Ujian Bikin Stress !

 

Ujian nasional tinggal beberapa pekan lagi. Tentu saja, hiruk pikuknya mulai terasa sangat berat. Jadwal sekolah semakin kian padat dengan try out dan bimbel. Di rumah-rumah pun, orang tua mulai sibuk membelajarkan anak-anak dengan agak ketat. Namun, tidak begitu dengan saya.

Ketika kelas satu SD, Zaidan anak saya duduk di kelas unggulan. Wah, bangganya saya. Hari-hari penuh sensasi setiap hari. Saya selalu menunggu cerita apa yang akan dibawanya sepulang sekolah. Biasanya anak-anak pintar ini saling bersaing dan melulu bicara pelajaran, terutama MIPA. Zaidan memang sepertinya sangat berminat pada pelajaran sains. Dia tergila-gila pada sesuatu yang berbau ilmiah. Di kelas unggulan ini, dia seperti menemukan dunianya. Namun itu tidak lama.

Tiga bulan pertama, anak saya mulai sakit. Dokter mendeteksi amandelnya bengkak. Badannya panas, mukanya merah, dan tidak mau makan. Bulan berikutnyapun sama. Begitu seterusnya sampai akhirnya satu tahun itu tercatat dia mengalami pembengkakan amandel lebih dari lima kali. Saya mulai cemas. Badannya menyusut. Keceriaannya hilang. Setiap hari dia pulang selalu terlambat. Selidik punya selidik, ternyata dia adalah anak yang mempunyai cara kerja yang lamban. Tidak cekatan walaupun rajin. Kata yang tepat melukiskannya adalah: dia anak lelet.

Kelas dua dia masih berada di kelas unggulan. Kejadian sakit amandel terus terulang. Badannya semakin kurus. Dokter menyarankan, kalau sampai tujuh kali kumat, amandelnya harus diangkat. Tidak mungkin buat saya. Disamping tidak tega, saya merasa amandel yang dia miliki harus tetap ada pada tempatnya, mengingat fungsinya yang menurut dokter adalah untuk memberikan pertahanan bagi serangan  berbagai penyakit. Bagaimana pula kalau itu diangkat ?

Zaidan kecil mulai nampak tidak semangat sekolah. Air mukanya terlihat lelah tak bergairah walaupun nilai-nilainya masih mampu saya kategorikan baik. Akhirnya ketika mau naik kelas tiga, saya dan suami menghadap kepala sekolah memohon agar Zaidan tidak lagi berada di kelas unggulan. Kami tidak tahu keputusan pada saat itu tepat atau tidak , atau berpengaruh atau tidak pada perubahan fisik dan mental anak saya selanjutnya. Namun, luar biasa. Anak saya tidak pernah lagi sakit amandel dari kelas 3 SD hingga kelas 6 sekarang ini. Ternyata,  kelas unggulan hampir membunuh anak saya.

Saya berpraduga kuat, tekanan-tekanan persaingan antarteman demi mencapai perolehan nilai yang terbaik sangat berpengaruh pada tingkat emosional anak saya. Ketidakmampuannya mengelola rasa cemas membuat pikirannya semakin lelah dan akhirnya sakit. Sehingga, bukan cara tepat kalau kami sebagai orang tuanya harus merelakan amandelnya diangkat, namun kami merasa jalan yang paling baik adalah mencari akar masalah lalu menyelesaikannya.

Sekarang dia kelas 6. Beberapa saat lagi akan ujian. Tentu saja saya harus mendorongnya agar dia belajar lebih rajin  dari biasanya. Try out dan Olimpiade  dia ikuti dengan prestasi yang tetap memuaskan. Saya lupa, bahwa suatu ketika tekanan bisa membuatnya jatuh lagi. Saya baru sadar ketika beberapa pekan kemarin, amandelnya kembali bengkak. Dua hari dia harus terbaring di rumah untuk istirahat.

Akhirnya, sekarang saya harus menahan diri. Tekanan pasti  sudah dia dapatkan dari kedaan dan persaingan yang dia lihat sendiri di sekolahnya. Bapak ibu gurunya tentu juga sudah mempersiapkan dirinya dengan berbagai pengayaan, bimbel, dan try out. Saya tidak mau dia jatuh sakit di saat-saat yang paling penting dalam perjalanan hidupnya kini. Saya harus mempertahankan agar dia tidak stress menghadapi ujian esok. Makanya, dia tetap main bola, main game, baca komik atau sekedar  jalan-jalan.

koleksi di kompasiana : http://edukasi.kompasiana.com/2012/04/04/anak-saya-stress-menjelang-ujian/

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s