Selamat Datang

Enjoy your blog walking…

This slideshow requires JavaScript.

Malam ini, Menegangkan !

 

Malam Qiyamullail di sekolah mendadak sangat menakutkan. Saya tak tega melihat wajah-wajah lugu kelas x yang baru tiba di gedung baru ini menatap ragu pada bangunan megah di hadapannya. Bagaimana tidak, malam semakin larut, dan mata-mata lelah mulai bersiap-siap untuk tidur ketika tiba-tiba orang-orang di bawah, di lapangan berteriak-teriak,” Turuuun…Turuuun.. Kebakaran.. Kebakaraaaan!!”.

Malam ini, saya menjadi SC di acara malam Qiyamullail, sementara Danang, siswa kelas 12 menjadi ketua OC-nya. Saya hampir memutuskan untuk tidak hadir di acara ini karena flu berat belum jua sembuh. Surat istirahat dari dokter tak tega saya berikan ke Kepsek. Bagaimana dengan Danang dan anak-anak panitia lainnya kalau saya tidak hadir ? Bagaimana teman-teman guru yang lain yang merelakan waktunya untuk keluarga di rumah demi kelancaran acara ini ? Terus saya ? Biarlah.. pikir saya,  orang sakit pasti sembuh, saya berharap saja begitu.

Kepala saya mumet, selain memang pusing berat akibat flu dan batuk yang melanda, saya juga punya tugas dari kampus, mengisi tugas anareg sebanyak 4 buah yang harus dikumpulkan Senin esok. Sementara hari ini Jumat dan soal baru saja saya terima. Ketika anak-anak mengikuti acara motivasi di lantai dua, saya menyepi ke perpustakaan untuk melihat dan menyelami soal-soal yang kata teman-teman kuliah sih : susah. Saya menghabiskan waktu 15 menit untuk memperhatikan soal-soal itu dan langsung melambaikan bendera putih. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam dan saya ngantuk berat. Untuk mengusir kantuk, saya mengerjakan beberapa pekerjaan untuk akreditasi, lalu kembali ke kantor. Di sana ternyata banyak alumni, saya mengobrol sebentar sambil membuka laptop dan membuat laporan pertanggungjawaban. Pada saat itu Bu Reni masuk, “Mohon jam 10.30 anak-anak disisir masuk untuk tidur ya”. ooh… baiklah. Laptop saya tutup. Masih ada waktu sedikit, saya ingin ke toilet untuk membersihkan diri dan sikat gigi. Pasta gigi sudah saya siapkan ketika ada Dhika, Naufal. Kiruk dan banyak alumni dari berbagai angkatan yang juga datang di malam-malam begini. Akhirnya, ngobrol juga deh di depan kantor dengan Dhika dan Naufal yang semakin tinggi badannya.

Kantor guru terletak beberapa meter dari toilet putri. Mungkin 10 meter. Kamilah orang-orang yang paling dekat dengan toilet. Di depan toilet iniah terdapat gardu listrik SMA. Sikring mungkin ya. Kalau memikirkan lelah malam ini, ingin rasanya saya segera ke toilet dan sikat gigi lalu ketika anak-anak tidur sayapun tidur. Namun, rasa kangen karena lama tak jumpa dengan alumni ini yang membuat saya dan mereka bercerita banyak hal. Tiba-tiba kami kaget luar biasa. Ada ledakan-ledakan kecil besar dari sikring di depan toilet. Mirip petasan, namun lebih mengerikan karena api mulai menjilat keluar dari penutupnya. Siswa yang melihat kejadian tersebut menjerit ketakutan dan berteriak-teriak “kebakaraaannn !!” . Saya merasa lemas kaki. Untuk urusan listrik, saya ngeri dah.

Beberapa guru laki-laki berhamburan menuju ledakan dan api yang mulai membesar. Saya mengalihkan perhatian pada anak-anak saja. Bagaimanapun, anak-anak di lantai 1, 2, 3, dan 4 harus dievakuasi. Dengan agak lama, mereka datang juga ke lapangan. Listrik mulai padam setelah Pak Rio menurunkan tuas diantara ledakan-ledakan itu. Heroik ya. Tapi api masih tinggi menjilati tembok. Akhirnya beberapa orang menyiramkan air untuk memadamkannya. Wuihh…

Btw, “kenapa kalian tidak mau langsung turun sih?”, Kirain boongan, Buu. Kirain dikerjain sama guru-guru dengan memadamkan lampu. Kirain gempa.. dan kirain-kirain lainnya. Ahh.. anak-anak. Masih untung tidak ada yang loncat karena panik dari lantai 2 dan 3. Masih untung juga tidak ada satupun anak putri yang berada di toilet. Alhamdulillah.

Walhasil, malam indah tidur di ruang berAC gedung baru berubah tiba-tiba. Anak-anak terpaksa tidur di  gedung yang sama dengan gelap-gelapan dan nyamuk-nyamuk menemani. Bahkan, di emperan gedung sekolah unit lain. Malam ini begitu menegangkan. Fuihhh…

keesokan paginya...

keesokan paginya…

 

 

By Siti Mugi Rahayu Posted in Di Kelas

Teladan dari Guru Telatan

 

Kemarin menjelek-jelekkan capres lain saingan capres idola, hari ini ngomong tentang bagaimana guru harus menjadi teladan. Gubrak ! Hidup ini saling bersambungan satu dengan lainnya, brow. Jadi, apa yang kau lakukan ketika menjelek-jelekkan orang lain itu tidak menampakkan keteladanan sama sekali.  Telaaat ;)

 

Siapa Presidennya ? Tunggu KPU aja yaa…

 

Gonjang-ganjing dua kubu capres yang saling mengklaim kemenangannya membuat banyak orang bingung. Yang bener quick count yang mana sih ?

Jangan lihat tipi dulu deh, kalo ga sanggup mellihat kenyataan capres yang didukungnya dapat persentase yang rendah dibandingkan capres yang lain. Atau mau cuek aja ? Lebih baik begitu, santai aja. Pengumuman presiden masih lama. Biarkan KPU bekerja dan tetaplah mengawal perhitungan suara itu dengan seksama. Jangan biarkan si curang-curang mengambil kesempatan untuk bermain-main dengan hasil pemilu. Usunglah pemilu jujur, aman, dan damai.

Kalau ingat pelajaran statistik, populasinya ya seluruh warga negara Indonesia yang ikut pemilu, yaitu 188.268.423 (data saya kutip dari Kompas). Nah, dalam quick count, yang diambil adalah sampel. Pengambilan sampel juga memiliki beberapa cara dan metode. Sehingga, jadilah ada lembaga survey yang mengambil sampel 2000 TPS atau kurang atau lebih. Jumlah TPS di seluruh Indonesia itu sebanyak 478.685  dari 33 KPU Provinsi (Kompas, 10 Juli 2014). Jadi, sisanya yang tidak dijadikan sampel itu masih sangat banyak.  Dan, setiap lembaga survey sepertinya memiliki cara dan metode yang berbeda, terbukti dari bedanya hasil survey mereka. Kalau ga yakin, ga usah ikut ribut. Buatlah survey sendiri !

Jika kita melaksanakan pemilu pada hari Rabu, 9 Juli 2014, maka penghitungan suara bermula ketika pemilu hari itu usai. Selanjutnya, dilakukan rekapitulasi perolehan suara secara berjenjang dimulai dari tingkat desa yang dilakukan oleh PPS selama tiga hari. Berarti Kamis, Jumat, dan Sabtu 12 Juli . Sekarang saja masih Jumat, berarti esok baru selesai tugas PPS di desa. Dilanjutkan dengan rekapitulasi di tingkat kecamatan oleh PPK (panitia Pemilihan Kecamatan) hingga 15 Juli 2014. Berlanjut ke kabupaten / kota hingga 17 Juli, lalu ke provinsi hingga 19 Juli. Tahapan terakhir di tingkat nasional oleh KPU selama tiga hari dari tanggal 20 hingga 22 Juli 2014. Jadiii…. mengumumkan sekarang sudah menang atau kalau itu  menurut saya prematur banget. Membuat masyarakat was was. Coba deh lihat sosmed, saling ejek antar pendukung. Yang menakutkan adalah ketika real qount memberikan hasil yang tidak sama dengan quick count. Mana si presiden sudah ngaku menang lagi… apa pendukungnya mau nrimo ?

Harusnya setiap penayangan QC, lihat dulu sama pemirsa, versi siapa itu ? 100 % versi mereka ya 100%  dengan sampel yang mereka ambil. KPU sendiri tidak melakukan QC tapi RC yang hasilnya nanti bisa kita lihat pada tanggal 22 Juli 2014. 100%nya lembaga survey dan 100%nya KPU jelas berbeda. So… mau nunggu KPU dengan damai atau tetap yakin dengan QC ? Monggoooo….

 

 

By Siti Mugi Rahayu Posted in Popular

Mendampingi Para Gamer Sejati

 

Tiba-tiba ada kabar dari seorang alumni 6 tahun yang lalu, karena kangen.. saya buka-buka deh wall fb-nya. Ingin tahu apa sih kegiatannya sekarang ? Kuliahnya sudah selesai belum atau kerja di mana sih ? Begitulah cara seorang guru melacak mantan muridnya. Nah, ternyata si dia tidak terlalu banyak menyimpan kabar di fb, mungkin di sosmed yang lain. Dari catatan dia, ada kata-kata yang cukup sering diperbincangkannya bersama teman-temannya : Dota. Apaan sih ?

Saya penasaran, apa sih Dota itu ? Ternyata, setelah buka gugle, oalah.. Dota itu adalah game. Game cowok banget. Perang-perangan antara ilustrasi satu dan seterusnya. Rupanya, dia ini pecinta Dota. Sejak kapan dia keranjingan Dota ?

Alumni yang lain, suatu ketika saya kirimi message khusus, karena di jam kerja selalu mengajak saya bermain game online bersama. Saya sih tidak pernah tertarik karena takut ketagihan. Jadi, setiap permintaan game dari siapapun, pasti saya cuekin.  “Kamu masih kuliah atau sudah kerja neng? Kok ngajak saya game online mulu?”, ” Kerja bu, biasa… boss lagi ga ada”. Hmmm…. keranjingan.

Di SMA, keranjingan game bukan hal yang aneh. Online ataupun offline. Kalau KBM sudah berakhir, mereke rela pulang lebih sore untuk main game terlebih dahulu. Para ortu juga banyak yang mengeluhkan kebiasaan anak-anaknya main game hingga larut malam. Dalam banyak kasus, sering terdengar anak-anak ini tidak pulang, mereka tidur di warnet. Kalau ingat sekolah, mereka berangkat dari warnet. Kalau tidak ingat, ya bablas ga sekolah. Kalau kita melongok warnet sejenak, isinya banyak anak dari sekolah lain juga. Artinya, sepanjang hidupnya, warnet dan game itu fenomenal. Merenggut waktu belajar, waktu istirahat, dan kebersamaan dengan keluarga. Walaupun sekarang banyak gadget, warnet tetap di hati.

Nah loh. Itulah keranjingan game. Game memang memberikan efek ketagihan yang amat dalam. Ketika tidak sedang di depan komputerpun, seorang gamer sejati akan membayangkan bagaimana caranya memberangus musuh. Jari-jari akan bergerak ke kanan ke kiri dengan sendirinya. Tatapan mata kosong, dan kurang respon dengan keadaan sekitar.

Jadi, ketagihan game itu tidak ada baiknya. Makanya, orang tua dan sekolah harus kompak dengan persepsi yang sama bagaimana menyelamatkan anak-anak dari bahaya ketagihan game. Saran saya, pengawasan itu nomor satu. Orang tua harus selalu tahu di mana si anak berada. Beberapa orang tua saya sarankan untuk tahu di warnet mana saja mereka sering mampir dan jemputlah di waktu-waktu tertentu. Lalu, beri batasan waktu ketika mereka main game. Jangan terlalu lama. Lebih baik sih tidak main sama sekali. Maksud saya, jangan biarkan main game ini menjadi rutinitas mereka. Di sekolah, jangan biarkan siswa main game pada saat jam KBM. Ini akan jadi kebiasaan mereka. Harus agak sadis, kalau ketahuan, sita saja laptopnya. Lalu, batasi waktu mereka di sekolah selepas KBM.

Yuk, perhatikan anak-anak dan game-nya :)

 

 

Ke Pasar Tradisional

 

Liburan, saya mengajak Hanif dan Alisha ke pasar tradisional. Walhasil, mereka dapat ilmu baru tentang belut. “Licin ya, Bu”, kata Hanif. Semula anak-anak mengira yang ada di hadapannya ini ular.

2014-05-15 06.30.47

2014-05-15 06.30.53

2014-05-15 06.31.18

2014-05-15 06.31.10

Di ujung pasar, ternyata ada kue rangi. Sudah lama rasanya tidak bertemu kue yang terbuat dari kelapa parut dan ketan yang dibakar ini.

2014-05-15 07.04.07

Demam Piala Dunia

 

paul

Google hari ini lucu, si alm. Paul ya ? Dia bingung mau memprediksi siapa pemenangnya.

Yah, setidaknya nonton bola masih lebih asik dibanding dengan kampanye-kampanye capres yang menyebalkan.

Duet Maut MC di Semnas

 

semnas 1

Terus terang, saya senang ketika ada yang bilang ngemci kemarin “duet maut” dengan Pak Rosa. Artinya tentu saja berjalan dengan baik, atau minimal tampak baik. Padahal, waduh, berdiri di depan audiens peserta Seminar Nasional itu sesuatu banget. Para profesor dan undangan terlihat tak berkedip memandang, jadi grogi. Untungnya, berdua dengan Pak Rosa, ngemci jadi lebih santai.

Ketika Ibu Tak Ada…

 

a

Sedihnya, Sabtu ini Alisha mau tampil menari di Perpisahan TK B. Tari Semut, yang hampir tiap hari di pekan ini dilatih sama Bu Ari, guru narinya. Hanif juga di hari yang sama mau Perpisahan TK B-nya. Pada akhirussanah ini, Hanif mau nyanyi. Lagunya yang sering dia dendangkan diam-diam di rumah, di mobil, di mana saja…. Lagu Bunda, Lagu Terima Kasihku… Ah, momen yang sangat saya tunggu-tunggu.

Pada hari yang sama, Sabtu, 14 Juni 2014, saya harus jadi MC di acara Seminar Nasional di kampus. Jumat sehari sebelumnya, saya harus di sekolah plus nginep karena ada acara Qiyamullail. Sabtunya saya harus ke kampus. Walhasil, tak bertemu semalam dan tak bisa menemani di hari penting mereka. Repot banget ya, padahal saya cuma seorang guru… atau karena saya seorang guru  (plus lagi jadi mahasiswa)?

Untungnyanya, Bapaknya adalah bapak siaga yang rela menggantikan peran saya di saat ibu repot begini. Alhamdulillah juga kakak-kakaknya mau berbagi peran. Bapak menemani Hanif di sekolahnya, Kakak menemani Alisha tampil. Saya ke kampus.

The best team that I have. Terima kasih semua. Tanpa Bapak, Aa, Ndun, Hanif, Alisha… ibu ga tau akan jadi apa. Doa terhebat buat kalian yang sangat hebat yang Ibu punya. Semoga Allah menyayangi  kalian dan memudahkan urusan kalian. Love you fulllllllllll :)

Guru dan Capres

 

Status sampah. Itulah yang menyebalkan dari sosial media sekarang ini. Masa-masa kampanye yang dilakukan para simpatisan capres dan cawapres jadi sangat mengganggu. Ada yang kampanye negatif, ada juga yang kampanye hitam. Satu simpatisan dengan simpatisan lain saling menyerang, membela masing-masing jagoannya.

Yang saya juga kurang suka adalah para guru di beberapa kelompok sosmed juga ikutan panas-panasan. Tidak mendidik sama sekali. Yang dibahas adalah kekurangan dan kejelekan para kandidat lawan. Tidak pantas karena status kita dibaca orang lain, ada siswa, ada orang tua, ada keluarga, ada rekan kerja, dan sebagainya. Dari mereka itu barangkali ada yang tidak satu faham dengan si penulis status, akhirnya jadi berdebat kusir ga jelas. Yang dibela juga ga tahu loh kita bela mati-matian. Seharusnya proporsional saja. Jadi guru itu “agak” susah memang, tapi tetap harus bisa menjaga diri untuk tidak kebablasan.

Siapapun presidennya, nanti dia itulah yang harus kita taati sebagai pemimpin. Salah satu dari mereka pasti jadi presiden. Tenang saja, dan kita tetap jadi guru. Kita harus cari makan sendiri. Semoga saja presiden nanti akan membawa Indonesia menjadi negeri yang aman, tentram, damai, makmur, sejahtera, adil, pintar, melek internet, berpendidikan.. trus apa lagi ? silahkan tambahkan sendiri doanya ya…

 

 

 

Diresmikan: Miskah, Gedung Baru SMA Al Muslim

 

SMA Al Muslim pindah gedung. Nah, gedung baru yang dipakai ini adalah gedung yang dibangun di lokasi bekas kantin lama eks kantin SMP jaman dulu kala. Gedung berlantai 4 ini akan mulai digunakan sepekan sebelum ujian akhir semester genap tp 2013/2014. Beberapa waktu lalu juga dipakai oleh kelas XII ketika Ujian Nasional.

Gedung ini diberi nama Miskah, yang sesuai dengan namanya, diharapkan tetap memberikan sinar. Diresmikan dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Pembina Yayasan Al Muslim, Bapak Muslimim Nasution.

Semoga sukses ya dengan gedung barunya yang aduhai :)

 

IMG_6223

IMG_6280

IMG_6289

IMG_6294

IMG_6299