Memaknai Cium Tangan

Tidak semua orang mempunyai  keyakinan dan pemikiran sama akan banyak hal. Sah-sah saja ada keragaman. Justru di saat semua hal sama saja, maka dunia tak akan indah lagi. Daya pikir pun akan mati. Bahkan dalam satu agamapun bisa jadi terdapat banyak aliran, demi keyakinan yang berbeda.

Saya pun begitu. Hal ini terkait dengan pemaknaan cium tangan yang dilakukan siswa terhadap saya, gurunya. Sebagai ibu, saya adalah orang tua. Sebagai seorang guru, saya juga orang tua. Artinya, saya menempatkan diri saya sama-sama sebagai orang tua baik terhadap  anak kandung maupun  anak didik saya. Kenapa begitu? Saya  tidak ingin memberikan sekat apapun kepada siswa. Di lain pihak, saya juga ingin betul-betul  menjadi orang tua buat mereka. Bukankah guru adalah orang tua di sekolah ?

Terpautnya 20an tahun usia saya dan siswa SMA menjadi salah satu alasan kenapa saya menerima siswa mencium tangan saya. Biarkan siswa mengenang saya sebagai seorang ibu, bukan sebagai seorang perempuan dewasa. Banyak orang berpendapat saya tetap seorang perempuan yang tidak layak menerima cium tangan dari siswa, terutama laki-laki, walaupun saya guru.

Silahkan dengan pendapat Anda. Tapi, beri ruang saya berkeyakinan bahwa saya adalah ibu bagi mereka, anak didik saya.  Mereka akan menemukan nuansa berbeda jika mereka mencium tangan saya atau bersalaman tanpa bersentuhan. Tidak ada anak yang tidak cium tangan ibunya.

Pemberlakuan berbeda mungkin dikhususkan bagi guru laki-laki muda kepada siswi, atau guru perempuan muda kepada siswa. Banyak hal dikhawatirkan terjadi dalam kasus ini. Untuk menghindari banyak hal tersebut, maka sebaiknya cium tangan antara guru – siswa dihindari. Bisa guru yang memulai atau justru siswa yang menahan diri untuk hanya menyatukan tangan di dada tanda salam, bukan mencium tangan.

Artinya, pemberlakuan cium tangan atau tidak bukan suatu hal penting yang harus diributkan. Ini masalah keyakinan dan penciptaan persepsi. Silahkan beri makna sesuai porsi masing-masing. Saya pribadi tetap menganggap bahwa ini bukan tentang  laki-laki dan perempuan, tapi ini terkait hubungan batin  guru dan murid.

Advertisements

One thought on “Memaknai Cium Tangan

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s