Makan Jengkol, Sensasi Bertoleransi

 

Anda alergi sama makanan berbau menyengat ini ? bisa dimaklumi karena memang baunya luar biasa mengganggu. Namun, peminat jengkol juga cukup banyak mengingat sensasi makan jengkol tidak ditemui pada makanan lain.

Jengkol konon mengandung banyak kandungan gizi dan zat-zat yang berguna bagi tubuh. Namun, seberapapun besarnya kandungan tersebut, banyak orang tidak peduli  karena memang baunya yang kadang membuat perasaan tidak enak bagi orang lain.

Makan banyak sama sedikit sama-sama bau”. Begitulah orang-orang penyuka jengkol berkata, makanya biasanya semur jengkol yang disantap juga tidak sedikit. Jengkol, jika diolah dengan baik akan menghasilkan rasa yang lezat dengan bau yang berkurang atau bahkan tidak bau. Namun, tetap saja hasil pengolahan dalam pencernaan menghasilkan bau yang khas karena mengandung H2S yang menyengat dan bersifat racun.

Jengkol dan toleransi bertoilet

Jika Anda tergolong penikmat jengkol, maka Anda perlu memperhatikan etika bertoilet yang baik dan benar. karena jengkol terkait erat dengan bau dan pembuangan di toilet. Anda harus siram dan bilas dengan air yang banyak dan jangan lupa siram dengan pewangi toilet.

Kasus penyebaran bau ini terjadi di toilet sekolah beberapa waktu lalu. Namanya juga sekolah di kampung, maka makan jengkol masih sangat biasa. Baik itu untuk sarapan atau makan siang atau malam. Nasi uduk made in Bekasi yang dijual dan dikonsumsi pagi maupun sore selalu menyuguhkan menu semur jengkol yang khas. Ditambah dengan bala-bala atau bakwan. Biasanya bakwan inipun ditaburi jengkol muda. Aromanya memang menggugah selera. Tapi, bayangkanlah aura yang tercipta selama bongkahan-bongkahan jengkol masih bersemayam di badan kita. Nafas akan bau, begitupun toilet menjadi ajang caci maki orang-orang sesudahnya. Maka, fikirkanlah orang lain yang hanya akan kebagian baunya saja.

Kebiasaan seperti ini mungkin tidak terjadi pada orang-orang yang bekerja di perkotaan apalagi perkantoran elit. Anda akan terkategorikan sangat nekat jika melakukannya.

Keracunan Jengkol

Penyuka jengkol kadangkala menjadikan jengkol sebagai makanan yang paling menggugah selera. Baik itu dimasak olahan seperti semur atau rendang, namun juga dimakan sebagai lalapan. Namun, perlu diwaspadai bahwa jengkol mengandung asam jengkolat yang bisa mengakibatkan keracunan bagi yang mengkonsumsinya. Tak ada takaran berapa banyak orang bisa keracunan. Toleransi tubuh masing-masing orang berbeda untuk menerimanya. Namun jika itu terjadi, segeralah ambil air minum yang banyak atau segera ke dokter.

 

koleksi dari kompasianaku :http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/03/19/makan-jengkol-sensasi-bertoleransi/

Advertisements

2 thoughts on “Makan Jengkol, Sensasi Bertoleransi

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s