Takdir Kacang Kedelai

http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/01/takdir-kacang-kedelai/

kacang kedelai

(Sejatinya, setiap kisah pasti ada maknanya) Seorang anak kecil bertanya pada ibunya yang sedang memasak,”Masak apa Bu ?” tanyanya.

“Kacang kedelai nak?’

“Apa itu kacang kedelai Bu?”

“Kacang kedelai ya….kacang kedelai”, si Ibu agak ragu.

Anak ini tetap menunggu Ibunya memberikan penjelasan tentang apa itu kacang kedelai. Setahu dia, setiap penamaan kacang selalu ada sejarahnya. Kacang hijau diberi nama hijau karena warnanya hijau. Kacang panjang, karena panjang. Lalu kacang kedelai ?

“Mengapa namanya kacang kedelai, Bu?”

“Sudahlah, coba tanya Bapakmu ya. Ibu lagi sibuk. Nanti kalau gosong bagaimana?”

Berlarilah sang anak pada Bapaknya. Di teras rumah, tampak Bapak sedang memperbaiki sepeda motornya.

“Pak, Ibu sedang masak Kacang kedelai. Mengapa namanya kacang kedelai Pa?”

Tanpa menghentikan aktifitasnya, sang ayah berkata “Kalau urusan masak memasak coba tanya Ibumu. Bapak lagi sibuk”.

Berlarilah lagi sang anak ke Ibunya.

“Kata Bapak, urusan memasak tanya ke Ibu. Mengapa namanya kacang kedelai, Bu?”

“Sayang, coba nanti Tanya Bu Guru di Sekolah ya…” sang Ibu frustasi

Keesokan harinya si anak yang masih duduk di TK nol besar ini bertanya sama Bu Guru,”Bu Guru, mengapa kacang kedelai dinamakan kacang kedelai ?”

“Sayang, kita belum mempelajari apa artinya kacang kedelai. Kamu cukup tahu saja dulu bentuknya. Ini dia kacang kedelai. Nanti ketika kamu di SD kamu akan tahu jawabannya”.

Satu tahun kemudian, si anak ini masuk ke SD. Pertanyaan serupa harus dia tanyakan pada Pak Guru, karena hingga detik ini dia belum tahu jawabannya,” Pak Guru, mengapa kacang kedelai diberi nama Kacang kedelai?”

kacang hijau

“Itu nanti pelajaran SMP, Nak. Sekarang ayo kita belajar yang lain”

Di SMP, dia bertemu guru IPAnya. Pertanyaan yang sama dia berikan ke gurunya. Jawabannya sama. “Itu pelajaran SMA”.

Di SMA pun dia bertanya hal yang sama, jawabannyapun setali tiga uang, “Semua itu akan dibahas pada saat kamu kuliah nanti”.

Di tempat kuliahnya, dia ternyata menemukan para dosennya tidak seperti guru-gurunya dahulu. Dia berharap banyak menemukan jawabannya.

“Pak, mengapa kacang kedelai diberi nama kacang kedelai?”.

Dengan santainya sang Dosen menjawab, “Takdir”.

Kisah ini pernah saya dengarkan pada saat Prof DR Arief Rachman, M.Pd. memberikan materi tentang bagaimana guru harus tetap mengupdate ilmu pengetahuan agar selalau bisa memberikan penjelasan yang logis dan benar pada siswanya.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s