teknologi seperti internet sebagai pembelajaran. Agar dapat memberikan metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan tidak terpaku pada satu sumber tetapi harus dari berbagai macam sumber. Dengan penggunaan internet pun siswa akan lebih mudah dalam mengerjakan tugas. Saya berharap para guru dapat mempraktekkan metode ini karena pembelajaran pasti akan lebih menyenangkan.

    Sekian,dan terima kasih bu 🙂
    Wassalamualaikum wr.wb

  51. Assalamualaikum Wr.Wb.

    dengan internet kita bisa mengerjakan dengan mudah. bisa mencari pengetahuan melalui internet dan juga mengetahui berita baru lewat internet. guru tidak boleh ketinggalan jaman oleh teknologi. jika guru ketinggalan teknologi akan sulit memberikan metode pembelajaran ke siswa.

    Wassalamualikum Wr.Wb.

  52. Assalamualaikum wr.wb
    saya udah baca artikel ibu yang ini, bagus banget bu.. semangat terus bu nulisnya! 😀 semoga tulisan ibu yang lain-lain makin banyak yang baca. Amin. 🙂
    iya bu emang bener pendidikan di indonesia masih kurang perhatian dari pemerintah, masih ada yang belum memakai proyektor/lcd. apalagi dengan munculnya kelas-kelas rsbi, itu hanya akan membanding-bandingkan dengan kelas yang bukan rsbi (reguler). mungkin murid yang bukan termasuk di kelas rsbi, akan merasa kalau dia itu ekonominya kurang atau kemampuannya kurang bu. Dan saya setuju banget bu kalau guru itu harus ‘melek’ internet, soalnya kan guru itu yang memberi motivasi, inspirasi buat murid-muridnya. kalo gurunya gaptek, masa kalah sama muridnya bu? hehehe :p apalagi sekarang kemajuan teknologi udah pesat banget kan tuh bu, main internet bisa lewat ipad. dan dengan akses internet pun mudah mencari informasi yang kita butuhkan. dari mulai mendownload lagu, mengerjakan tugas, dsb. Sekian bu mugi 🙂

    Wassalamualaikum wr.wb

  53. Assalamualaikum wr. wb 😀

    Saya sangat setuju dengan postingan ibu. Memang di zaman sekarang tekhnologi sudah semakin canggih. Dan seharusnya juga guru harus mengetahui tekhnologi seperti internet. Itu dikarenakan agar dapat dengan mudah memberikan metode belajar kepada anak lainnya.

    Wassalamualaikum wr. wb

  54. assalamualaikum

    ibuuuuuuuuuuu artikelnya menarik bangeeet setuju banget bu kalo internet tuh bisa membuat segalanya jadi mudah misalnya ngerjain tugas segala macem apalagi kalo udah dsuruh ngerjain tugas yang numpuk kalo dibuku itu harus nulis tanggan lebih pegel buang2 kertas gawaaaaaat nanti global warming :o, harus banyak tenaga jenuh juga bawaanya cape ,bete segala macam. tapi kalau di internet gini enak hanya ngetik dan gak akan jenuh juga soalnya bisa sekalian buka akses internet yang lain hehe jadi belajar juga main juga bisa curhat2 nulis2 segala macem juga bisa di blog masing2 hehe, setujuu banget kalo guru harus jago d bidang teknologi jadi guru pun tau apa aja sih yang dakses oleh muridnya dngn begitu muridnya terkontrol.lalu yang soal pendidikan terbatas itu memang memprihatinkan banget kasian orang2 yang tdk punya biaya lebih padahal dia lebih cerdas misalnya. kasian kan, harusnya pemerintah bukan hanya mengadakan program RSBI di sekolah2 mahal aja harusnya di sekolah yang kira2 punya potensi lebih di bidang otak bukan bidang uang.kasian anak2 yang pintar itu otaknya yang luar biasa sia2 karna tdk bsa menumpahkan keahliannya itu . harusnya wajib belajar itu bukan sampai 9 tahun saja tapi 12 tahun sekalian. :). sekian.

    wass..

  55. assalamualaikum bu menurut saya artikel ibu sangat bagus dan patut untuk di contoh para guru2 di indonesia ini karena jika guru itu melek internet itu akan memudahkannya dalam mencari berbagai informasi untuk inspirasi mengajar kepada murid-murid nya jadi para murid tidak akan bosan dengan metode cara guru yang monoton seperti itu saja. jika guru itu melek internet murid pun akan mensupport nya bu karena jaman sekarang yang paling banyak menggunakan internet adalah kalangan remaja (murid SD,SMP,SMA) jika para guru menggunakan hal yang sejalan dengan apa yag sering mereka kerjakan (melek internet) itu akan membangun motivasi para murid untuk lebih giat dalam belajar dan menarik ilmu. dan jika para guru lebih sering mencari informasi di internet itu akan lebih memudahkan para guru untuk mencari bahan materi pembelajaran serta internet pun bisa membantu para guru untuk memberikan tugas-tugas dan materi tambahan kepada muridnya
    wassalamualaikum

  56. wasssssss…..
    saya setuju banget dengan postingan ibu..
    memang dizaman sekarang teknologi internet sudah canggih, guruguru pun mesti lebih tau tentang internet dibanding anak anak muridnya..
    internet juga harus dipakai secara sehat,bukan dipakai untuk hal hal yang negatif..
    jangan GAPTEK lah untuk guruguru sekarang..
    wass…

  57. seya setuju banget tentang masalah ketidakadilan di dalam dunia pendidikan. terutama tentang uu yng mendasari bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan. saya berharap di kemudian waktu pemerintah daat memperbaiki ketidakadilan tersebut.

    untuk tulisan tentang ‘melek teknologi’. menurut saya semua guru tidak hanya dianjurkan untuk membuka mata terhadap dunia maya, tetapi malah diwajibkan untuk mengenal dunia maya. dunia maya yang seperti kita ketahui adalah hal yang paling dekat dengan kita yang dapat mengenalkan kita kepada dunia yang lebih luas. dalam dunia maya banyak sekali manfaatnya, termasuk manfaat bagi para guru. misalkan sharing dengan guru lain yang juga merupakan pengguna internet. dunia maya sangat membantu, bukan? untuk itu guru juga perlu mengenal internet.

  58. Assalamu’alaikum. Wr. Wb bu Mugi saya mau memberikan sedikit komentar tentang postingan ibu ini.
    Abad 21 memang menjadi puncaknya era globalisasi dimana teknologi terutama dalam bidang telekomunikasi dan informatika memang menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Dari anak-anak sampai orang dewasa pastinya pernah bahkan sering mencicipi fasilitas dunia komunikasi global entah dari apapun itu. Namun, ironisnya banyak sekali anak-anak yang lebih canggih dalam menggunakan berbagai gadget serta fasilitas yang terdapat di dalamnya. Saya sebagai siswi SMA sanagt mendukung pendapat ibu bahwa guru-guru saat ini juga harus bisa mengimbangi kecanggihan teknologi saat ini. Bahkan ada baiknya bila guru-guru juga menerapkan keunggulan dari teknologi yang ada dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga para siswa maupun siswi tidak menganggap bahwa guru mereka sebagai guru yang “ketinggalan zaman”. Dengan adanya teknologi tersebut juga dapat memudahkan kita untuk memperoleh pelajaran yang lebih berbasis global. Mengenai sekolah RSBI maupun SBI yang ada saat ini, memang terlalu menyoroti siswanya dalam sistem “kasta”. sehingga ada baiknya bila sekolah tidak hanya meninggikan biaya sekolah dan fasilitas, namun juga harus dilengkapi dengan kebijakan khusus untuk anak-anak yang kurang mampu agar bisa memeperoleh pendidikan berstandar RSBI.
    Oh iya bu, makasih juga informasinya. Semangat bu biar bisa jadi Guru Global!! 😀
    Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

  59. assalamualaikum
    artikel ibu ini membuat saya mengerti akan pentingnya pendidikan dalam kehidupan anak bangsa , saya ingin berkomentar masalah RSBI , sebenernya saya kurang setuju akan kebijakan pemerinta membuat sekolah RSBI karena menururt saya sekolah seperti ini seperti menutup jalan untuk anak-anak bersekolah mungkin karena keadaan ekonomi keluarganya , karna masuk kesekolah RSBI itu butuh biaya yang besar jadi yang masuk kesekolah itu hanya orang-orang kelas atas , sebenarnya saya mempunyai impian untuk membuat sekolah bagi anak-anak yang tidak mampu namun mungkin imipian saya akan tercapai kalau aku kuliah nanti bu , jadi doakan imipian saya agar terkabul ,hehe
    wasaalamualaikum wr . wb

  60. Assalamualaikum wr wb
    saya kurang setuju dengan adanya sekolah yang mengatas namakan sebagai sekolah RSBI karna dalam pelaksanaanya masih kurang. adanya fenomena sekolah RSBI yang sering di cap sebagai sekolahnya orang kaya, akibat tingginya biaya masuk dll membuat munculnya kasta dalam sekolah-sekolah. sekolah negri yang sekarang hanya di isi oleh orang yang punya uang saja, seharusnya sekolah itu kan untuk semua kalangan. bagaimana kalau semua sekolah negri menjadi RSBI? mau dikemanakan anak-anak yang memiliki kekurangan di bidang ekonomi tidak sekolah?
    guru harusnya tidak ketinggalan oleh kemajuan teknologi saat ini. sebaiknya guru memanfaatkan internet sebagai suata sarana pembelajaran. sebaiknya guru juga jangan mau kalah dengan para murid yang telah mengenal internet. sekian wasaalamualaikum wr . wb

  61. assalamualikum bu mugi ,saya sangat sependapat dengan artikel yang ibu buat memang sudah seharusnya pada abad 21 ini harus menguasai internet ,apalagi dengan adanya kemajuan teknologi di indonesia jaman sekarang .
    Jika para guru tidak dapat menguasai internet jaman sekarang bagaimana guru bisa mengajari para muridnya. Apalagi kebanyakan anak -anak pada masa sekarang sudah lebih mengerti dan update teknolgi serta gadget-gadget yang ada.
    Kalo untuk masalah sekolah RSBI dan SBI seharusnya pemerintah lebih mengutamakan dulu anak-anak pinggiran yang kurang mampu ,karena mereka sangat membutuhkan pendidikan dibandingkan anak-anak yang sudah mampu.anak-anak yang sudah mampu belum tentu bisa memanfaatkan program RSBI dan SBI dengan baik .
    Wassalamualikum wr.wb

  62. halow mbak mugi.. saya gak tau harus berkomentar apa. yang penting tetep damai dan salam satujiwa aja.. oke oke…

  63. Assalammualikum wr.wb
    Artikel yang sangat memotivasi guru Bu 🙂 Memang benar, di era yang serba canggih ini, perkembangan teknologi yang sangat pesat memang harus bisa diterima oleh semua orang, apalagi bagi guru-guru yang seharusnya berperan sebagai motivator bagi para siswa, bukannya malah tetap bertahan dengan teknologi yang lama dan tidak mau ikut berkembang sesuai jaman. Saya juga menyadari bahwa perubahan bukanlah hal yang mudah, tapi mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan jaman yang sudah semakin canggih ini.
    Dan tentang sekolah RSBI yang Ibu ulas dalam artikel ini, saya juga menyetujuinya bahwa sebenarnya RSBI bisa dibilang dengan istilah persaingan kasta, padahal sebenarnya materi yang diajarkan tidak jauh berbeda dengan sekolah yang lain, yang berbeda hanyalah fasilitas yang lebih memadai dan biaya yang lebih mahal. Jadi dapat disimpulkan kalau orang-orang yang masuk sekolah RSBI hanyalah orang yang memadai.
    Sekian ya Bu, terimakasih 🙂

    Wassalammualaikum wr.wb

  64. Salam blogwalking bu 😀

    Dunia ini keras ya bu, teknologi pendidikan semakin kesini semakin maju. Dampak dari kemajuan itu sendiri belum tentu berdampak bagus buat pendidikan Indonesia. Banyak orang yang senang dengan adanya teknologi dalam pendidikan karena memang membuat semua nya jadi lebih mudah. Tetapi dari kesenangan itu sendiri mengakibatkan ketidak adilan bagi orang orang yang gak bisa mengikuti teknologi itu. Contoh misal nya, banyakk guru jaman sekarang yang menulis materi materi lewat internet, atau menyuruh siswa mencari tugas dari internet. Belum tentu semua siswa dapat mengikuti itu karena terbatas nya keuangan keluarga yang menyebabkan siswa tsb tidak bisa mengakses internet. Ya walaupun sekarang akses internet sangat mudah di jangkau. Selain internet tsb , penggunaan alat alat teknologi baru dalam proses belajar juga membuat siswa yang kurang mampu terdesak. Jelas, karena ketika suatu sekolah meningkatkan fasilitas sekolah tsb pasti akan menaikan uang pembayaran.

    Kemajuan teknologi dalam pendidikan Indonesia, seharus nya di iringi dengan kebijakan baru pemerintah dalam bidang pendidikan juga 😀
    Sehingga siswa siswa Indonesia yang kurang mampu yang akan menjadi pemimpin kelak, bisa belajar dengan teknologi sama dengan siswa siswa mampu lain nya.

    Hanya sekedar saran dari anak xb 😀

  65. Assalamualaikum wr. wb
    .
    saya kurang setuju bu dengan adanya RSBI. karena, pendidikan yang seharusnya buat semua kalangan dengan adanya RSBI pendidikan menjadi hanya untuk orang-orang yang berekonomian cukup. Padahal orang-orang yang kalangan bawah juga sangat membutuhkan pendidikan. Dan seharusnya pemerintah lebih mengutamakan orang-orang yang kurang mampu.
    dan untuk artikel bu mugi tentang melek internet, saya setuju. kalo internet itu memang sangat penting, apalagi jaman sekarang tekhnologi semakin maju, jadi bukan hanya murid-muridnya saja yang mengenal internet kalo bisa guru-guru juga mengenal internet dan menerapkannya dalam pembelajara sehari-hari.

    Wassalamualikum wr.wb

  66. Assalamualaikum Wr Wb
    Saya sudah membaca artikel ibu, saya juga setuju dengan apa yang semua ibu tulis di tulisan ini, amat sangat menarik. Yang paling saya setujui yaitu tentang ‘guru yang menyiasatin abad globalisasi’. Peran guru sangat lah berarti bagi anak muridnya, anak murid membutuhkan guru yang menurut mereka menarik dan asik, apalagi jika ditambah dengan profil pelengkap yang ada di artikel ini, profil pelengkap yang pertama adalah ‘ramah tekhnologi’, guru yang ramah tekhnologi menurut saya adalah guru yang mau merangkul tekhnologi dan sering-sering menerapkannya di sekolah, mungkin contohnya guru harus kenal dengan alat-alat tekhnologi canggih seperti LCD yang sering di terapkan di sekolah, BlackBerry yang bisa sebagai alat komunikasi antar guru dan murid, Dll. Maka dari itu guru harus kenal dan memakai tekhnologi di kehidupan sehari-harinya agar di minati. Profil pelengkap yang kedua adalah guru harus menjadi motivator plus. Motivator artinya penyemangat, dan plus artinya lebih. Jadi motivator plus menurut saya adalah penyemangat yang sangat wajib sangat menyemangati. Contoh dari guru harus bisa menjadi motivator plus adalah kewajiban agar bisa memberi nasihat, memberi komentar, memberi masukan yang berkait dengan pesan-pesan moral juga akhlak yang baik.
    Waalaikumsalam Wr Wb

  67. Assalamualaikum bu Mugi….
    saya udah baca artikel ibu. saya sangat setuju dengan masalah mengenai RSBI dan SBI. seharusnya pemerintah lebih mengutamakan anak-anak yang kurang mampu, mereka lebih membutuhkan pendidikan. RSBI bisa dibilang seperti persaingan kasta, padahal materi yang diajarkan tidak jauh beda dengan sekolah biasa, dan menurut saya sekolah RSBI yang membedakan hanyalah fasilitas. anak-anak RSBI dan SBI belum tentu bisa memanfaatkan progam RSBI dan SBI dengan baik. dan sekolah RSBI sekarang malah lebih di tujukan untuk kalangan anak-anak menengah ke atas.
    terus mengenai teknologi, guru jaman sekarang harus lebih bisa menguasai teknologi jaman sekarang, karena kalau jika tidak bisa menguasai, bagaimana bisa guru bisa mengajar murid-muridnya. jaman sekarang anak-anak lebih mengerti teknologi di bandingkan orang dewasa.

  68. assalammu’alaikum bu mugi ,”
    saya setuju sekali sama artikel ibu ini dan saya ucapkan terimakasih sama ibu karena pengetahuan saya menjadi bertambah setelah membaca artikel ibu ini. menurut saya kita harus memanfaatkan kemampuan ilmu kita untuk menggunakan internet dalam hal yang positif dan guru sebaiknya sambil mengawsi kita dalam menggunakan internet. maka dari itu , guru sebaiknya harus lebih canggih daripada anak muridnya supaya tidak diisengin sewaktu waktu karena banyak sekali kejadian kejadian seperti itu hahha.

    masalah sekolah RSBI , sekarang banyak sekolah yang hanya cap RSBI tapi belum tentu kualitasnya sesuai RSBI . karena jika sekolah berstandar RSBI seharusnya sudah berbasis b.inggris tetapi tetap saja banyak sekolah yang RSBI tetapi sehari hari dalam pembelajaran memakaii bahasa yang biasa. fasilitas pun belum tentu berstandar RSBI . dan biaya sekolahnya pun beda tipis dengan swasta sehingga para kalangan yang belum mampu tidak bisa masuk ke sekolah yang berstandar RSBI tersebut.

    trimakasih bu , sekian comment dari saya bila ada kesalahan maupun kata-katan yang kurang berkenan mohon dimaafkan ya hehehe.
    wassalammu’alaikum

  69. Teknologi saat ini memang menjadi salah satu hal yang nggak bisa dihindari, semuanya bisa kita akses menggunakan internet. Belajar pun kini tidak hanya lewat buku saja, kita bisa mencari materi di internet, hanya dengan menuliskan kata kuncinya saja kita bisa melihat banyak artikel. Dalam hal pendidikan, ketidakadilan memang masih dirasakan oleh banyak anak, terutama anak-anak yang berada di desa, beberapa hari yang lalu saya sempat melihat berita bahwa peraih nilai UN tertinggi merasa bimbang ingin melanjutkan sekolah atau tidak, dikarenakan kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mencukupi,sedangkan anak-anak dari kalangan atas, yang mendapatkan fasilitas belajar yang sangat bagus malah menyia-nyiakan kesempatan itu.
    Saya kagum,salut dan bangga sama apa yang sudah para guru berikan, meskipun setiap tahun trend zaman berubah, semangat para guru nggak pernah padam, terus mencoba dan terus mengabdi untuk memberikan hal yang bermanfaat 🙂
    Terima kasih bu mugi sudah memberikan sesuatu hal yang baru dan menyenangkan dalam kegiatan belajar saya, memunculkan kembali kesenangan saya terhadap dunia menulis. Oh iya, saya setuju dengan pernyataan ibu yang menyatakan bahwa menulis merupakan ungkapan isi hati yang nggak bisa diungkapin dengan kata-kata 🙂

  70. assalamualaikum ibu mugi
    saya sudah membaca artikel tentang ini kalo bisa dibilang,belajar dengan mengikuti zaman demi zaman. dari mulai ohp sampai internet merupakan sarana yang paling mudah dan murah meriah bu. dimana kita bisa akses apa yang ada dalam pikiran kita dengan keyword yang kita inginkan dan hasil dari pencarian itu pun akan muncul dengan begitu mudahnya, namanya juga zaman pasti akan berputar begitu pula dengan teknologi yang digunakan akan semakin canggih. dan tinggal bagaimana dengan kemodernan itu kita juga bisa berpikir modern dalam arti bukan instan saja. mudah2an dengan perkembangan yang kian pesat ini dengan internet generasi mendatang serta guru dan murid akan terasa termudahkan dengan sistem pembelajaran yang lebih modern.
    kalau masalah tentang sekolah yang udah ada logo RSBI juga sekarang banyak ko bu yang cuma mereka hanya mendapatkan fasilitas yang modern tapi dari arti RSBI nya sendiri malah sekolah yang menggunakan logo atau embel-embel itu banyak yang didalamnya ga sama sekali menggunakan program yang ada seperti misalnya wajib berbahasa inggris malah ngga pake. jadi menurut saya program seperti itu juga percuma dan sama sekali ga efektif dalam menilai sekolah itu. jadi menurut saya sih percuma aja
    terima kasih
    wasslamualaikum wr wb 🙂

  71. Assalamualaikum wr. Wb
    Artikelnya bagus bu. Iya, bener banget, di zaman modern seperti skrg ini kita harus bisa mengikuti arus globalisasi, yg salah satunya ya mengenal internet itu. Anak2 zaman sekarang pun sudah tak asing lagi dengan internet, bahkan kalau misalkan disuruh mencari tugas kita lebih nyaman dan mudah mencari di internet daripada di buku hehehe. Guru juga seharusnya bisa mengikuti perkembangan zaman yang makin pesat ini(update) seperti anak2 muridnya, jangan sampai muridnya malah lebih tahu daripada gurunya, kan repot. Itu menurut saya bu, wassalam

  72. Assalamualaikum bu mugi,
    ini artikel yang amat menarik sekali khususnya bagi para guru, agar bisa melihat pendidikan lebih jauh lagi seperti ibu. Disini juga bagus untuk para guru agar semakin termotivasi, khususnya lebih up to date lagi terhadap perkembangan-perkembangan di jaman era globalisasi ini.
    Semoga artikel ibu ini dapat bermanfaat bukan hanya bagi kami para muris, tetapi untuk banyak orang juga 😉 keep spirit on writing bu 😀 wassalam

  73. Assalamualaikum bu mugi
    artikel nya ok banget bu , emang bener sih bu jaman sekarang harus bisa mengikuti era globalisasi jadi memangharus sudah mengenal internet itu sendiri mungkin kalau dilihat sekarang anak-anak kecil saja sudah mengenal apa itu internet,jadi harusnya paling ngak gurunya harus mengenal apa itu internet harus update informasi nya jadi jangan sampai kalah dengan anak muridnya

    ok deh bu itu pendapat saya mengenai artikel ibu,semoga artikel ini bermanfaat.

  74. assalamualiakum bu mugi
    artikel nya bagus bu saya sangat suka , jaman sekarang emang harus ikuti era globalisasi jika tidak mengikuti dianggap “kamseupay” kata anak-anak sekarang saya aja mengenal internet sejak smp awal tapi saya jadi tahu apa itu internet dan apa yang sedang lagi update dan apa yang sedang terjadi melalui internet itu…

    tidak usah berpanjang lebar lagi … saya sangat kagum sekali dengan tulisan ibu itu… terima kasih ..

  75. Assalamualaikum wr.wb

    Saya setuju dengan artikel yang di buat oleh ibu ini, memang dengan internet semua bisa menyelesaikan tugas-tugas apapun yang di berikan oleh guru, dan memang seharusnya kita menggunakan internet dengan sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif. Saya juga setuju kalau guru minimal harus memiliki profil pelengkap seperti “ramah teknologi” dari sini guru memang di wajibkan untuk mengenal dan memakai internet, dan yang kedua adalah “motivator plus” di sini juga memang seharusnya guru di tuntut untuk menjadi motivator bagi para siswa-siwanya. Untuk masalah sekolah bercap RSBI dan SBI, saya kurang setuju dengan pemerintah yang mengadakan kelas RSBI dan SBI karena hanya mencirikan “kasta” di banding dengan kemampuan otak. Pemerintah seharusnya mengerti kenapa banyak anak-anak yang kurang mampu tidak bersekolah, coba pemerintah sesekali mengadakan kelas RSBI di sekolah negri yang memang tidak mampu, mungkin saja di sekolah tersebut banyak anak-anak yang lebih pintar di bandingkan anak-anak yang bersekolah di sebuah sekolah mahal bercap RSBI.

    sekian dari saya ya bu. Wassalamualaikum wr.wb

  76. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Bu Mugi, saya setuju dengan artikel ibu ini. Soalnya teknologi saat ini menjadi satu hal yang tidak bisa dipungkiri, pasti semua bisa dicari dengan internet. Kemudian di era globalisasi saat ini, teknologi harus bisa diterima dikalangan masyarakat. Contohnya seperti OHP, saya memang merasakan sendiri perubahan yang terjadi pada teknologi. Saat saya SMP kelas 1, Bu Emar mengajar dengan menggunakan OHP tapi semakin termakan zaman, OHP mulai tertutupi oleh LCD. Mungkin di masa yang akan datang ada yang lebih canggih dari LCD. Dan teknologi seperti internet juga tidak boleh disalah gunakan. Dengan adanya artikel ini mudah-mudahan para guru Indonesia bisa melakukan perubahan yang positif pada pendidikan di Indonesia dan bisa mengajarkan internet sehat. Dan soal RSBI, sebenarnya saya kurang setuju. Karena dahulu sekolah bisa dimasuki oleh semua kalangan masyarakat tetapi sekarang mungkin hanya bisa dimasuki oleh kalangan yang berekonomi cukup saja. Dan RSBI tidak menanggung kemampuan si murid lulus dengan hasil memuaskan, kalau itu sih tergantung bagaimana cara si murid itu belajar dan bagaimana cara guru tersebut mengajar. Sekian ya Bu Mugi.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  77. Assalamualaikum bu mugi
    Alhamdulillah banget aku gak nyesel baca tulisan ini, gara-gara aku baca ini nih bu motivasi aku mulai muncul dan banyak pesan bermanfaat untuk kedepannya aku nanti. Untuk masalah melek internet nih bu pasti semua kalangan udah tau apa itu internet mulai dari anak-anak sampe orang dewasa udah pasti mencoba internet. Tapi masalahnya hanya penggunaannya saja apakah negatif atau positif. Dari peran seorang guru yang mencoba mengarahkan ke yang positif untuk anak didiknya justru membuat munculnya keinginan anak itu untuk melakukan hal menulis misalnya. Jujur saja sih saya baru tau blog semenjak ibu memberi tugas leadership untuk mempunyai acc blog untuk tugas, dulu yang saya tau internet itu hanya sekedar bermain facebook atau mencari artikel tapi alhamdulllah tugas yang ibu brikan memberikan kesan positif untuk saya.

    Guru jaman sekarang menurut saya lebih menyenangkan dibanding tahun-tahun sebelumnya karena materi pengajarannya disatukan dengan internet. Pada jaman era globalisasi seperti ini bukan saatnya kita lagi yang mengikuti teknologi tapi teknologi yang menyertai dengan pembelajaran kita jadinya kita tidak hanya terpaku dengan buku saja tapi bisa tau informasi lebih luas kalo dari internet.

    Sekian bu komentar dari aku, maaf kalo rada gak nyambung hehehe
    Wassalamualaikum wr wb 🙂

  78. bu,saya sudah melihat tulisan ibu selain murid2 jaman sekarang yang sudah melek teknologi alias mengikuti perkembangan jaman teknologi,guru juga ada baiknya mengikuti perkembangan teknologi juga.apalagi jaman sekarang menulis sudah banyak menjadi mata pencaharian khususnya melalui internet,dan banyak sekolah juga jaman skarang yang mengunakan internet sebagai alat untuk belajar mengajar.naah,seharusnya skarang ini seorang guru wajib mengerti yang namanya penggunaan internet agar dapat mengajarkan kepada anak didiknya 🙂 (y)

  79. iya bu saya sangat setuju bahwa guru adalah salah satu penentu keadilan pendidikan, bukankah tak akan pernah ada orang sukses bila tak ada gur, semua komponen masyarakat sangat membutuhkan guru, terutama guru yang seperti ibu, guru yang selalu memikirkan masa depan murid murid mereka, andai saja pendidikan di negeri kita benar-benar free, tak ada kesulitan lagi bagi begitu banyak masyarakat yang kurang membutuhkan untuk bersekolah, sekolah, lembaga formal yang selama ini selalu dianggap lembaga terpenting. tapi nyatanya se gratis apapun biaya sekolah tetap saja banyak anak yang belum bisa sekolah, ya mungkin dana operasional mereka gratis, tapi buku mereka, seragam, tas dan sepatu semuanya tidak gratis, haduh saya jadi pingin jadi bupati nih hehe, good job bu, lopelope di udara buat bu mugi

  80. Assalamualaikum ibu Mugi

    Setiap artikel yang bu Mugi tulis memang bagus, isinya bermanfaat bagi yang membaca. Tanpa pikir panjang saya acungkan 4 jempol saya untuk ibu.
    Jujur bu, sebelum membaca artikel ini saya tidak memikirkan bagaimana keadilan dalam pendidikan di negri kita ini. Saya setuju kalau mutu pendidikan yang baik bukan hanya ada di sekolah mahal. Mungkin, walaupun ada sekolah yang kurang bagus jika di sekolah itu para gurunya mengajar dengan semangat dan memberikan yang terbaik untuk murid bisa saja pendidikan yang didapat setara dengan sekolah sekolah mahal, apalagi kalau gurunya tidak gaptek dan penuh kasih sayang seperti bu Mugi 😀

    Sukses ya bu dengan tulisan – tulisannya

    Wassalamualaikum
    Kucay

  81. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya sangat setuju dengan ulasan tentang “Sekolah RSBI dan SBI” yang ibu sampaikan. Memang, bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa sekolah-sekolah yang berstandar RSBI atau SBI sekarang ini yang bisa menikmati menikmati hanya ‘Golongan Menengah Keatas’ saja. Hal ini memberikan efek ‘Negatif’ dimata sebagian orang dan memberikan dampak buruk terhadap siswa yang kurang mampu, karena mereka yang kurang mampu tidak bisa menikmati sekolah berstandar RSBI ataupun SBI karena ketiadaannya biaya. Seharusnya, sekolah RSBI atau SBI ini memberikan peluang bagi siswa yang kurang mampu untuk mengenyam pendidikan disekolah tersebut. Semisal dengan memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu yang berprestasi. Hal itu bisa menjadi ‘Positif’, karena menurut saya dengan begitu dapat memacu siswa yang kurang mampu untuk berusaha keras agar dapat mengenyam pendidikan di sekolah RSBI ataupun SBI.

    Untuk ulasan “Guru Menyiasati Abad Globalisasi”, menurut saya, sudah menjadi keseharusan bagi guru yang ada di jaman sekarang ini untuk ‘bergulat’ dengan teknologi yang semakin lama kemajuannya semakin pesat. Karena kalau tidak, nantinya guru yang tidak bisa ‘bergulat’ dengan kemajuan ini hanya akan ‘Mati Kutu’ dan dianggap kuno bagi para muridnya.

    Sekian. Semangat bu buat ‘Bergulatnya’ untuk menjadi guru yang modern! 😀
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  82. Assalamu’alaikum Bu Mugi
    Postingannya menarik bu, emang bener kalo di zaman sekarang penggunaan internet udah jadi sesuatu yang banyak sekali memberikan manfaat di bidang pengetahuan. Apalagi buat para pelajar penggunaan internet udah gak bisa dipisahkan dari kegiatan sehari-hari mulai dari nyari bahan pelajaran, sumber referensi, sampai komunikasi ke seluruh dunia. Tapi gak semua yang ada di internet bermanfaat yang pasti ada negatifnya juga. Tergantung kita nya sendiri gimana menggunakannya. Kalau buat guru pastinya harus bisa mengikuti perkembangan zaman yang ada karena dengan begitu mereka tidak ketinggalan zaman. Dan dengan terus berkembangnya penggunaan teknologi di bidang pembelajaran semoga dapat membuat para guru bisa terus memanfaatkan teknologi yang ada sehingga dapat menciptakan hasil yang terbaik dalam kegiatan pembelajaraan.
    Kalau tentang sekolah yang saat ini banyak yang berstatus RSBI, menurut saya pemerintah harus mengkaji ulang tentang hal tersebut. Karena sekolah yang berstatus RSBI hanya membuat kesenjangan antara siswa mampu dan tidak mampu semakin besar. Sagat disayangkan sekarang banyak sekolah negeri yang berstatus RSBI menerapkan biaya cukup besar untuk siswanya padahal sekolah milik pemerintah seharusnya bisa membantu pelajar yang tidak mampu untuk tetap bisa sekolah.

  83. Assalamu’alaikum 🙂

    Saya setuju dengan artikel ini. Di era globalisasi kita harus melek dalam segala hal,terutama dengan internet agar kita dapat mengikuti perkembangan zaman. Karena semua orang tau banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari internet. Kita bisa mengakses apa saja yang kita mau,kita juga bisa mencari ilmu pengetahuan dari internet. Tapi bukan berarti internet selalu berdampak positif tp adapula negatifnya,seperti pornografi. Maka dari itu guru harus melek dengan internet agar bisa membimbing. Jgn sampe ilmu pengetahuan internet muridnya lebih tinggi dari gurunya.
    Sekian yaaa bu. Wasslamu’alaikum 🙂

  84. Assalamualaikum wr.wb.

    Sebagian dari orang yang memberikan komentar pada postingan ini mengatakan setuju, begitu pula dengan saya.Zaman telah berubah, begitu pula dengan halnya pendidika di Indonesia. RSBI berdampak seperti adanya ‘pembagian kasta’, yang hanya dapat dinikmati oleh kaum menengah keatas. Apalah artinya RSBI yang bertaraf internasional, kalau biayanya selangit dan rakyat yang kurang mampu tidak bisa menikmatinya? Mana janji pemerintah yang menggunakan program ‘BOS’ tapi tetap saja disalahgunakan, sehingga rakyat kurang mampu tidak bisa mengenyam pendidikan yang baik tanpa harus mengkhawatirkan soal biaya?

    Kadang saya bingung dnegan negri ini, pemerintah terlalu mengobral janji terutama di bidang pendidikan. Andai saja biaya pendidikan benar-benar gratis.

    Perkembangan teknologi juga tidak luput dari metode pembelajaran. Menurut saya, Ibu telah berhasil mengajar dengan menggunakan metode ‘ramah teknologi’ ini. Terimakasih sebelumnya ya, Bu 🙂 Saya senang dengan guru yang menggunakan metode ini karena selain sekedar tidak ‘gaptek’, tugas-tugas yang telah diberikan menjadi lebih mudah dikerjakan, karena lebih praktis.

  85. Assalamualaiku Bu Mugi 😀
    Saya setuju dengan postingan ibu bahwa seorang guru harus ramah teknologi. Karena guru adalah pembentuk sosialisasi seorang anak di sekolah, sehingga peran guru sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Saya setuju dengan apa yang dikatakan DR. Muslimin Nasution, APU : Change or die ! Dari kata tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa kita harus melakukan perubahan dimulai dari diri sendiri karena sedikit perubahan mampu membawa pengaruh yang besar untuk menjadi yang lebih baik. Dan jika kita tidak dapat melakukan perubahan, kita bisa dibilang “mati” atau dalam kata lain buntu dengan wawasan dan pengalaman yang kita dapat.

    Mengenai sekolah RSBI menurut saya, dari sisi positifnya program tersebut bagus karena dapat menjadikan generasi muda menjadi SDM yang berkualitas sehingga tidak kalah saing dengan SDM di negara maju yang dapat mengelola dengan baik SDA yang dimiliki. Namun jika diteliti lagi RSBI masih banyak kekurangannya karena sekolah berstandar Internasional tersebut dapat saja ditempati oleh siapapun namun dengan syarat “berduit”. Yang tidak memiliki biaya tidak akan bisa masuk kesini karena biaya yang dibutuhkan pun tidak murah. Disinilah terlihat ketidakadilannya, dan menunjukkan “kasta” sehingga orang yang belum mempunyai cukup biaya terlihat seperti tersingkir dengan orang2 yang “berduit”. Padahal banyak siswa-siswi yang pintar dan ingin mendapatkan pendidikan yang sama seperti anak-annak lain namun keadaan ekonomi lah yang menghambat pendidikan mereka.

    Terakhir, saya akan mengikuti saran ibu tentang “internet sehat” saya akan menggunakan internet dengan seperlunya dan sebaik-baiknya. Saya termotivasi dengan ibu sehingga saya akan mencoba untuk banyak menulis. Tetap semangat bu Mugi dengan blogging nya dan tetap menjadi “The Best Writer” untuk saya 😉

  86. assalamualaikum 🙂 . saya tertaarik sekali dengan artikel ibu yang satu ini. Terutama mengenai teknologi di tengah-tengah pendidikan. Zaman sekarang memang semua sudah serba canggih. Untuk seusia pelajar SMA tentu akan mudah sekali terbawa arus teknologi atau lebih tepatnya terpengaruh oleh adanya teknologi. Bahkan banyak anak sekolah yang rela membohongi orang tuanya hanya untuk pergi bermain game di warnet. Bergadang hingga larut malam karena asyik facebookan twitteran dan lain lain sebagainya yang ber bau-bau internet. Tentu dengan adanya internet ini ada sisi positif dan negatifnya. Nah, dengan adanya perkembangan zaman modern ini tentu peran seorang guru sangat diperlukan. Karena gurulah yang mendidik karakter seorang pelajar. Untuk itu guru pun tak boleh ketinggalan dengan adanya perkembangan teknologi ini. supaya hal-hal yang dilakukan seorang pelajar dapat terpantau dengan baik dan terarah ke sisi-sisi positif dari penggunaan teknologi ini.
    untuk mengenai SBI dan RSBI saya pun setuju dengan artikel ibu. Karena hanya orang-orang kalangan atas saja yang dapat bersekolah di sana, padahal sekolah itu milik pemerintah. Yang seharusnya memberikan keringanan biaya sekolah bagi kalangan bawah ekonomi. Agar anak-anak Indonesia semua dapat memperoleh pendidikan lebih baik, karena merekalah yang nanti akan menjadi penerus bangsa.

  87. Assalamualaikum…..
    Bu, sewaktu SMP saya pernah merasakan belajar melalui OHP, sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu. Sekarang sudah lebih modern lagi, yaitu menggunakan LCD. Perkembangan di zaman era globalisasi ini tentunya alat-alat semakin canggih, fasilitas-fasilitas juga semakin mudah di akses. Saya setuju jika guru-guru melek internet. Karena di zaman yang sudah global ini siapa yang tidak mengenal internet. Kami semua harus up to date supaya tidak ‘gaptek’. Dan pastinya, para guru membutuhkan materi atau sumber-sumber yang cukup banyak untuk dikelola menjadi suatu bahan pembelajaran yang akan disampaikan kepada muridnya. Nah, internet merupakan salah satu cara yang sangat mudah untuk digunakan. Hemat waktu, hemat tenaga pula.
    Untuk sekolah yang berbasis RSBI seharusnya tidak perlu dibatasi untuk kalangan orang atas saja. Karena orang-orang yang berekonomian rendah belum tentu mereka bodoh. Biasanya, mereka lebih semangat untuk belajarnya dibanding orang-orang yang berekonomian atas. Seharusnya pemerintah memberikan toleran untuk orang-orang yang semangat belajarnya tinggi, dibanding mereka yang hanya mengandalkan uang.
    Itu saja pendapat saya Bu..Terimakasih

  88. Assalamualaikum wr. wb
    Saya setuju dengan tulisan bu mugi tentang SBI dan RSBI, seharusnya orang yang memiliki per ekonomian di kalangan bawah bisa mencicipi bangku sekolah, tidak seperti saat ini banyak anak-anak indonesia yang sudah banyak putus sekolah gara – gara perekonomian orang tua mereka yang tidak mencukupi untuk membayar sekolah. Sekarang sekolah negeri dan sekolah swasta hampir sama dalam masalah administrasi, seharusnya sekolah negeri adalah sekolah yang dibantu oleh pemerintah dan sekolah negeri adalah sekolah yang bisa di nikmati oleh semua anak-anak indonesia. Zaman sekarang anak yang tidak lulus tes masuk sekolah malah bisa masuk dengan pelicin (uang). Pemerintah harus menindak tegas sekolah-sekolah negeri yang seperti itu agar anak indonesia bisa bersekolah dan belajar bersama teman-temannya.

    Tentang tulisan ibu mengenai “Guru Menyiasati Abad Globalisasi”, seharusnya guru harus lebih belajar lagi mengenai tentang ilmu komputer agar guru tidak kalah dengan muridnya. Zaman sekarang adalah zaman modern barang-barang elektronik sudah lebih canggih dibandingkan zaman dahulu, sekarang hape saja sudah bisa internetan bahkan sekarang TV juga bisa internetan, dan terus menerus Anak-anak zaman sekarang menggunakan laptop sudah tidak asing lagi di mata kita sudah banyak anak-anak sd yang mempunyai laptop bahkan hape Blackberry. Itulah zaman yang setiap waktu bisa berubah secara terus menerus dan buat guru pelajari terus tentang ilmu komputer agar tidak kalah dengan anak kecil zaman sekarang 🙂

    terimakasih bu, jika ada perkataan mohon dimaafkan 🙂
    wassalamualaikum wr.wb

  89. Assalamualaikum ibu Mugi

    Useful banget bu postingan nya. Gak nyangka ternyata masih ada tipikal guru seperti bu Mugi yang mau menjadi guru yang ramah tekhnologi dan mampu menjadi motivator bagi siswa.

    Sebagai pembimbing dan pendidik memang sudah seharusnya guru mengetahui perkembangan zaman yang terus berubah. Jangan sampai, guru tidak diminati karena enggan memakai tekhnologi. Dalam hal mengajar pun bisa membosankan dan kurang wawasan. Bagaimanapun, siswa lebih interest dengan guru yang update dan tidak gaptek. Sebagai contoh ibu Siti Mugi Rahayu 😀
    Change or die. Ya, bagaimanapun juga perubahan harus dilakukan untuk menjadi lebih baik.

    Cukup sekian testimony dari saya bu 🙂 ♥

    Wassalamualaikum

  90. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Ibu,saya setuju dengan artikel yang ibu buat,menurut saya memang di jaman Globalisasi ini teknologi berkembang sangat pesat, hampir semua siswa di Indonesia mahir dalam menggunakan Teknologi dari kalangan tingkat Sekolah Dasar sampai Mahasiswa. Mungkin para guru harus bekerja ekstra keras untuk memahami teknologi apa lagi yang belum mengenal sama sekali tentang teknologi yang akan kalah sama anak didik nya yang sudah mahir dalam bidang teknologi dan akan sulit untuk mengejarnya.

    selain harus mengerti teknologi menurut saya guru juga harus bisa percaya pada kemampuannya dalam mengajar, banyak guru yang tidak percaya pada cara mereka mengajar walaupun mereka sudah mengerti dengan baik tentang teknologi, seperti memberikan kisi-kisi atau latihan soal yang sama persis dengan ulangan-ulangan yang mereka berikan kepada anak-anak didik mereka agar nilai yang mereka peroleh sangat oke. saya berfikir tindakan itu bukan hanya membuat anak menjadi malas belajar tetapi juga akan mengajarkan anak-anak hal-hal negatif seperti anak akan berfikir “buat apa belajar toh nanti dapat kisi-kisi yang sama dengan soal, tinggal menghafal saja,,!!!”. dengan tindakan guru itu mungkin nilai para siswa tidak ada yang buruk akan tetapi itu akan sangat membahayakan untuk masa depan anak tersebut sewaktu mereka sudah mempunyai tanggung jawab. jadi menurut saya guru bukan hanya harus mengerti teknologi, guru juga harus percaya pada kemampuannya dalam mengajar agar para murid tidak mendapatkan hal-hal negatif dari cara mengajar seorang guru.

    sekian bu dari saya jika ada kata-kata kurang baik mohon di maafkan.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

  91. assalamualaikum bu mugi,tulisan nya bagus banget bu,dan saya juga kurang setuju dengan adanya sekolah RSBI dan SBI,karena dengan adanya RSBI dan SBI di sekolah negri,yang awalnya adalah sekolah yang merakyat malah menjadi sekolah yang serba WAH sebenarnya untuk meningkatkan kualitas suatu sekolah terutama negri tidak perlu dengan adanya cap RSBI dan SBI lebbih baik cukup dengan prestasi saja agar semua anak dari segala kalangan dapat disamaratakan itu akan lebih baik,pendidikan tidak harus yang mahal tapi bagaimana ada niat dan kerjasama antara murid guru dan sekolahnya.terima kasih tetap jadi guru yang update ya bu mugi,wassalamualaikum

  92. Assalamualaikum bu mugi, setelah saya membaca artikel ibu yang berjudul “Peran guru dalam mewujudkan keadilan pendidikan dan menyukseskan gerakan guru menulis”. Saya setuju akan hal pendidikan yang sebagaimana diatur dalam pasal 3 ayat 1 dan UU no.23 tahun 2002 tersebut,yang menjelaskan bahwa setiap warga negara layak untuk mendapatkan pendidikan, Dan pandangan saya tentang SBI maupun RSBI masih kurang setuju, karena dengan adanya RSBI yang bisa dikatakan sekolah yang lebih “wow” harga pendidikan akan semakin mahal, dan untuk orang yang kurang mampu itu sangat menyulitkan mereke untuk bisa mengenyam pendidikan.. Emang, di negara kita sudah ada bantuan dana pendidikan yang biasa disebut “dana BOS” tetapi kenyataannya dana itu tak hanya dipakai di kalangan bawah, bahkan kalangan keataspun juga mengikuti dana tersebut, itu sangat tidak adil. Dan di era globalisasi yang sangat pesan dan dilengkapi kecanggihan tekhnologiny, saya setuju ajan hal Ramah lingkungan dan guru sebagai motivator plus… Karna seorang anak sangat penting mendapatkan pendidikan di era yang hampir bisa dibilang serba canggih, kebiasaan bu mugi suka menulis dari SD itu dapat memotivasi saya, akan hal-hal yang menakjubkan….. Tentang IGI, saya sangat setuju akan gerakan tersebut. Guru dengan ramah internet juga setuju karna, kalau kita melihat sisi positif dari internet tersebut sangat banyak sekali maanfaatnya, bahkan bisa menjadi penulis di blog-blog seperti blog bu mugi ini, yang sangat bagus dan besar manfaatnya untuk menambah informasi di bidang manapun. 🙂 wassalamualaikum wr.wb

  93. Assalamualaikum Wr.wb iya bu saya sangatlah setuju dengan ibu.jaman Sekarang dimana tekhnologi Dan sealants Susah maju anak2 harus mendapatkan pendidikan yang sangatlah layak Dan setinggi-tingginya,agar mereka tidak kalah saing oleg orang2 lain ya 🙂

  94. Assalamualaikum wr.wb
    saya sangat setuju dengan tulisan ibu yang satu ini, karena perkembangan teknologi zaman sekarang sangat berkembang cepat , karena di zaman sekarang siapa yang tidak mengenal internet? untuk zaman sekarang apalagi untuk kalangan anak SMA mudah sekali terpengaruh oleh perkembangan cepatnya teknologi jaman sekarang. bahkan sampai lupa waktu kalau sudah main yang namanya internet , apalagi sekarang anak kecil sudah mengenal yang namanya internet, HP, dan gedget lainnya.
    untuk mengenai sekolah RSBI saya juga sangat setuju dengan tulisan ibu, menurut pendapat saya sekolah RSBI tidak hanya untuk kalangan kelas atas aja, sekolah RSBI itu bisa juga bisa buat anak-anak yang cerdas tapi kebanyakan anak-anak kalangan kelas atas yang masuk sekolah tersebut.

    Wassalamualaikum wr.wb 😀

  95. assalamualaikum bu mugiiii 🙂

    saya setuju dengan tulisan ibu ini, dan saya setuju dengan menurut om jay, yang bilang menjadi guru adalah sebuah keberanian. BERANI CAPEK, BERANI SUSAH, DAN YANG PLG PENTING BERANI MENANTANG ZAMAN.

    sekarang sudah bisa akses internet dimana saja ya bu? jadi kita gampang buat cari-cari pengetahuan. apalagi untuk guru, peran utama untuk anak-anak sekolahan, jadi guru harus lebih paling tahu tentang pengetahuan dan perkembangan zaman, jangan ketinggalan sama anak muridnya haha 😀 terus dengan sekolah RSBI kenapa sih bu harus ada sekolah yang segitu lebih mandang perbedaan, saya kurang setuju tuh bu ada sekolah kaya gitu, kayanya jaman dulu sekolah semuanya sama aja bu, ga ada yang mandang mana si miskin dan mana si kaya, jaman emang udah berubah banget ya bu?…. oh ya bu apalagi pas bu mugi cerita tentang tekhnologi yang OHP sekarang jadi sampah tekhnologi karena ada tekhnologi yang lebih canggih lagi. jaman makin berkembang pesat, tekhnologi makin janggih, dan orang pintar hanya membutuhkan SDM berduit dan pintar.

    buat bu mugi, saya kagum punya guru kaya ibu, guru yang suka nulis di blognya tentang apa yang engga saya tau hehe. sukses buat bu muggiiiii 😀 😀 😀 🙂

  96. assalamualaikum wrb.wb

    memang jaman sekarang teknologi sudah canggih , terutama internet , banyak anak dibawah umur banyak yang sudah mulai mengerti bagaimana menggunakan internet .

    namun banyak juga anak yang menggunakan internet dengan sisi negatifnya .

    RSBI saya tidak setuju dengan adanya sekolah tersebut , karena terlalu membeda-beda kan anak yang mampu bersekolah dan todak

    sekian dari saya
    wasalam

  97. assalamu’alaikum bu mugiiii 😀
    menurut saya postingan ibu sangat menarik, Sangat bermanfaat untuk para guru di Indonesia untuk bisa menggunakan alat tekhnologi yang semakin canggih selagi berlanjutnya zaman modern dan mendukung adanya teknologi dalam metode pembelajara di sekolah. karena selain membantu untuk pribadi guru itu tersebut, anak -anak di sekolah juga mendapatkan ilmu dan wawasan yang lebih luas untuk mengetahui segala sesuatunya tetapi masih dalam konteks yang bersifat positif.

    Selain itu, saya bertanggapan tentang sekolah RSBI dan SBI. tntu itu sangat tidak adil terhadap anak-anak yang berkeinginan untuk sekolah, misalnya anak jalanan. Mereka pasti sangat ingin untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan nyaman. Tetapi dengan adanya sekolah RSBI, itu membuat mereka putus asa kembali karena masuk sekolah RSBI pun masih sangat membutuhkan biaya yag hanya bisa dibayar oleh orang-orang yang kalangan menengah atas. Tentu karena mereka dilatar belakangi oleh keadaan ekonomi mereka terpaksa tidak melanjutkan pendidikan. Contohnya lagi, misalnya sekarang sudah ada BOS dari pemerintah untuk anak-anak yang tidak mampu, tetapi BOS disamping itu hanya memberi kebebasan dalam bersekolah tetapi tidak melengkapinya dengan fasilitas yang memadai misalnya anak-anak di haruskan lagi mengeluarkan biaya untuk pembayaran buku, tentu itu sama saja tidak memberi mereka kebebasan dan kenyamanan dalam sekolah. Untuk itu, saya berharap semoga pendidikan di Indonesia ini bisa menjadi lebih rata dan adil.
    Terimakasih bu mugiiiii 😀

    Wassalamu’alaikum 🙂

  98. Assalamualaikum wr.wb
    saya setuju dengan postingan ibu yang satu ini,
    sebab perkembangan
    teknologi zaman kini
    sangat berkembang pesat
    karena di zaman sekarang
    siapa yang tidak mengenal
    dunia maya /internet untuk zaman kini
    sekarang apalagi untuk
    kalangan anak SMA mudah
    sekali terpengaruh oleh
    perkembangan cepatnya
    teknologi jaman sekarang.
    bahkan sampai lupa waktu
    kalau sudah main yang
    namanya internet , apalagi
    sekarang anak kecil sudah
    mengenal yang namanya
    internet, HP, dan gedget
    lainnya.
    untuk mengenai sekolah
    RSBI saya juga sangat setuju
    dengan tulisan ibu, menurut
    pendapat saya sekolah RSBI
    tidak hanya untuk kalangan
    kelas atas aja, sekolah RSBI
    itu bisa juga bisa buat anak-
    anak yang cerdas tapi
    kebanyakan anak-anak
    kalangan kelas atas yang
    masuk sekolah tersebut.
    Wassalamualaikum wr.wb

  99. menurut saya artikel atau tulisan ini sangat bagus dengan perkembangan zaman yang ada sekarang, artikel ini di tulis tentang bagaimana cara peran guru dalam mengajar di bidang pendidikan dengan perkembangan yang ada di jaman sekarang, yaitu jaman global atau mendunia atau dengan tekonologi yang bernama internet . dengan internet guru bisa mengajar dengan perkembangan yang ada sekarang . bahkan guru pun bisa mengajarkan bagaimana memakai internet yang sehat, karena guru pun sangat berperan dalam bidang pendidikan

    galang XB
    galanghutriadi.blogspot.com

  100. oh iya lupa make assalammualikum hehehe

    assallammualikum wrwb
    menurut saya artikel atau tulisan ini sangat bagus dengan perkembangan zaman yang ada sekarang, artikel ini di tulis tentang bagaimana cara peran guru dalam mengajar di bidang pendidikan dengan perkembangan yang ada di jaman sekarang, yaitu jaman global atau mendunia atau dengan tekonologi yang bernama internet . dengan internet guru bisa mengajar dengan perkembangan yang ada sekarang . bahkan guru pun bisa mengajarkan bagaimana memakai internet yang sehat, karena guru pun sangat berperan dalam bidang pendidikan
    wa’allaikumsallam wrwb

    galang XB
    galanghutriadi.blogspot.com

  101. Assalamualaikum Wr Wb
    Saya sangat setuju kepada apa yang sudah ibu, karna guru2 harus bisa mengetahui tentang tehknologi. Sekarang pada zaman sekarang ini kita harusnya mengetahui apa2 yg sudah maju. Saya harapkan kepada guru2 yg lain agar menjadi guru yg sudah dibilang international, jadi kita smua sebagai murid dapat merasa bangga kepada guru2 kita… dan bisa menjadi sekolah yg mantap…

  102. Assalamu’alaikum wr. wb.
    waaah nih guru gaul kerjaannya online mulu wahaha yah kalau guru lebih gaptek dari pada murid, gimana mau ngajarin kita, terus untuk soal rsbi atau sbi ya… ngebuat kita jadi kayak sistim masa lalu yang kayak kasta kasta. kita juga cuma pake ac doang. biayanya juga gede, jadinya yang bisa sekolah di sekolah macam rsbi atau sbi cuma orang banyak duit. yah bisa dibilang rsbi atau sbi menjadi pembatas antara si kaya dan si miskin. padahal setiap anak usia sekolah berhak mendapatkan pendidikan yang layak yaaa kalo bisa sih lebih bagus, semoga juga pemerintah ngadain pembagusan semua sekolah biar kita semua nyaman.

    ya semoga postingan bu mugi bermanfaat buat kita semua.
    Wassalu’alaikum wr. wb.

  103. Asaalamualaikum bu…
    Menurut saya tentang sekolah bertaraf RSBI atau SBI itu memang menciptakan pengkastaan dalam pendidikan. Saya dulu juga pernah merasakan terlalu dibedakan antara kelas rsbi dan reguler. Anak rsbi selalu menjadi yang utama dibandingkan kelas reguler. Padahal kelas reguler sama rsbi bedanya cuma difasilitas. Masalah kepintaran di kelas reguler juga banyak kok yang pintar. Katanya juga kelas rsbi pintar-pintar dalam bidang b.inggris tapi kenyataanya masih banyak yang tidak bisa menggunakan b.inggris dengan baik.
    Untuk masalah internet, jaman sekarang di era globasasi ini sudah banyak orang yang melakukan aktifitasnya dengan menggunakan internet. Kita aja mencari tugas juga banyak yang mencari sumber dari internet. Sepertinya memang lebih enak kalau mengerjakan tugas mencari sumbernya dar internet lebih banyak inspirasi, hihi.

    Terimakasih ya bu udah sering memberikan tugas yang bersangkutan dengan internet 🙂
    Semoga sukses selalu bu 😀

    Wassalam

  104. Assalamu’alaikum wr. wb Bu Mugi

    Menurut saya yang ibu buat sangat menarik, memang zaman era globalisasi hampir seluruh anak di Indonesia telah mahir dalam bidang teknologi, jadi sebagai guru harus extra belajar tentang teknologi yang berkembang supaya tidak gaptek tentang teknologi dan tidak kalah dengan murid – murid dalam bidang teknologi.

    sekian dari saya, semoga postingan Ibu Mugi bermanfaat bagi semuanya
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  105. assalamualaikum bu mugiiiiiii…
    internet itu wajib bagi semua orang tetapi harus positif makenya jangan yang negatif tapi pasti murid lebih ngerti internet daripada gurunya.
    terus kalo sekolah RSBI atau SBI itu kayak baliki kita ke masa jadul yang make sistim kasta kasta, yang miskin sekolah menengah ke bawah yang kaya baru bisa ke RSBI. ya semoga pemerintah bisa mengadilkan warga warga nya biar kita semua setara laaah..

    ya ini aja bu yang bisa afi komenin semoga semua postingan ibu bermafaat bagi semua orang
    wassalamualaikum wr.wb

  106. assalamualaikum wr wb
    bu saya sudah membaca apa yg ibu tulis diatas, saya setuju bu . di zaman yg sudah maju begini, bukan hanya anak yg mengenal internet untuk belajar. guru-guru juga harus mengenal internet dan menerapkannya dalam sistem pengajaran mereka. tidak ketinggalan jaman, asyik, juga mempermudah guru untuk memberikan pengajaran kepada anak anaknya. kalau guru sudah mengenal internet kan langsung bisa memperkenal kan kepada murid2 nya, kalau gurunya saja tidak tau, apakah murid2 nya akan tau? toh murid belajar juga dari guru nya 🙂
    untuk sekolah RSBI atau SBI kalau menurut saya itu sama saja bu, beda nya kelas SBI itu hanya mungkin menggunakan AC dikelas. SBI jg membutuhkan biaya yg sangat besar untuk bersekolah disitu, kasihan orang orang dikalangan menengah bawah yg ingin sekolah, memang sekarang sudah ada dana BOS tetapi dana BOS jg masih dikenakan biaya untuk beli seragam, LKS, dan administrasi lainnya. kalau di total biaya yg harus dikeluarkan jg besar. harusnya pemerintah lebih memperhatikan itu . ya kan bu? 😀 hehehehe
    makasih ya bu, artikel artikel ibu sangat bermanfaat dan menarik untuk dibaca , lanjutin terus bu menulisnya 🙂 (y)

    wassalamualaikum :))

  107. Asalamualaikum…………
    Saya setuju dengan artikel ibu yang ibu share ini. Karena di Indonesia masih belum ada keadilan tentang pendidikan, masih banyak sekali anak-anak yang kurang mampu dan tidak bisa sekolah bahkan sampai ada yang putus sekolah karena untuk makan saja susah apalagi untuk bayar sekolah. Katanya di Indonesia sudah ada program pemerintah yang sering disebut BOS tapi buku pun masih harus tetap membayar sehingga orang yang kurang mampu lebih memilih untuk makan daripada sekolah. Semoga guru-guru di manapun dapat mewujudkan hal tersebut agar orang-orang yang kurang mampu masih bisa mendapatkan pendidikan dengan gratis.

    Sub bab tentang “Melek Internet” menurut saya guru-guru terutama yang berada di kota-kota besar harusnya sudah mengerti atau sudah terbiasa dengan internet, karena jaman seperti sekarang ini anak SD pun sudah mengenal yang namanya Internet, seperti game online, jejaring sosial, dan lain sebagainya. Seharusnya guru-guru jangan kalah dengan anak-anak kecil yang sudah mengenal internet. Karena di internet itu hampir semua informasi dapat ditemukan.

  108. Asalamualaikum…………
    Saya setuju dengan artikel ibu yang ibu share ini. Karena di Indonesia masih belum ada keadilan tentang pendidikan, masih banyak sekali anak-anak yang kurang mampu dan tidak bisa sekolah bahkan sampai ada yang putus sekolah karena untuk makan saja susah apalagi untuk bayar sekolah.

  109. Assalamualaikum wr.wb
    internet memang sekarang ini sudah menjadi hal yang canggih dalam teknologi. Namun dalam internet ini ada hal yang positif & negatif. Mudah-mudahan saja orang yang menggunakan internet ini menggunakannya dalam hal yang positif.

    Sekarang saya akan menanggapi postingan ibu tentang ketidakadilan dalam pendidikan. Ketidakadilan dalam pendidikan itu banyak dirasakan oleh warga indonesia yang kurang mampu. Pemerintah seharusnya memikirkan masyarakat yang tidak mampu walaupun sudah ada BOS tetapi kalau mereka tidak ada uang untuk membeli bukunya. Kalau tidak ada bukunya, anak-anak tidak bisa belajar semaksimal semaksimal mungkin. Kalau bisa BOS bukan untuk 9 tahun saja tetapi lebih. Karena banyak sekali anak-anak di indonesia yang berprestasi tetapi merka tida bisa meneruskan ke sekolah yang lebih tinggi karena tidak ada biaya untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Maka dari itu tolong pemerintah untuk memberikan bea siswa untuk anak-anak yang berprestasi.
    Maaf ya bu kalo komentar saya kurang bagus.

    Wassalam ;D

  110. Assalamualaikum

    berguna banget bu postingan nya. Gak nyangka ternyata masih ada tipikal guru seperti bu Mugi yang mau menjadi guru yang ramah tekhnologi dan mampu menjadi motivator bagi siswa.

    Sebagai pembimbing dan pendidik memang sudah seharusnya guru mengetahui perkembangan zaman yang terus berubah. Jangan sampai, guru tidak diminati karena tidak memakai tekhnologi. Dalam hal belajar pun bisa membosankan dan kurangnya wawasan. Bagaimanapun, siswa lebih tertarik dengan guru-guru yang mengetahui perkembangan teknologi dan tidak gaptek. Sebagai contoh:bu mugi,pak musa,dan pak yusuf

    mungkin Cukup sekian dari saya bu,kurang lebihnya saya minta maaf

    Wassalamualaikum

  111. Assalamualaikum bu

    Jaman sekarang internet itu sangat penting terutama di bidang pendidikan karena dapat membantu belajar siswa tanpa harus tergantung dengan guru di sekolah. Namun guru juga harus ramah teknologi. Tapi jika internet digunakan berlebihan, dikhawatirkan dapat memberikan pengaruh buruk kepada para siswa terutama anak SD yang perlu bimbingan lebih banyak dibanding anak SMA.

    Sehubungan dengan itu baru kemarin saya melihat berita bahwa ada beberapa buku yang diterbitkan oleh salah satu penerbit buku, di dalam buku itu berisi tentang cara berhubungan seks yang aman tanpa menyebabkan kehamilan. Sedangkan buku itu dipasarkan di kalangan anak SD di daerah Jawa Tengah. Padahal buku itu kan tidak pantas untuk dibaca oleh anak SD. Dari berita di atas seharusnya guru lebih memperhatikan buku-buku yang ada di perpustakaan SD.

    Kalau tentang sekolah RSBI itu bagus akan tetapi kebanyakan sekolah yang sekarang mereka hanya mempergunakan nama sekolah RSBI akan tetapi sistem yang dipakai tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Seharusnya walaupun sekolah RSBI anak-anak yang kurang mampu juga dikasih BOS agar mereka dapat bersekolah di RSBI seperti layaknya anak-anak yang lain. Jangan hanya karena tidak mempunyai uang, anak itu jadi tidak bersekolah. Sedangkan wajib belajar yang ditetapkan pemerintah itu sembilan tahun. Jadi saya berharap pemerintah dapat membantu rakyat kecil.

    Sekian, Wassalam 🙂

  112. Assalamualaikum wr.wb bu 🙂

    Saya setuju dengan artikel ibu, bahwa seharusnya SBI dan RSBI adalah sekolah buat kalangan bawah. Tapi itu tidak terjadi oleh zaman sekarang,zaman sekarang sekolah swasta dan sekolah ngeri dalam hal administrasinya hampir sama. Seharusnya sekolah negeri biaya sekolahnya lebih murah dibandingkan dengan sekolah swasta. Sekarang banyak anak-anak indonesia yang putus sekolah karena orang tuanya tidak kuat dalam membayar biaya sekolah.Anak-anak sekarang banyak yang sudah bekerja untuk membantu orang tuanya mencari nafkah, seharusnya anak-anak yang kurang mampu bisa sekolah seperti anak-anak lainnya.

    Zaman sekarang memang banyak anak kecil yang sudah banyak memegang gadget yang sangat canggih seperti : blackberry,laptop,iphone,ipad. Sedangkan guru-guru tidak mengerti mengenai semua gadget itu, guru harus lebih banyak belajar lagi tentang ilmu komputer agar tidak kalah dengan anak-anak zaman sekarang yang lebih pintar dalam memakai barang elektronik canggih itu.
    Sekian komentar saya bu 🙂
    Wassalamualaikum wr.wb 🙂

  113. assalamu’allaikum wr wb
    saya setuju dengan apa yang ibu tulis. dengan adanya sekolah bertaraf RSBI dan SBI telah menciptakaan pengkastaan dalam pendidikan. sesuai dengan pasal 31 UUD 1945 (amandemen) ayat (1) bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. tapi dengan adanya RSBI dan SBI malah menyebabkan masih banyak anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan karena biaya yang mahal. sebenarnya apa sih mutunya RSBI dan SBI ? fasilitas yang lengkap ? berbasis bahasa inggris ? tapi kenyataannya apa ? TIDAK. untuk apa ada fasilitas yang lengkap dan berbasis bahasa inggris yang baik tapi tidak bisa memajukan seluruh anak indonesia ? lebih baik di hapuskan dan kembali seperti semula, kembali seperti sekolah negeri yang dulu dimana semua anak indonesia bisa mengenyam pendidikan, baik yang kaya atau yang miskin semua sama.
    mengenai penggunaan internet sehat saya sangat setuju dengan ibu. selain dijadikan sebagai sumber informasi, internet juga dapat dijadikan sebagai saran mengajar yang baik seperti apa yang ibu lakukan, menciptakan sarana mengajar yang baru sehingga tidak menimbulkan rasa jenuh.
    sekian komentar yang dapat saya sampaikan mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang baik, dan mungkin ada yang sedikit tidak nyambung hehehe 😀
    wassalamua’llaikum wr wb

  114. Assalamu’alaikum wr. wb.

    Guru adalah pekerjaan yang mulia, sering kali guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa. jadi peran guru dalam keadilan nasional sangat bermanfaat demi mencerdaskan bangsa kita. tetapi untuk masalah RSBI saya kurang setuju jika jaman sekarang itu RSBI hanya untuk kalangan menengah atas, karena yang dipermasalahkan seharus nya untuk murid berprestasi ataupun siswa kurang mampu juga, karena seharus nya mereka belajar yang belum pernah mereka pelajari untuk mendapat pengalaman baru.

    Anak anak jaman sekarang sudah mengenal komputer, apalagi internet. internet itu media serbaguna yang bisa menemukan apa saja. karena fungsinya, sebagian dari mereka menyalahgunakan nya, maka guru pun harus mengikuti perkembangan jaman yang bisa di bilang sangat pesat. dengan internet guru bisa mengawasi anak murid seperti lewat jejaring sosial. sebagian guru bahkan mungkin dibilang lebih “gaptek” dari para murid nya. jadi mubgkin guru harus lebih banyak belajar tentang internet.

    Sekian

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  115. Assalamualaikum Wr Wb

    Saya sangat tertarik dgn postingan Ibu Mugi yang satu ini. Mengapa ? Karena saya menyukai tekhnologi. Memang bu sekarang masih ada guru yg masih buta akan tekhnologi, Dan saya juga baru mengenal komputer itu ketika saya kelas 1 SMP, dan internet saya baru mengenal 2 SMP. Ketika saya SD guru saya Memang belum mengerti internet bahkan komputer bu.

    Dan saya senang melihat poin postingan Ibu yang “Kenapa harus internet sehat ?”. Di zaman sekarang banyak yg menggunakan internet sebagai ladang internet yg tidak sehat dan tidak di pergunakan dgn baik. Kadang banyak yang membuka situs-situs yg negatif, game, dan lain-lain yg kita anggaP negatif. Disini saya juga ingin mengakses internet dalam pelajaran bukan yg lain-lain ;D

    Wassalamualaikum Wr Wb

  116. Assalamualaikum Wr.Wb
    Saya sangat setuju dengan artikel bu mugi ini..karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.guru adalah pekerjaan yang mulia,jadi karena guru keadilan nasional sangat bermanfaat demi mencerdaskan bangsa.menurut saya RSBI tidak hanya untuk org kaya saja..org kalangan menengah kebawah jga seharusnya bsa masuk RSBI.karena kalangan tidak mampu sharusnya jga mereka belajar yang belum pernah mereka pelajari untuk pengalaman baru.apalagi jaman skarang org2 sudah sangat mengenal yang namanya internet,sekarang semuanya jga sudah menggunakan internet.dgn internet kita bsa mencari apa saja yang kita mau.

  117. Assalamu’alaikum wr. wb

    Bu Mugi,

    Menurut saya, postingan yang ibu buat sangat menarik dan juga enak untuk dibaca serta bermanfaat bagi semuanya, memang pada era globalisasi seperti sekarang ini, belum semua anak atau murid di Indonesia telah mahir dalam bidang tekhnologi, jadi, sebagai guru harus lebih mengerti tentang tekhnologi baik yang berbasiskan informasi maupun komunikasi yang berkembang pesat saat ini, supaya bisa mengajarkan muridnya dengan baik dan benar. Dan juga supaya tidak tertinggal dalam pengunaan tekhnologi serta tidak kalah dengan murid – murid.

    Wassalamu’alaikum wr. wb

  118. artikel yang sangat amat bermanfaat
    setelah sempat vakum 1,5 bulan tdk menulis, tergugah rasanya oleh tulisan Bu Mugi ini
    salam inspiratif
    terus berkarya utk kemajuan anak didik kita

  119. Saya terlambat memberi komen, sudah 2 bulan lebih saya meninggalkan kompasiana utk menyelesaikan tuags akhir.. Sharing ini bagus, saya sendiri punya adik yg mengenal teknologiinternet tapi hanya sebatas untuk permainan anak-anak semata.. Semoga guru bisa menggali potensi teknologi internet dan menjadi bahan ajar yg produktif.

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s