Menghindari Anak Tersisih dalam Pembentukan Kelompok

(http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/14/menghindari-anak-yang-tersisih-dalam-pembentukan-kelompok/)

Setiap hari bergelut dengan siswa, saya jadi bisa menyaksikan tingkah laku mereka yang suka sekali berkelompok dengan grupnya sendiri. Kalau keadaan ini tidak bisa dihindari, pastilah akan menimbulkan efek samping dalam kehidupan bersosialisasi mereka. Selalu saja kemudian ada siswa yang tidak mendapat teman. Dia akan mengerjakan segala sesuatu sendiri. Bermain sendiri, bahkan ketika akan pembagian kelompok dia tidak punya pilihan selain diam. Hai ini terjadi karena memang anak-anak seperti ini tidak diminati untuk berteman.

Kalau membayangkan diri kita sendiri menjadi anak-anak tersisih seperti ini mungkin agak sulit ya, apalagi kedudukan kita yang sudah dewasa. Yang seharusnya mengerti posisi diri sendiri. Cobalah kita sekarang membayangkan jika hal itu terjadi pada anak-anak kita usia SD, SMP atau bahkan SMA sekalipun. Saya pun membayangkan jika hal ini terjadi pada anak saya yang baru kelas 2 SD. Betapa berat beban mental  dihadapinya. Dia harus menghadapi kenyataan bahwa dia sendirian tidak mempunyai teman. Kalaupun ada juga adalah anak-anak lain yang sama-sama tidak disenangi dalam pergaulan. Fenomena ini membuat mereka merasa  tidak akan senang jika sudah mulai menghadapi pembelajaran dalam kelompok. Pertolongan sangat mungkin diberikan oleh gurunya pada saat itu.

Guru adalah orang dewasa yang paling dekat dengan anak-anak kita di kelas. Maka, mereka inilah yang bertanggung jawab dalam proses pembelajaran termasuk di dalamnya menyelamatkan mental anak-anak kita dari ketersisihan. Jika guru jeli, seharusnya mampu menangkap permasalahan ini dan membuat banyak perubahan di kelas. Merasalah, bahwa semua anak ingin diperlakukan sama. Semua anak ingin belajar dengan perasaan bahagia tanpa tekanan apapun.

Sementara itu, pembelajaran yang mendukung pembentukan pribadi  yang mampu bekerja sama dengan orang lain adalah memang  dengan pembentukan kelompok. Dengan belajar dalam  kelompok, siswa akan belajar memahami diri dan  kedudukannya, sehingga dia bertanggung jawab atas tugas-tugas yang berbeda dengan teman-temannya. Namun begitu, guru harus punya sense dan trik dalam membuat kelompok. Jangan biarkan anak-anak memilih sendiri teman-teman kelompoknya untuk menghindari ada anak yang tidak dapat teman.

Ada   beberapa cara pembuatan kelompok yang menyenangkan anak dan sudah saya praktekkan  di kelas. Semisal :

  1. Jika ingin membuat 4 kelompok, maka ajaklah anak-anak berhitung 1 sampai 4, diulangi untuk 4 anak berikutnya sampai semua mendapat hitungan 1 sampai 4. Anak-anak yang duduk nyaman dengan teman-teman segroupnya akan bertemu dengan anak-anak lainnya yang mungkin tidak dekat sama sekali. Jika ingin membuat 5 kelompok lakukan dengan menghitung 1 sampai 5, dan seterusnya.
  2. Potong-potonglah karton warna (agar awet dan bisa dipakai di kelas lain) dengan jumlah yang disesuaikan dengan jumlah siswa. Jika ingin membuat 5 kelompok misalnya, kelompokkan karton tersebut ke dalam 5 kelompok. Beri tulisan nama berbeda antar kelompok, semisal kelompok 1 dinamakan kelompok bunga. Isinya ada mawar, melati, kenanga. Kelompok 2 diberi nama kelompok pulau yang isinya Bali, Jawa, Sumatera, dan seterusnya. Ingat, jangan membuat kelompok nama binatang karena anak-anak biasanya akan keterusan untuk memanggil temannya tersebut dengan bebek atau monyet, misalnya. Ide nama kelompok bisa diganti secara variatif. Misalnya dengan angka, atau dengan gambar.
  3. Untuk siswa  level kelas SMP atau SMA, biasanya saya meminta mereka membuat foto nama kelompok mereka dengan gaya mereka sendiri. Misalnya, ketika anak saya beri  nama Kereta Api maka mereka akan berfoto dengan gaya kereta api. Kadang-kadang saya membuat kelompok yang agak ekstrem untuk menantang anak-anak, misalnya kelompok Jembatan Suramadu, maka mereka akan berfoto dengan posisi yang mereka buat sendiri layaknya Jembatan Suramadu. Yang paling favorit ternyata ketika mereka menjadi kelompok Cherry Belle.  Mereka berfoto dengan gaya grup imut ini baik laki-laki ataupun perempuan. Foto-foto ini nantinya ditampilkan pada saat presentasi. Siswa akan berbahagia bekerja sama dengan teman-teman barunya yang kita kelompokkan sambil menanti gaya apa yang diperagakan.

kelompok Roro Jongrang dengan gayanya

 

Menara Pisa sesungguhnya

Kelompok Menara Pisa

Dan, masih banyak ide-ide seru lainnya untuk membuat siswa berkelompok dengan seru dan ceria. Selamat mencoba

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s