Resep Sukses Pak Sugiharto : Ten Plus One

 

 

Dalam pidatonya sebagai keynote speaker pada saat Pelatihan guru-guru Insan Cendekia se Indonesia, DR. Sugiharto , mantan menteri BUMN yang sekarang dipercaya sebagai komisaris Pertamina juga menceritakan kisahnya sebelum sejaya sekarang.

Beliau membagi tiga fase dalam kehidupannya. Pertama fase anak-anak, yaitu masa di mana Sugiharto SD dan childhoodnya. Yang kedua adalah masa remaja, yaitu masa SMA dan karir pertamanya. Yang terakhir, adalah masa pengabdian yang berisi catatan hidup seorang Sugiharto mengabdi pada bangsa dan Negara.

Sugiharto kecil hidup dalam keterbatasan dan kemiskinan. Namun semangat  yang membara yang dikobarkan oleh keinginan merubah diri dan keluarga membuat dia kuat dan terus sekolah. Ketika SMA, selama tiga tahun Pak Sugiharto menyambi sebagai tukang parkir hingga malam. Kadang midnight show  menajdi momen penting untuk mencari uang tambahan. Bayangkan, Pak Sugiharto yang mungkin sekarang uangnya berlimpah, semasa SMAnya menyambi sebagai  tukang parkir plus tulang punggung keluarga karena harus menghidupi enam anggota keluarga yang lain.

Karir sebagai tukang parkir  sambil sekolah menunjukkan bahwa Pak Sugiharto memiliki tekad kuat untuk berubah. Fase kedua ini dijalani Pak Sugiharto sebagai pebelajar dan pekerja.  Bayangkanlah kalau dia hanya menggeluti karir tukang parkirnya saja, maka dia tidak akan menajdi seperti sekarang ini. Beruntunglah semangat untuk  belajar tetap ada.

Semangat ini mengantarkan Pak Sugiharto selalu menjadi juara. Ternyata menurut Pak Sugiharto, resep prestasi tingginya  adalah 10 + 1 (ten plus one). Metode ini selalu beliau pakai agar tetap menjadi orang berprestasi. Ten menandakan  kebiasaan para juara melakukan sesuatu dengan intensitas  dan semangat tinggi. Plus one itu sendiri menunjukkan kegiatan  belajar  dilakukan dengan level lebih tinggi dari kebiasaan para juara yang lain. Bisa dikatakan, ketika teman-tamannya membaca  sepuluh kali, maka Pak Sugiharto akan membaca 11 kali, sehingga hasilnya  bisa selevel lebih tinggi dari yang dilampaui orang lain.

Artinya, untuk menjadi orang yang berprestasi lebih tinggi dibanding orang lain, kita harus melakukan sesuatu yang jauh lebih baik dari orang tersebut.  Hal ini seharusnya bisa ditiru semua siswa sebagai pebelajar agar persaingan global bisa ditaklukkan hingga akhirnya kesuksesan bisa diraih.

Buktinya, metode 10 + 1 masih tetap dilakukan Pak Sugiharto dalam fase ketiga hidupnya, yaitu fase pengabdian. Setelah menjabat sebagai Menteri Negara BUMN Pak Sugiharto tetap dipercaya untuk mengabdi mensukseskan Pertamina.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s