Menyelamatkan Bumi, Semua Orang Bisa Jadi Pahlawan Energi

altenergyways.com

 

Baltenergyways.comulan Maret ini siswa di sekolah saya yang tergabung ke dalam grup Pahlawan Energi mulai ramai beraktivitas layaknya anggota  Green Peace. Mereka inilah yang akan mengkampanyekan gerakan hemat energi di sekolah.

Memang, sekolah tempat saya mengajar sekarang sedang ikut kompetisi Home and School Energy Champion 2012 yang diadakan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Ide yang digelontorkan kementrian ini ternyata cukup efektif, yaitu dengan menggabungkan beberapa anak yang berminat ata terpilih  untuk bergabung ke dalam klub yang nantinya bergelar Pahlawan Energy. Mereka ini bertugas sebagai pemantau dan pengawas atas penggunaan energi di sekolah dan rumah mereka. Tidak main-main, karena para pejuang ini telah bersumpah dengan SUMPAH PAHLAWAN ENERGI yang berbunyi :

“Saya bersumpah untuk selalu berjuang untuk menghentikan penggunaan energi yang berlebihan dan tidak penting, baik listrik maupun jenis energi yang lain.

Saya bersumpah untuk membuat sekolah dan rumah saya lebih hemat energi, dan membuat orang lain mengerti bahwa kita tidak boleh membuang-buang enegri.

Saya bersumpah untuk menjalankan tugas saya sebagai Pahlawan Energi ke manapun saya pergi dan apapun yang saa lakukan, setiap saat”.

Pernahkah Anda menjadi anggota pramuka  atau organisasi lain yang membuat kebiasaan dalam organisasi tersebut tetap melekat pada Anda? ataukah menjadi anggota organisasi yang membuat Anda bangga di dalamnya dan terus merasa harus tetap berlaku layaknya anggota organisasi tersebut ? Itulah yang diharapkan secara khusus dari adanya program hemat energi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah.  Agar, kegiatan yang diadakan tetap mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Saya masih ingat bagaimana menjadi anggota Korps Sukarela (KSR) PMI tetap menanamkan semangat kepada saya untuk terus menjadi seorang pendonor darah.

Sungguh menyenangkan ketika sebagai guru, saya tidak perlu lagi menyuruh anak menutup pintu karena ruangan berAC. Sungguh membanggakan ketika anak-anak dengan senang hati membuka tirai kelas dan mematikan lampu ketika cahaya matahari bersinar terang, dan sungguh membuat decak kagum ketika mereka dengan santun mengingatkan bapak ibu gurunya yang menyalakan laptop tanpa menggunakannya.

Sebagai pahlawan energi, mereka memang telah mendapat pengarahan tentang bagaimana energi terpakai dan semakin berkurang. Diharapkan para pahlawan ini terus menyemangati rekan-rakannya sehingga kebiasaan para pahlawan akan dijadikan keseharian semua orang dan pada akhirnya semua orang bisa menjadi Pahlawan Energi. Earth Our semoga tidak akan menjadi simbol saja, namun dilaksanakan dalam kebiasaan sehari-hari dan oleh siapa saja.

Sebagaimana kita tahu, hampir semua kegiatan tergantung pada energi. Semakin berkembangnya pembangunan di dunia ini mengakibatkan konsumsi terhadap energi terus berkembang. Tapi sebagian besar energi kita, sekitar 87% dari itu, berasal dari sumber yang tidak terbarukan. Selain itu pembakaran bahan bakar fosil yang berlebihan menempatkan jumlah  CO 2 yang semakin banyak ke atmosfer. Pemahaman akan hal ini bisa ditularkan para pahlawan pada semua orang baik di sekolah maupun di rumahnya.

Efisiensi Energi demi Sang Bumi : Manajemen Energi

Menurut Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009, Konservasi Energi adalah upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya. Pelaksanaan konservasi energi ini mencakup seluruh aspek dalam pengelolaan energi, yaitu : penyediaan energi, pengusahaan energi, pemanfaatan energi, dan konservasi sumber daya energi.

Point ketigalah yang menjadi prioritas pelaksanaan efisiensi energi di sekolah, yaitu pemanfaatan energi. Pemanfaatan energi ini berkaitan dengan bagaimana melakukan manajemen energi. Sebenarnya mudah saja, karena semua pengaturan ini berkaitan dengan semua hal yang memang mereka temui sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah, seperti :

    • mematikan lampu ketika terdapat cukup cahaya matahari untuk menerangi kelas dan membuka tirainya, atau mematikan lampu ketika meninggalkan kelas.
    • mengatur suhu AC kelas pada 25 derajat C, menutup rapat jendela kelas ketika AC menyala, dan memastikan pintu selalu tertutup rapat .
    • mematikan dan mencabut kabel komputer dan monitor setelah menggunakannya, untuk menghindari energy vampire, yaitu peralatan yang masih mengkonsumsi energi karena berada pada posisi siap menyala / stand by.
    • saling mengingatkan semua orang tentang gerakan hemat energi.

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s