Menyoal RSBI, Akankan Indonesia juga Akan Meniru Langkah Malaysia ?

 

(http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/03/ menyoal-rsbi-akankah-indonesia-juga-meniru-langkah-malaysia/)

Pemerintah Malaysia sudah mencabut kebijakan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar  secara bertahap untuk pelajaran matematika dan sains mulai 2012. Kebijakan ini diambil dikarenakan banyaknya gelombang protes dari berbagai  kalangan baik etnis Melayu, China, maupun India. Awalnya protes in idiabaikan namun akhirnya mengakibatkan pemerintah Malaysia menerima unjuk rasa besar dari rakyatnya.

Malaysia  kemudian membentuk tim kajian khusus untuk melihat bagaimana pelaksanaan penerapan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar ini.  Sampai akhirnya kemudian keputusan untuk tidak lagi menggunakan bagasa Inggris  sebagai bahasan pemgantar untuk pelajaran Sains dan Matematika dikeluarkan.

Fenomena RSBI di Indonesiapun sepertinya hanya akan menunggu kejadian serupa dengan Malaysia  jika pemerintah RI tidak mengindahkan banyak penolakan dari masyarakat. Untuk itu, Pemerintah RI seharusnya segera mengambil tindakan serupa Malaysia untuk segera membentuk tim kajian. Tim kajian inilah yang akan melihat fakta yang terjadi tentang sekolah berstandar internasioanal  yang mewajibkan penerapan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk pembelajaran Sains dan Matematika.  Kajilah hal-hal positif dan negative sebagai evaluasi dari pelaksanaan RSBI ini. Kalau memang masih layak dilaksanakan silahkan lanjutkan, tapi jika kenyataannya berbeda maka pemerintah harus legowo mencari cara lain mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa membeda-bedakan.

Sebagai gambaran, RSBI ini sedang menjadi trend topic di kalangan dunia pendidikan karena banyak hal yang dinilai tidak cocok diterapkan di Indonesia. Hal-hal tersebut antara lain:

  1. Guru-guru Sains dan Matematika yang berkewajiban menyampaikan mata pelajarannya dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar justru  banyak yang  tidak mampu berbahasa Inggris. Dalam hal ini kita bisa melihat bahwa guru kurang dipersiapkan untuk mengemban tugas tersebut. Bagaimana menerangkan dalam bahasa Inggris, jika dalam Bahasa Indonesiapun anak  tetap sulit memahami fisika, kimia, dan matematika, misalnya.
  2. Karena disampaikan dengan bahasa Inggris, siswa menjadi tidak berminat dan kurang memahami  pelajaran Sains dan Matematika karena penyampaiannya yang mungkin tidak tepat dengan bahasa yang salah.
  3. Pemakaian bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar melanggar Undang-Undang (UU) No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan secara tegas dinyatakan bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar.
  4. RSBI telah mengadopsi gedung yang berstandar internasional dengan AC  dan kelengkapan lainnya sehingga biaya operasionalnya lebih mahal.
  5. Karena biaya operasioanalnya lebih mahal, maka untuk masuk sekolah RSBI diperlukan kocek yang sangat tebal. Kenyataan ini jelas-jelas menggambarkan situasi bahwa hanya orang ‘berada’ saja yang mampu masuk ke dalamnya. Lain waktu akan terlihat perbedaan kelas antara kelas internasional dan yang bukan.
  6. Yang perlu diinternasionalkan bukanlah bahasa pengantarnya, karena Jepang dan Jerman sekalipun tetap menggunakan bahasa negaranya dalam pengantar pembelajaran di kelas. Yang perlu direformasi adalah pemikiran tradisionalnya sehingga anak-anak termotivasi untuk maju. Yang perlu ditambahkan adalah wawasan internasionalnya sehingga anak-anak didik bisa bersaing secara global.
Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s