Kontrak Belajar di Kelas Baru

Kontrak Belajar di awal pertemuan selalu dirasa penting.

Setiap anak akan berdiskusi tentang apa yang boleh mereka kerjakan dan apa yang sebaiknya tidak  mereka lakukan selama pembelajaran berlangsung.

Dua kelompok akan dibentuk dan masing-masing kelompok ini akan memikirkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kelas. Setelah itu masing-masing akan mempresentasikan hasil diskusi mereka. Kelompok lainnya akan mendebat segala hal yang sekiranya tidak mereka setujui.

Pada akhirnya, semua aturan kelas tetap harus mendapat ijin dari saya sebagai gurunya.

Kata kuncinya adalah belajar aman, nyaman, asyik, santai, serius, aktif dan menyenangkan:)

 

Memasarkan Sekolah

Pernahkah masuk mall dan lihat booth sebuah sekolah ? Kok bisa ya, mengenalkan sekolah di mall ? Adakah yang berminat ?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering terlintas dalam benak saya. Namun, nyatanya hal tersebut dilakukan oleh banyak sekolah,tanpa harus memasang spanduk banyak-banyak, atau bahkan memaku pohon-pohon di pinggir jalan, bahkan memasangnya tanpa izin.

Menurut saya, cara-cara mencari siswa baru itu tergantung pada kelas sekolah itu sendiri. Ada sekolah yang merasa harus memasang spanduk banyak-banyak, ada yang memasang iklan  di radio, ada yang menempel pamflet di pinggir jalan, ada yang memasang booth di mall, ada yang ikut pameran pendidikan, dan sebagainya.

Ada spanduk yang isinya penuh : nama sekolah, alamat, no telepon, isi kurikulum, prestasi, gambar siswa, gambar guru-guru, gambar sekolahan.

Ada spanduk yang hanya menuliskan : Sekolah ABC membuka penerimaan peserta didik baru. Hubungi no ini : ….

Ada spanduk yang bertuliskan : Cari Tahu Sekolah Kami di Google!

Strategi pemasaran, termasuk pemasaran sekolah, terdiri dari 5 elemen yang menurut Corey  saling berkaitan. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

  1. Pemilihan pasar. Betapa kita harus tahu pasar mana yang dijadikan target.
  2. Perencanaan produk, karena dalam hal ini kita akan mempromosikan sekolah, maka produk “sekolah” itu sendiri harus dikemas menjadi produk yang layak jual.
  3. Penetapan harga, yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan kualitas sekolah yang akan dipromosikan. Sekolah dengan biaya mahal adalah sekolah yang secara kualitas pastilah berbeda dengan sekolah “murah”.
  4. Sistem distribusi, yaitu saluran promosi yang akan digunakan.
  5. Promosi itu sendiri, yaitu jenis pemasaran yang akan digunakan. Hal ini tergantung juga pada pangsa pasar yang akan dituju.

Menurut Corey, strategi pemasaran ini saling berkaitan. Jadi, ketika kita memilih segmen tertentu, maka perencanaan produk, penetapan harga, sistem distribusi, dan cara promosi itu sendiri harus disesuaikan biar cocok dan tidak buang-buang sumber daya.

bacaan : Strategi pemasaran, Fandy Tjiptono, Penerbit Andi Yogyakarta

PBM Pembangunan Ekonomi

Hari ini kelas XI Ekonomi 1 belajar Ekonomi dengan materi Pembangunan Ekonomi. Pertemuan pertama, siswa belajar dengan metode class tour. Langkah pertama, mereka diberikan tayangan video tentang kekayaan alam Indonesia untuk memberikan wawasan pada siswa bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Setelah tayangan selesai, siswa diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya. Farrel mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak hal, namun kenapa masyarakatnya masih membeli dari luar negeri? Seharusnya masyarakat menghargai produk buatan dalam negeri. Menurut Rayhan Aryo, seharusnya semua kecantikan alam Indonesia diekspos agar bisa memberikan pendapatan dari sektor wirausaha. Cikao berpendapat bahwa orang Indonesia pintar-pintar dan mampu menghasilkan karya sendiri, namun sayang di dalam negeri kurang dihargai, sehingga akhirnya mereka membawa karyanya ke luar negeri.

Semua pendapat siswa dirangkum dan dikaitkan dengan pembangunan ekonomi yang dilaksanakan di Indonesia.

Saya lalu membagikan beberapa buku dari penerbit yang berbeda dan dibagikan ke setiap kelompok. Empat buah plift chart sudah dipasang di papan tulis dan diberikan judul, masing-masing adalah : pengertian pembangunan ekonomi, perencanaan pembangunan ekonomi, indikator keberhasilan pembangunan ekonomi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi.
Tugas setiap kelompok adalah berkeliling ke setiap flipt chart dan menuliskan jawabannya yang diperoleh dari buku-buku yang mereka baca.

Setelah mereka selesai menuliskan apa yang mereka temukan dari buku-buku yang mereka baca, saya memberikan beberapa tayangan gambar yang saya ambil dari internet. Ada gambar pembangunan gedung, jalan raya, gambar hutan, gambar banjir, perumahan kumuh di bantaran kali, dan gambar anak sekolah yang melintas jembatan yang hampir putus. Pada setiap gambar, saya akan bertanya tentang apa yang terlintas dalam pikiran mereka, dihubungkan dengan pembangunan ekonomi. Saya merasa ini penting, agar anak-anak bisa melakukan asosiasi dengan benar dan pada akhirnya bisa menjelaskan apa yang mereka baca dengan pengetahuan lain yang mereka dapatkan dari sumber yang lain.

Setelah itu, siswa akan memaparkan kesimpulan dari setiap pernyataan yang tertulis di flipt chart.

 

 

Gerakan Literasi lewat Majalah Kelas

Ini adalah majalah siswa dari kelas X Ekonomi. Jadi, di kelas X ada materi Manajemen, dan salah satu indikatornya adalah siswa memanajemeni kegiatan sekolah. Karena agak sulit mengondisikan manajemen kegiatan sekolah karena kegiatan sekolah sudah dilakukan oleh OSIS  dan mata pelajaran lain semisal Praktik Leadership, maka akhirnya saya memilih pembuatan majalah kelas. Termasuk salah satu alasannya adalah agar siswa biasa dengan kegiatan tulis menulis dan ingin menumbuhkan perasaan bangga dengan terbitnya karya mereka dari hasil usaha mereka sendiri. Menurut saya, ini merupakan bagian dari Gerakan Literasi Sekolah.

MAJALAH kelas ini dibuat oleh siswa, dari menulis, mengumpulkan tulisan, mengedit, membuat lay out, mencari percetakan, dan sebagainya, hingga majalah selesai.

Seru juga. Anak-anak jadi merasakan bagaimana membuat majalah sejak perencanaan, organizing, actuating, dan controlling. Termasuk bersusah-susah membuat lay out dan mencari percetakan yang murah.

Isi majalahnya juga unik dan seru. Yang membuat penasaran adalah tulisan-tulisan fresh yang menayangkan hal baru dan berisikan informasi terkait sekolah. Semisal, “Al Muslim Horror Stories”. I think everybody in Al Muslim want to know the places where will make us feel bravest.

Buat pemula, karya yang mereka buat ini lumayan bagus. Namun masih perlu banyak perbaikan untuk karya berikutnya, di mana saya sudah merencanakan banyak hal untuk terbitan berikutnya di level berikutnya.

 

Terkenang Pak Nusa Putra …

Saya sedang jalan-jalan di Blognya Omjay, ketika teringat alm. Nusa Putra…

nusa putraBerita wafatnya Pak Nusa Putra saya terima ketika kami masih pulang kampung lebaran lalu. Agak kaget juga ya, karena tidak tahu awalnya beliau sakit atau tidak. Saya konfirmasi ke kakak saya yang dosen UNJ, dan memang beritanya benar.

Saya kenal Pak Nusa pada saat beberapa kali beliau mengisi seminar dan pelatihan, sementara saya ikut membantu sebagai panitia dan kadang jadi moderator, bersama Omjay. Kebetulan, Pak Nusa juga menyekolahkan putranya di SMP Al Muslim, dan lulus tahun kemarin.

Saya penyuka tulisan-tulisan beliau. Beberapa buku penelitian Pak Nusa ada di lemari buku saya. Sebagian menjadi referensi ketika saya membuat tesis tahun lalu, karena saya mengambil spesialisasi Penelitian Kualitatif yang banyak beliau tulis. Tulisan-tulisan ringannya begitu enak dibaca. Beberapa dipasang Omjay di blognya, semisal tulisan Lebih Baik Mati ini. Tulisan-tulisan Pak Nusa sarat dengan nasihat dan nilai-nilai kehidupan.

Semoga Allah melapangkan kuburnya…

Mengapa Buku Biografi ?

Jpeg

Buku-buku seru

Gak tahu ya, ini berawal dari pengalaman pribadi saya yang sangat menikmati banget banget banget, kisah hidup seseorang. Buat saya, cerita-cerita seperti itu bisa membangkitkan mood, bisa memberikan jawaban atas apa yang sebaiknya saya lakukan, bisa nambah referensi untuk melakukan banyak hal, bisa membangkitkan semangat, dan banyak sekali kisah-kisah orang lain yang kadang saya ingat sampai sekarang.

Biografi adalah sebuah alat penyambung pesan dan nasihat dari orang lain. Kisah susah bisalah menjadi pelajaran bagaimana orang lain lain mengatasinya, kisah sukses bisa menjadi panduan bagaimana meraihnya. Saya meminta anak-anak untuk membawa buku Biografi bukan tidak dengan tujuan, tapi ingin anak-anak mengambil kisah-kisah ini sebagai pelajaran hidup yang berharga. Susah, bahagia, seru, lucu.. itulah hidup.

Seperti sekarang, saya sedang ingin menghabiskan buku tentang Obama yang ditulis sendiri oleh Obama, Barack Obama dari Jakarta Menuju Gedung Putih. Barangkali kita lupa bahwa Obama adalah juga manusia biasa. Saya agak cekikikan sendiri ketika sedang semangat-semangatnya Obama dan sedang ngetop-ngetopnya dia dalam dunia politiknya, suatu ketika Obama ingin memberitahukan Michelle tentang pentingnya sebuah rancangan undang-undang, perdagangan senjata gelap, dan sebagainya, ketika perempuan cantik itu memotong pembicaraan mereka karena teringat sesuatu, lalu meminta Obama untuk membelikan jebakan semut karena banyak semut di rumah mereka. Obama menulis, “Saya menutup telepon, bertanya-tanya apakah Ted Kennedy atau John McCain membeli jebakan semut dalam perjalanan pulang dari tempat kerja”.

Haha.. lucu. Jadi ingat diri sendiri yang ketika jam 9 malam masih dengan seragam kerja masih nyuci baju, masih ngepel, masih nyetrika, atau masih motongin sayuran buat masak besok pagi. Kadang-kadang suami saya nyeletuk, “Guru-guru lain sedang apa ya sekarang ? apakah sama dengan gupres yang jam segini masih nyuci baju ?”, saya juga suka nyeletuk ringan, “Ada ya, ketua PSB kerjanya masak mulu ..”.

Jadi, sekarang ga usah khawatir dengan pandangan orang lain, bahwasanya Obama juga beli jebakan semut, bahwasanya gupres juga masih nyuci jam 9 malam, bahwasanya Ketua PSB juga sukanya masak, dan orang-orang sukses  juga ternyata punya kisah yang seru-seru lucu seperti itu.

Belum lagi kisah-kisah motivasi lainnya. Michelle dan Obama juga mengalami kisah susah dulu. Yang kerja masih honor, yang gaji masih bagi ke sana-sini untuk biaya macam-macam. Bahwa hidup orang-orang sukses tidak ujug-ujug jadi sukses, tapi memiliki proses yang justru dari proses itulah mereka  bertahan.

Begitulah, makanya Biografi itu seru…

15 Menit Membaca, Sukses !

 

Sepekan sudah siswa kelas 12 IPS melakukan kegiatan membaca di awal masuk kelas sebelum pembelajaran dimulai. Wah, mendebarkan. Awalnya saya khawatir bahwa kegiatan ini tidak diminati anak-anak kelas saya, nyatanya luarrrr biasssa. Anak-anak terlihat sangat menikmati kata demi kata yang mereka baca.

Jadi begini, ketika Program Literasi Sekolah mulai dicanangkan oleh kementrian, ubun-ubun saya serasa bergolak. Ya Tuhaan.. saya bahagia sekali, kesempatan besar mengajak anak-anak memiliki kebiasaan yang sama dengan saya, sekaligus memanjakan saya dengan memberikan waktu yang sama buat saya untuk membaca. Sehingga, saya benar-benar menikmati 15 menit membaca bersama mereka. Maklumlah, kadang waktu luang serasa mewah banget saking banyaknya tugas saya sebagai guru yang harus membuat administrasi di sela-sela waktu luang. Pengen sih nambah-nambahin waktu, hanya saja takut mengganggu program belajar setelahnya. Faktanya, walau waktunya habis, beberapa anak tetap tak mau beranjak dari halaman yang mereka baca.

Karena mereka kelas 12 yang mau lepas ke dunia “sebenarnya”, maka saya berikan mereka tugas untuk membawa buku yang sama, yaitu Biografi. Biografi siapa saja, orang mana saja.. bebas. Dan, hari Senin kemarin saya jadi pengen teriak ketika melihat buku anak-anak yang bagus-bagus. Waaaw. Ada buku Muhammad, Para Sahabat Nabi, Rudi Habibie, Chairul Tanjung, Douwes Dekker, Ahok, Dahlan Iskan, Sukarno, Hatta, Mochtar Riady, dan sebagainya. Ya ampun itu buku.. kece-kece banget, jadi pengen beli buku lagi. Udah lama ga beli buku.  Saya sendiri membawa buku Barack Obama yang belum sempat terselesaikan membacanya.

Berikutnya, mereka bisa tukar buku, syukur-syukur beli lagi dan lagi. Mudah-mudahan semangat membacanya tidak luntur, sehingga pengetahuan mereka bertambah. Motivasi mereka untuk maju meningkat, semangat mereka untuk sukses mulai menyala. Sesungguhnya, masa depan ada bagi mereka yang mau belajar.

Sukses ya, anak-anakku…:)