Demo Buruhnya Gagal…

tuntutan buruh Bekasi

Kemarin Senin, 16 Januari 2012 diisukan akan terjadi demo besar-besaran  di Kabupaten dan Kota Bekasi dengan tema besar  “Buruh Bekasi Bergerak” terkait tuntutan buruh pabrik akan kenaikan Upah Minimum Kota tahun 2012.

Saya tidak akan mengulas tentang isi demonya, namun saya ingin curhat tentang gagalnya demo tersebut yang berkaitan dengan tugas saya sebagai wali kelas.

Sebagai seorang guru yang  tinggal dan mengajar di Bekasi yang kebetulan juga berlokasi di dekat Kawasan MM 2100, saya merasa sekolah harus mempersiapkan benar bagaimana mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan demo buruh seperti ini. Sejatinya, demo besar direncanakan terjadi hari Senin 16 Januari 2012. Hari Sabtu sore kabar tersebut  mulai beredar di beberapa anak, malamnya orang tua mulai terdeteksi panik akan kebenaran kabar itu dan minta antisipasi sekolah untuk keselamatan anak-anaknya, termasuk kerjasama sekolah untuk memaklumi keterlambatan mereka.

Kekhawatiran orang tua ini memang beralasan mengingat dalam pekan inipun  terjadi demo buruh serupa dan separuh siswa datang terlambat. Telepon sekolah dan handphone semua wali kelas tidak berhenti berdering demi kabar keterlambatan tersebut, baik dari orang tua ataupun siswa sendiri. Maklumlah, di sekolah tempat saya mengajar ada peraturan khusus tentang keterlambatan. Jika terlambat 3 kali maka siswa akan mendapat Surat Peringatan1. Terlambat 6 kali Surat Peringatan ke-2, terlambat 8 kali dapat Surat Peringatan ke- 3, dan terlambat 9 kali akan dikenakan skorsing selama 3 hari.

Hampir semua alasan telepon mengatakan bahwa siswa terjebak dalam kemacetan panjang. Orang tuapun menumpahkan kekhawatirannya akan keselamatan putra-putrinya mengingat demo yang dikhawatirkan ricuh dan anarkhis. Kejadian luar biasa inipun membuat sekolah tidak memberlakukan sanksi terhadap keterlambatan yang dialami siswa hari ini.

Akhirnya, sebagai antisipasi awalan dan sebagai wali kelas yang baik, Minggu malam saya memberikan pesan singkat lewat SMS kepada semua orang tua siswa saya akan rencana demo esok harinya. Saya mengingatkan orang tua untuk turut mengingatkan anaknya agar berangkat lebih pagi dan mencari jalan alternatif jika terjadi kemacetan. SMS balasanpun berdatangan mengucapkan terimakasih orang tua akan info berharga yang saya berikan. Setahu saya, beberapa orang tua memang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut namun saya merasa yakin sebagian orang tua yang tidak bekerja di sana tidak tahu mengenai kabar demo esok hari.

Persis setelah saya beri kabar semua, tiba-tiba  ada SMS masuk dari salah satu orang tua yang bekerja di salah satu perusahaan  yang mengatakan bahwa demo besok batal karena Bapak Bupati sudah mengadakan kesepakatan dengan perwakilan buruh. Walaaahhh…

Antara senang dan kecewa, saya bingung. SMS sudah tersebar, namun demonya batal. Karena sudah larut saya putuskan untuk tidak memberikan kabar terbaru kepada para orang tua. Saya berharap merekapun memaklumi kabar terbaru yang datang memang sudah malam. Saya tinggal memikirkan besok mau ngomong apa kalau anak-anak mengomentari SMS saya.

Senin pagi lumayan cerah, anak-anak yang bertemu saya semuanya berkata ,”batal buuuu demonya”. Hehe… jadilah perbincangan mereka pagi itu tentang demo yang gagal. Saya jadi tersenyum mengingatnya, tapi beberapa dari mereka malah lebih senang lagi karena sejak subuh orang tuanya sudah wanti-wanti agar berangkat lebih pagi, walhasil pagi itu tidak ada anak terlambat. Syukurlah…

image: lcdc.law.ugm.ac.id

Advertisements

2 thoughts on “Demo Buruhnya Gagal…

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s