Suatu Sore di Halte Depan Stasiun Kereta

Di halte depan stasiun kereta api lama, saya duduk termenung menatap anak beranak tersebut. Hiruk pikuk orang berseliweran di sekitarnya tak mengganggu aktivitas mereka. Seorang ibu berpenampilan lusuh, dengan kerudung kumal menutupi rambutnya yang putih, saya tidak tahu dia itu pengemis atau bukan, sedang menyuapi anaknya yang terlihat juga dalam masalah. Saya memperhatikan kakinya. Kurus dan seakan-akan panjang. Anak ini duduk seperti biasanya orang normal duduk. Saya menduga anak ini kena polio. Tapi, tangannyapun ternyata juga lumpuh.

Dengan sabar, si ibu tetap memberi anaknya makan. Sebungkus nasi dengan lauk seadanya. Tak sesuappun si ibu ikut memakan makanan  tersebut. Di sebelah si ibu ada sebuah peralatan semir lengkap dengan lap dan kursi kecilnya. Oh,  mungkin ibunya tukar semir sepatu.

Saya tetap melihat mereka dengan takjub. Adegan kali ini si ibu membersihkan mulut anak kecil itu dengan tangannya. Nasi bungkusnya masih tersisa. Setelah selesai mengurusi anaknya, si ibu menghabiskan nasi dengan lahap. Sebuah pemandangan menyedihkan. Untuk ukuran orang dewasa, tentulah sisa nasi itu tidak akan mengeyangkan. Tapi, apa daya mungkin inilah yang bisa dia makan.

Beberapa orang yang lalu lalang di halte tempat aku dan si ibu itu duduk menatap dengan agak jijik. Namun dia tidak peduli. Setelah makan, si ibu lalu  kembali bekerja. Duduk menanti orang menyemir. Di sebelahnya, anaknya menanti dengan sabar.

Duh, andai saya bisa sedikit menolongnya. Dengan menyemirkan sepatu saya, misalnya. Tapi saya tak bersepatu. Kalau saya langsung berikan uang, mungkin dia akan menolak, karena sepertinya dia bukanlah pengemis. Saya berusaha menyelami keadaan si ibu ini. Kalaulah dia berniat meminta-minta, tentulah mudah untuknya karena keadaan dia dan anaknya begitu memilukan. Dalam keadaan susah seperti inipun dia tidak ingin terhina menjadi seorang pengemis.

Air mataku hampir menetes. Sudah setengah jam saya memperhatikan. Belum satupun orang yang datang menyemir. Saya membayangkan, kalau tidak karena perasaan iba, tak mungkin ada orang datang menyemir.Tapi  si ibu tetap sabar. Kadang diajaknya si anak mengobrol. Si anak tersenyum. Entah apa yang dibicarakan.

====

Halte semakin sepi, hari sudah hampir sore ketika saya kembali ke halte itu lagi. Si ibu sedang berbenah merapikan peralatan semirnya. Tak ada siapapun di situ, termasuk sang anak.  Saya terkesiap. Kemana ya anaknya?

“Bu, kok sendirian ?”, saya memberanikan diri bertanya.

Si ibu menghentikan aktivitasnya. Dia menatap saya curiga.

“Biasanya ada anaknya , Bu?”

Masih menatap saya si ibu berkata, “Oh, si Jajang. Sudah di ambil Juragan Marta”.

Aku mengernyitkan dahi,”Maksud ibu? Dia anak ibu kan?”

“Bukan, neng. Bukan anak saya. Juragan Marta nitip sama saya buat jadi pengemis”.

Ooh.. aku jadi bingung. Si ibu menjelaskan panjang lebar. Ternyata si Jajang adalah titipan Juragan Marta, bosnya para pengemis. Tiap sore si juragan akan mengambil Jajang plus mengambil penghasilan Jajang. Setiap jam 5 pagi selepas subuh, Jajang akan dititipkan kembali ke ibu ini.

Si ibu yang ternyata bernama Asiah, memang tinggal di halte ini. Dia sendiri tidak mau dibawa Juragan Marta karena tidak mau jadi pengemis. Kadang-kadang juragan Marta memberinya uang sekedarnya untuk makan sebagai upah menjaga Jajang. Penghasilan Jajang lumayan besar. Menurut Bu Asiah, sehari bisa mencapai dua puluh ribu. Sementara penghasilan Bu Asiah sendiri sebagai tukang semir memang tidak jelas. Terkadang sampai tiga hari tidak ada yang memakai jasanya.

Saya terdiam. Ternyata keadaannya tidak seperti yang saya duga sebelumnya. Dugaan yang tetap sama adalah dua orang ini, Bu Asiah dan Jajang, adalah dua orang yang perlu bantuan melepaskan diri dari penderitaan. tapi apakah benar mereka menderita ?

Bu Asiah duduk di sebelah saya. Kami sama-sama terdiam menatap ke depan. Dengan pikiran masing-masing yang saya tidak tahu, sama atau tidak.

Advertisements

19 thoughts on “Suatu Sore di Halte Depan Stasiun Kereta

  1. Assalamualaikum Bu Mugi Maaf sebelumnya saya lupa password blog saya

    KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
    Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
    · Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
    · Sumber daya tersedia secara terbatas.
    · Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
    Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost).
    Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
    1. Ekonomi Makro

    Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
    Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
    · Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
    · Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
    · Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
    2. Ekonomi Mikro
    Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
    Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.
    Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro

    Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro
    Harga Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
    Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.

    Tujuan analisis Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat. Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan
    Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi
    Masalah kemiskinan
    Upaua penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.
    Masalah Keterbelangkangan
    Masalah yang dihadapi adalah rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, renddahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukranan ahli, transper teknologi dari Negara maju.
    Masalah pengangguran dan kesempatan kerja
    Masalah pengangguran timbul karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja
    Masalah kekurangan modal
    Kekurangan modal adalah suatu cirri penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal sedikit. Cara mengatasinya memlaui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif.

    Peran dan Fungsi Pemerintah di Bidang Ekonomi
    Fungsi stabilisasi, yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hokum, pertahanan dan keamanan.
    Fungsi alokasi, yaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa public, seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon.
    Fungsi distribusi, yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.
    Sumber:http://yuskos.wordpress.com/materi-kls-x/pengertian-ekonomi-makro-dan-ekonomi-mikro-2/

    lmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.[1][2] Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).

    Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan[3], serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.[4]
    Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro

    Pengertian Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro

    Ekonomi makro dan ekonomi mikro merupakan bagian dari ekonomi teori. Ekonomi teori yaitu ilmu ekonomi yang bertugas menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudian merumuskan hubungan tersebut dalam suatu hukum ekonomi atau teori ekonomi.

    – Ekonomi makro adalah salah satu bidang ilmu ekonomi yang melihat dan menganalisis kegiatan ekonomi di suatu Negara dengan analisis yang bersifat menyeluruh (agregat). Hal itu sejalan dengan pengertian makro, yakni besar dan menyeluruh.

    – Ekonomi mikro adalah salah satu bidang ilmu ekonomi yang melihat dan menganalisis kegiatan ekonomi dengan cara melihat dan menganalisis bagian- bagian kecil dari keseluruhan. Hal ini sejalan dengan pengertian mikro, yakni kecil.

    Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2215710-pengertian-ekonomi-makro-dan-mikro/#ixzz1orPoLfhJ

    Sekian dan terimakasihhhh IBU MUGIEKONOMI

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s