Base Camp Guru Tetap Yayasan Al Muslim (Bagian 1)

Memaknai Perubahan

Tulisan ini adalah tulisan yang saya bagi ke dalam 2 bagian karena terlalu bersemangatnya saya bercerita. Serasa 3 hari itu panjaaaaang banget.

Jum’at, 20 Januari 2011

Pk. 13.00 para guru tetap Yayasan Al Muslim mulai berdatangan untuk berkumpul di halaman depan AMIK Al Muslim. Persiapan keberangkatan ke Pekopen dimulai dengan saling berbincang mengenai barang bawaan untuk Base Camp selama tiga hari ke depan.

Persiapan keberangkatan

Pk. 13.30 kami sudah dalam barisan per kelompok.

Sebanyak 53 orang yang mengikuti acara Base Camp Guru Tetap Yayasan Al Muslim ini terbagi ke dalam 5 kelompok. Nama-nama kelompok yang diberikan panitia adalah Sidiq, Amanah, Fathonah, Tabligh, dan Istiqomah sesuai dengan sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah.

Tugas pertama yang diberikan panitia adalah membuat yel-yel . Tentunya, yel-yel ini adalah penyemangat  dan sebuah saksi dari kekompakan kelompok. Seperti diketahui, Yayasan Al Muslim yang menaungi TK, SD, SMP, SMA, SMK, Lab. Komputer, dan Litbang Leadership memiliki guru tetap yang tersebar di setiap unitnya. Dalam setiap kelompok terdari dari campuran guru-guru yang berasal dari unit-unit berbeda. Pencampuran ini dimaksudkan agar guru-guru tetap saling mengenal satu sama lain dan dapat secara lugas bergaul tanpa membeda-bedakan unit kerja.

Pekopen I’m Coming

 I do…. My Best!

  You do… Your Best!

  We do… Our Best!

  Al Muslim … is The Best !

Yess!!!

menariakkan yel yel dengan semangat

Itulah salah satu yel-yel yang diteriakkan salah satu  kelompok ketika semua tim siap diberangkatkan. Cukup membakar semangat. Model yel-yel juga bermacam-macam, sepertinya sih tergantung isinya… kalau isinya banyak guru TK dan SDnya maka yel-yelnya lebih ceria atau childish, kalau isinya guru-guru SMA dan SMK yel-yel terdengar lebih gagah. 🙂

Kompaknyaa...

Perjalanan ke Pekopen hari ini memang lebih menantang, masalahnya… panas bo’ ! Matahari cukup terik menemani kami berlong march ria sambil menyanyikan yel-yel masing-masing dan saling menebak games apa yang akan diberikan Panitia di setiap Pos.

Tiba di Pos I, menyusun Puzzle

Bu Iis sedang mengintip... tim yang satu ini sedang apa yaa?

Pos I yang kami singgahi  berisi  game menyusun potongan puzzle ke dalam sebuah gambar. Satu persatu tim menyelesaikannya dan berjalan kaki kembali ke Pos berikutnya.

Satu .. dua… satu… dua…satu .. dua..

Dalam suasana panas petang ini kami tetap ceria bersenda gurau. Bercerita ngalor ngidul, sambil tentunya berdoa agar semoga selama acara                                                                                                                                                                        tidak terjadi hujan. “Gak mungkin, pasti hujan… Imlek kan?”,… beberapa dari kami mulai pesimis dan membayangkan deraian hujan mengguyur tenda beserta isinya. Tapi tenang ibu-ibu,  imlek tak berarti hujan toh ??. Beberapa lagi mulai berjanji untuk saling antar ke kamar kecil jika tengah malam diperlukan. Hehe… itulah rumpian para ibu, entah rumpian bapak-bapak seperti apa.

Tiba di Pos 2, saya suka gaya Pa Ben yang sedang yel yel

Tiba di Pos 2 ternyata permainannya juga sangat mudah. Setiap punggung anggota tim diberi gantungan huruf yang hanya diketahui oleh pemilik punggung. Panitia sebelumnya menginformasikan bahwa huruf  harus tersusun membentuk kata TEACHERS. Setiap guru harus mengetahui punggungnya ada di posisi mana. Panitia mulai menghitung …satu dua tiga mulaaaaiii… sreeeeet…. Sudah beres dalam posisinya masing-masing. Giliran panitia yang takjub. Kok cepet amat ? Hehe…Besok-besok kasih games yang agak susah ya cinn…

Tiba di Kalam Kopen

Perjalanan kami berujung di Bumi Perkemahan Kalam Kopen milik Yayasan Al Muslim yang biasa kami kunjungi untuk kegiatan kemah, outbound  dan farming.

Ternyata tenda sudah terpasang, syukurlah… karena kaki kami terasa amat lelah. Rasanya tak sanggup kalau harus memikirkan  kami  memasang tenda pleton juga. Wow!!

Tendanya bapak-bapak

tendanya para ibu

Setelah istirahat dan sholat Ashar kegiatan dimulai dengan Acara Pembukaan.  Acara ini diisi oleh Ibu Hj. Erlina Nasution, M.Pd.  yang membahas Kebijakan Yayasan Al Muslim yang terbarukan.

Ibu Lina, begitu kami memanggil beliau, mengingatkan bahwa guru tetap adalah ujung tombak Yayasan Al Muslim yang seharusnya menjadi teladan dan contoh bagi guru-guru lainnya. Sebagai guru tetap, kita diharapkan memiliki kecerdasan hati yang  terus dipelihara keberadaannya. Untuk  maintenancenya, maka kita harus selalu memberikan motivasi dalam diri baik secara eksternal maupun internal. Kegiatan Base Camp ini merupakan pemeliharaan motivasi dari dalam diri, karena ternyata kecerdasan hati bisa naik atau turun. Sementara pemberian reward untuk guru tetap adalah sebuah contoh motivasi dari luar.

Bu Lina sedang memberikan wejangan

Menurut Bu Lina,  Kecerdasan hati dapat diwujudkan dengan :

  1. Kemampuan  guru mengolah rasa kecewa.

Sebagaimana kita tahu, rasa kecewa yang tidak bisa dikelola dengan baik akan sangat menyiksa diri, untuk itulah perlu adanya motivasi agar ada pemahaman bahwa keadilan tidak harus berarti kesamaan, namun penyesuaian secara proporsional  terhadap perbedaan pekerjaan yang dilakukan.

  1. Mewujudkan rasa syukur.
  2. Keyakinan bahwa semua yang terjadi pasti ada yang mengatur, yaitu Allah SWT.
  3. Keyakinan bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik  untuk kita, sehingga timbullah positive thinking dalam diri kita.
  4. Merasa mendapat rezeki setiap hari
  5. Merasa bahwa hak akan selalu mengikutii setiap kewajiban yang kita kerjakan.
  6. Keyakinan bahwa kerja adalah ibadah
  7. Keyakinan bahwa setiap pekerjaan yang kita kerjakan ada yang mengawasi. Keyakinan ini menjadikan kita sebagai guru yang jujur dan bertanggung jawab.

Menyinggung kejujuran, Bu Lina juga mengingatkan guru Al Muslim untuk tetap menjaga kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Bukan sekedar pencapaian nilai yang tinggi, namun lebih dari itu, kita memerlukan karakter siswa yang jujur yang akan membuat pekerjaan kita dicatat sebagai amal ibadah.

Guru dan orang tua merupakan model bagi anak-anaknya, tauladan yang sering dijadikan contoh dalam keseharian. Untuk itu, guru dan orang tua harus memiliki karakter yang baik sehingga siswa dan anak-anak mempunyai sosok yang bisa ditiru. Hal-hal yang bisa kita jadikan habit untuk dicontoh diantaranya adalah disiplin waktu dan keinginan untuk terus belajar karena kita adalah pemimpin atau LEADER.

Bu Lina menterjemahkan LEADER sebagai  orang yang memiliki sifat-sifat sebagai  berikut :

Low Profile (rendah hati)

Empati (bisa merasakan)

Assertif (bersikap seimbang)

Dependable (dapat diandalkan)

Energic (bersemangat)

Responsif (cepat tanggap)

Menjelang pk. 21.30 giliran Pak Munfangil yang mengisi acara berupa  pengumuman tentang status kepegawaian guru di Yayasan Al  Muslim dan  masalah kenaikan golongan/fungsional guru yang nantinya tidak lagi harus mengumpulkan KUM karena sudah masuk ke dalam penilaian kinerja guru.

para petinggi, pendekar, dan pembesar Al Muslim

Satu hal yang harus diperhatikan guru, kata Pak Fangil,  adalah di bagian kompetensi social dan pengembangan guru berupa penulisan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) serta kemampuan berbahasa Inggris.

Malam ini ditutup dengan lagu-lagi jadul para guru yang memang hidup pada jamannya, diiringi oleh Pak Didi Suradi Orchestra.

dangdut mania

Sabtu, 21 Januari 2012

Diawali dengan sholat malam, kami terkantuk-kantuk menuju lapangan dekat Saung Labirin. Dalam dingin menghadirkan diri padaMu, dan menghadirkan Engkau pada kami. Semoga hari ini penuh rahmat. Amiiin.

Pukul 05.30 senam pagi dengan instruktur Bpk H. Suwarko. Kali ini acara senam pagi agak lebih meriah alias full ketawa. Mungkin karena kami tidak biasa dengan senam pernafasan yang disampaikan. Hehe…

semangat senam pagi

hati-hati jangan dipatahin semua pa...

Menu sarapan pagi ini adalah nasi uduk lengkap tapi gak ada kerupuknya.. (hihi..belum lengkap dooong namanya), sehingga akhirnya tanpa basa basi kami memohon bantuan panitia seksi konsumsi (terdakwanya Bu Masnah) untuk melengkapi yang belum lengkap di lain kesempatan makan.

Setelah sarapan dan mandi, kegiatan kami adalah Binsik (Pembinaan Fisik) dari Angkatan Darat.  Berbekal pengetahuan “Angkatan Darat” inilah yang membuat kami berbisik pada panitia..’Jangan galak-galak yaaa…’.

“Priiiiiiiiiiiiiiiiiit…. “, bunyi peluit panjang mulai berbunyi. Kamipun segera berbaris, dan seperti biasa.. repoooot. Hehe.. maklumlah factor “U”, kata Pak Ben. Dimulai dengan belajar sikap sempurna, kedua instruktur AD sangat kerepotan sepertinya menghadapi guru-guru  senior ini. Bayangkan hadap kanan dan kiri full salah belok. Balik kanan apalagi… Waaah … ketawa abis deh suasana. Apalagi ketika mulai adegan periksa kerapihan dan jalan di tempat. Banyak tangan dan kaki  ketinggalan  rombongan.

Lumayan capek, tapi seru (biasakan menulis yang buruk dahulu baru yang baik kemudian, jangan dibalik).

Berfoto bersama para instruktur...

Pkl 10.00 waktunya break. Menu yang disuguhkan adalah bubur kacang ijo hangat. Padahal  selepas binsik dalam keadaan kepanasan, kalau es kelapa enak banget Bu Masnah.. (hehe… masih ada aja yang nawar ya?) Thank you, anyway.

Pk. 10.30 Time for games.

"Gak kompak nih botolnya", kata Pak Daus

"gimana kalau kita ganti dengan galon Aqua?", kata Bu Zahrah

Permainan andalan Litbang Leadershippun mulai dikeluarkan untuk melatih  7 skill kepemimpinan. Ada memindahkan botol Aqua dengan tali (karena kesulitan, kata Bu Zahrah botol aquanya diganti saja dengan galon Aqua. Hihi… kurang gede ya Bu?), ada juga melatih focus dengan memanah balon. Heran, untuk memanah balon, yang berhasil  cuma Bu Eva, yang lainnya gatot alias gagal total.

Kemudian, permainan yang dinantikanpun datang,  naik flying fox (bagi yang berani tentunya).  Satu persatu guru menantang keberaniannya di atas menara 12 meter  dan menggantung-gantung ria sepanjang kurang lebih 200 meter. Dua jempol deh untuk guru-guru tetap Yayasan Al Muslim !

Siap untuk flying fox

Agak sulit membedakan laper dan doyan..

cuci piring sendiri....

ingin hati nitip nyuci...namun apa daya ga ada yang mau dititipi...):

Pkl.13.30 -18.00  Saatnya Bintal (Pembinaan Mental) oleh Kang Zain,  Senior Trainer PT. ABCo Sugesti Motivatindo. Motivasi ini bertajuk Motivasi EKStra 7-As, Etos Kerja Spiritual Training, Membangun Etos Kerja Ungul  Berbasis Spiritual .

Bersambung ke bagian 2.

Advertisements

7 thoughts on “Base Camp Guru Tetap Yayasan Al Muslim (Bagian 1)

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s