Let’s Kill the Vampire !

Tahukah Anda tentang pembagian tingkat konsumsi energi lisrik di Indonesia adalah 0,08 % untuk produksi BBM seperti bensin, 34, 30% untuk pabrikan, 24,82 % untuk pendidikan (termasuk di dalamnya adalah tempat ibadah dan pelayanan sosial lainnya) sisanya sebesar 40,79% adalah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Jika kita jumlah besarnya persentase pendidikan dan rumah tangga akan mengahsilkan angka fantastis, yakni sebesar 65,61%. Separuh dari pemakaian listrik ada di sekolah dan rumah.  Bisa dimaklumi karena memang banyaknya jumlah sekolah dan rumah di Indonesia ini.

Sebagai pribadi yang bertanggun jawab, kita harus berusaha mencari tahu, apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah start energy efificiency !  Kita harus mampu mengatur konsumsi energi dengan efisien.

Sebagian dari kita tidak menyadari besarnya pemakaian energi justru pada energi yang terbuang tapi kita tidak menikmatinya. Keadaan inilah yang disebut dengan Energy Vampire. Menyedot listrik tanpa ampun.

Energi vampire ternyata hampir terjadi di setiap sudut rumah kita. Ketika Anda membuat alat-alat listrik standby tanpa mematikan tombolnya, itu adalah contoh dari energy vampire. Atau jika charger Anda tetap tertanam di dalam socket listrik tanpa memakainya, ternyata itu memakan listrik sebesar 0,02 watt/detik . Silahkan hitung jika Anda tetap melakukan hal ini setiap hari. Belum lagi televisi yang standby sepanjang malam, atau AC yang kurang lebih 8 jam perhari, atau bisa saja lampu yang juga tetap menyala selama 19 jam per hati.

Mari berandai-andai. Jika uang yang diperoleh dari enghemat listrik tersebut kita gunakan untuk hal yang bermanfaat lainnya, tentu bisa mengurangi kegalaun kita atas berbagai kebutuhan yang belum dapat terpenuhi. Jika semua orang Jakarta dan sekitarnya bisa melakukan efisiensi energy, maka kurang lebih akan menghemat 2% dari subsidi BBM negara. Subsidi ini bisa dialihkan bisa saja untuk pendidikan atau pembangunan di daerah terpencil .

Banyak hal yang bisa kita lakukan sekarang di sekolah untuk memberi kesempatan anak cucu kita menikmati energi lebih lama lagi :

Selama jam sekolah:

1. Mematikan lampu ketika terdapat cukup cahaya matahari untuk menerangi ruangan kelas.

2. Mematikan lampu ketika semua orang telah meninggalkan ruangan kelas

3. mengatur suhu AC kelas pada 25 derajat celcius

4. Menutup rapat jendela kelas ketika AC menyala

5. Memastikan bahwa pintu selalu tertutup rapat ketika AC menyala

6. Mematikan dan mencabut kabel komputer dan monitor setelah menggunakannya

7. Mematikan stanby power dari peralatan elektonik berikut setelah menggunakannya

8. Mengingatkan teman, siswa, atau guru untuk turut serta membantu menghemat energi di sekolah .

Setelah jam sekolah :

9. Mematikan seluruh llampu setelah jam sekolah berakhir.

10. Mematikan AC setelah jam sekolah

11. Mematikan komputer setelah jam sekolah

12. Memastikan bahwa monitor komputer telah sepenuhnya dimatikan dan tidak berada dalam mode stanby

13. Memastikan bahwa seluruh peralatan telah dicabut dari stopkontak listrik.

Ayo, Let’s kill the vampire!

 

sumber image : muhammadshidqi.blogspot.com dan cekuangbelbel.blogspot.com

inspirasi : Mas Ridwan n Willy, Home and School Energy Champion 2012.

Advertisements

5 thoughts on “Let’s Kill the Vampire !

  1. saya sangat setuju dengan cara yang dilakukan di sekolah agar anak cucu bisa menikmati energi dimasa depan nanti,apalagi kalau di rumah diterapkan juga hal yang serupa

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s