RSBI bukan Sekolah untuk Semua

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah sekolah Sekolah Standar Nasional (SSN) yang menyiapkan peserta didik berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia dan bertaraf  internasional sehingga lulusannya memiliki kemampuan daya saing internasional.

Dari pengertian di atas jelas bahwa RSBI bertujuan awal untuk menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing global di era keterbukaan dewasa ini. Namun pada pelaksanaannya program RSBI ini mengalami banyak hambatan dan terkesan dipaksakan.

Sejatinya, RSBI harus melaksanakan proses pembelajaran efektif dan efisien, yang memperhatikan minat, bakat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Keberhasilan ini ditandai dengan pencapaian standar proses dan memenuhi indikator kunci tambahan lainnya. Indikator tambahan ini adalah :

  1. harus berakhlak mulia, budi pekerti luhur, kepribadian unggul, kepemimpinan, jiwa entreupreuneral, jiwa patriot dan jiwa inovator.
  2. diperkaya dengan model pembelajaran sekolah unggul dari salah satu negara OECD / negara maju lainnya yang unggul di bidang kependidikan.
  3. menerapkan pembelajaran berbasis TIK pada semua mata pelajaran.
  4. pembelajaran mata pelajaran kelompok sains, matematika, dan inti kejuruan menggunakan bahasa Inggris, sementara pembelajaran mata pelajaran lainnya, kecuali pelajaran bahasa asing, harus menggunakan bahasa Indonesia.

Secara sederhana, indikator tambahan ini sebenarnya bisa diperoleh pada sekolah level manapun yang penting ada kemauan untuk melaksanakannya. Indikator pertama hingga ke empat  seharusnya mampu diterapkan pada kurikulum sekolah biasa sekalipun. Kemauan dari sekolah  untuk merubah dirinya dengan menyiapkan semua elemen pendukung menjadi sangat penting. Elemen utama serta pendukung tersebut adalah guru yang berakhlak mulia yang mau mengadopsi kurikulum dari negara yang maju di bidang pendidikan, mau belajar ICT (Information and Communication Technology), dan punya kemampuan berbahasa Inggris. Hasilnya akan nol besar jika program RSBI dilakukan namun tanpa kesiapan  elemen tersebut. Hanya akan membutuhkan biaya besar tanpa hasil nyata.

Saya memperhatikan sebuah sekolah di kota ini yang sekarang berstatus RSBI. Sekolah ini saya kenal karena menjadi sekolah favorit dan menjadi kumpulannya orang-orang pinter dan kreatif daerah selatan kota ini. Setahu saya, dulu berbagai kalangan ada di sini. Kaya ataupun miskin. Potret sekolah negeri kebanyakan. Namun setelah secara bertahap menjadi sekolah RSBI dengan biaya yang tinggi, sekolah ini menjadi sekolah yang sangat ekslusif dan menempatkan dirinya menjadi sekolah ‘kelas atas’ bertarif internasional. Tak ada lagi kelas reguler di sana. Dengan kata lain, saya ragu-ragu ada orang miskin di dalamnya.  Pun, belum tentu di dalamnya adalah kumpulan  siswa-siswa yang berprestasi.

Begitu menyedihkan mengingat seharusnya sekolah (apalagi berstatus ‘negeri’) menjadi tempat menebarkan ilmu tanpa langsung atau tidak langsung mengkastakan isinya. RSBI tak lagi menjangkau kalangan ekonomi menengah ke bawah, hingga pada akhirnya kita bisa menarik kesimpulan bahwa sekolah di Indonesia  menjadi barang yang benar-benar ‘mahal’ sejak tingkat SMA hingga perguruan tinggi. Bagaimana mungkin perubahan akan terjadi jika untuk sekolah saja sulit. Pro dan kontrapun terjadi.  Polemik mulai menghiasi berita-berita di surat kabar, namun pemerintah belum juga bergeming. Mungkin terbentur dengan perundang-undangan yang dibuatnya sendiri.

Perubahan di bidang pendidikan  masih menjadi mimpi di siang bolong, walaupun kita menyadari dampak  positif dari keberanian memudahkan sekolah rakyat akan dirasakan lebih panjang.  Di tengah kemelut pendidikan yang semakin rumit ini kita tentunya tetap harus berharap semoga  esok  mendapat pencerahan. Betapa sebenarnya pendidikan adalah hal penting yang mendasari karakter bangsa. Sekolah menjadi tempat karakter tersebut terbentuk. Apa jadinya jika justru sekolah menjadi ladang berbisnis tanpa keberhasilan mencapai tujuan?

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s