Menanam Kerinduan pada Makna Sekolah

 

Titipkan anakmu pada Pemiliknya….
Dia pasti akan memberikan pilihan yang terbaik.
Tak akan ada sekolah manapun yang cocok dengan anak-anak kita.
Karena semua sekolah adalah penjara,
penjara yang memasung haknya untuk merasa aman dan tidak menjadi takut. (Aku sedang menghibur diri. Aku masih frustasi, karena aku belum menemukan satupun sekolah yang cocok untuk anakku belajar dengan kebebasan. Kebebasan berfikir, kebebasan berkreasi, kebebasan menjadi dirinya sendiri, kebebasan dari bullying guru dan teman-temannya )

aku masih berkeyakinan, kitalah orang tuanya yang merupakan guru terbaik bagi mereka, karena hanya kita yang tak pernah menekan perasaannya.

Perasaan? memang kita masih peduli terhadap perasaan mereka?

Kadang ketika aku  merenungi keadaan, aku merasa saangat bersalah

di rumah, alih-alih perasaan cinta, rasanya aku terlalu mengekang mereka

aku tak berhenti meneriakkan yel-yel peraturan pada mereka

tak boleh beginilah, tak boleh begitulah, harus beginilah, harus begitulah,

aku terlalu banyak membangun tembok, sehingga, mau ke manapun mereka melangkah, tembok-tembok itu membentur kepala dan otak mereka mengkerut stress dan frustasi

Aku suka lupa menerapkan kebebasan bertanggungjawab pada anak-anakku

Pantesan….

Kalau begitu,  mereka  pastilah betah di sekolah

Hahh?? Masa sih? Betah di sekolah ? kemarin  gurunya bilang anakku tidak ada di sekolah, padahal dari rumah kan berangkat ? lalu kemana perginya anakku?

Satu pertanyaan berikutnya, kenapa dia tidak betah di sekolah ?

Bagaimanapun hanya Mahaguru yang tahu

Apakah mungkin bapak ibu gurunya galak alias tidak humanis ? Apakah mungkin cara pengajarannya yang membosankan dan tidak menyentuh anakku?

Apakah mungkin dia merasa terancam oleh teman-temannya ? kok banyak banget ya masalah anak-anak ?

Oooh… aku menjadi orang tua yang bingung

Mau kemana anak-anakku pergi? Padahal sekolahnya sekolah mahal, seharusnya pendikan yang diterima anakku juga seimbang dengan harganya. Aku merasa tak pantas protes kalau anakku aku sekolahkan di tempat yang gratisan. “Gratis kok protes?”, begitu gurunya nanti bilang…

Laah ini sekolah mahal, maka aku protes saja! (eeeh…malah gurunya bilang karena ini salahku sebagai orang tua yang terlalu mengekangnya!)

Aku jadi tambah bingung, apa iya begitu ?

Ternyata sekolah mahal bukan jaminan buatku tenang dan buat anakku senang. Jangan-jangan gaji gurunya kecil-kecil akibat yayasan yang tidak bertanggung jawab ?

Aduuuh… kok jadi begini masalahnya. Rembetannya luar biasa, bagai rantai yang sulit diputuskan

Aku sekarang dalam proses berfikir.

Mungkin benar tak akan ada yang cocok untuk semua hal di dunia ini. Kita sendirilah yang harus mencocok-cocokkannya.

Biarkan semua mengalir apa adanya. Biarkan anakku menjadi layang-layang yang terbang jauh dengan segala kebebasannya. Biarkan angin meniupnya sehingga tinggi dan indah dilihat. Tarik benangnya jika mereka berubah arah.

Sungguh analogi yang lumayan menghibur.

Sembari aku terus belajar menjadi orang tua berkarakter dan humanis, maka gurupun harus sama demikian. Tak akan terasa manfaatnya kalau aku jadi sebuah sumpit, engkaulah wahai guru, teman sumpitku

Aku ingin biarkan anakku pergi kemana
karena kemanapun aku ingin mengajaknya terbang, aku harus ingat dia punya sayap sendiri

Sekolah pilihanku kadang adalah rasa egoku sebagai orang tua dan kecintaanku yang buta pada anak-anak kecilku

Tak peduli dia sekolah dimana,
biarkan jiwanya bebas lepas menikmati dunianya
kadang banyak hal yang tidak bisa kita nalar dengan pikiran kita,
selalu saja langkah yang kita ambil tidak sesuai dengan kenyataan dan harapan kita

tak peduli dia sekolah di mana, yang penting di sana dia menemukan kasih sayang tanpa syarat
tak peduli dia sekolah di mana, yang penting kita menemaninya menemukan jalan terbaik

Aku titipkan doa padaNya,
mudah-mudahan Dia selalu bersama anak-anak kecilku
melindungi setiap langkah-langkahnya
mudah-mudahan Dia menitipkan banyak guru dengan kasih sayang melimpah
sebagaimana aku menyayangi para guru

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s