Selamat Datang

Enjoy your blog walking…

This slideshow requires JavaScript.

Rindu Hujan

2014-01-08 08.51.44

2014-01-08 08.51.57

Rindu romantisnya suasana sehabis hujan. Dinginnya segar. Tanaman juga berseri damai.
#Efek air mulai sulit didapat.

Kapan hujan ?

Konsisten itu Keren !

 

Sore hari Pak Kepsek bilang, “Soal Ujian jangan banyak yang mudah”. Padahal dulu bilangnya, “Buat soal jangan terlalu sulit, biar nilai anak-anak tidak jatuh”. Wualah…. mana yang bener sih cuy ? Soal udeh jadi nich ):

Semua Perjuangan Pasti Berbuah Manis

teacher-note-difference

Tahun pelajaran ini saya dapat jadwal mengajar 31 jam. Itu banyak, cuy! Hanya beberapa jam sehari yang bisa dipakai untuk melakukan banyak hal. Merevisi RPP, membuat soal, analisis ulangan harian, mengoreksi pekerjaan siswa, dan sebagainya. Kuliah pula. Bayangkan kalau jadwalnya tetap hari Kamis, Jumat, Sabtu.

Saya tidak sedang mengeluh, tapi rada sedih aja karena belum sempat baca banyak buku yang baru dibeli dan banyak kata yang belum sempat tertuang dalam tulisan. Blog mungkin akan sedikit terlupakan. PTK dan Lesson Study disimpan dulu. Buku impian juga ikut tertunda. Semester ini mungkin harus membuat proposal dan dilanjutkan dengan tesis. Ayoo tetap semangat meraih mimpi. Mungkin harus satu-satu. Walaupun lelah… perjuangan harus terus berlanjut, karena insya Allah buahnya pasti manis :)

gambar dari http://dearteacherloveteacher.com/2014/09/16/what-you-are-today/

Jadwal Ribet

jadwal kuliah

Dapet jadwal kuliah hari efektif itu sesuatu banget. Lelah letih.. padahal belum mulai. Bingung minta ijinnya, Tuhaaan #agakteriak. Setiap hari bisa nyampe rumah jam 10 malem nich. Besoknya ngajar lagih. Capek deh. Belum lagi proposal lagi indah-indahnya harus dibuat.

Mudah-mudahan ada jalan keluar :)

Bapak Menggagalkan Surprise

Selalu saja ada cerita yang membuat saya tertawa geli. Hari ini saya ulang tahun. Sampai mau berangkat sekolah, Zaidan si sulung belum juga say something gitu mengucapkan selamat ultah. Bapaknyalah yang komen… kalau saya sih santai saja, pasti dia sedang menyiapkan sesuatu, begitu pikir saya.

“Aa, kok kamu belum mengucapkan selamat ultah sih ke ibu ?”, dengan suara yang tidak berbisik-bisik si Bapak bertanya lantang. Iihh, si Bapak, saya langsung menatapnya hendak protes. Tahu-tahu, anaknya yang langsung menjawab dengan agak esmosi. “Bapak gimana sih, kenapa harus nanya gitu ke aku ? Aku kan mau ngasih surprise sama Ibu”. Hahaha… saya tertawa segeli-gelinya. Begini nih, kalau Bapak sama anak tidak kompromi dulu kalau mau ngasih surprise. Gagal deh surprisenya.

Secara, memang anak-anak kadang memiliki kreatifitas dan rencana yang tidak terbayangkan oleh orang tuanya. Saya melihat itu dari obrolan-obrolan anak- anak di rumah dan di sekolah. Kadang, sebuah kesalahan menurut orang dewasa, ternyata itu bukan kesalahan, melainkan sebuah rencana dan kreatifitas mereka saja. .

By Siti Mugi Rahayu Posted in Popular

Seru-seruan Lomba Masak

Agustusan tahun ini, anak-anak OSIS menyelenggarakan lomba-lomba yang seru. Salah satunya lomba masak dengan bahan baku mie. Walhasil, ada yang membuat mie goreng, bola-bola mie, dan sebagainya. Pokoknya mie.

Peraturan lomba yang dirilis panitia salah satunya adalah tidak bolehnya Pembimbing Akademik ikuta-ikutan masak atau membantu barang sedikitpun. Yang terjadi adalah, dari jarak minimal 3 meter si ibu-ibu walikelas ini berteriak memberikan instruksi kepada perwakilan kelas yang hanya 3 orang tersebut. Suasana lomba jadi seru dimeriahkan oleh berbagai kekhawatiran bapak ibu guru.

2014-08-18 09.46.49

2014-08-18 09.33.57

2014-08-18 09.46.49

2014-08-18 10.03.59

2014-08-18 11.03.36

2014-08-18 10.19.40

Sesuatu itu.. 40 !

hbd

Happy birthday to me.
40 tahun itu sesuatu banget. Semoga masih banyak umur untuk menemani suami dan anak-anak. Menemani mereka tumbuh mengejar cita-cita mulia mereka.

ultah

Memperbaiki diri untuk terus berbekal, harus juga dipikirkan. Melunasi harapan-harapan yang belum tercapai juga: sekolah, buku, dan tambah keren.

Satu lagi yang saya impikan: tetap jadi a Great Teacher.

ultah 1

By Siti Mugi Rahayu Posted in Popular

Giant Mendadak Ditutup

Giant Dramaga, sebelum ditutup Wali Kota Bogor

Giant Dramaga, sebelum ditutup Wali Kota Bogor

Bogor adalah kota macet, setidaknya begitulah keadaannya sekarang. Jika berhasil terbebas dari keruwetan lalu lintas Jakarta dan Bekasi, pas sampai Bogor jadi illfill abis karena justru macetnya di lokasi dekat rumah dan total. Waktu yang biasa lancar hanya memerlukan 10 menit bisa membengkak jadi 2 jam. Bete ga siih ?

Nah, Sabtu kemarin kami menengok ibu, seperti biasa macet melanda di belakang Bubulak menuju Dramaga. Terutama di pertigaannya. Taernyata itu hari kedua dibukanya Giant Ekstra Dramaga yang baru. Hmm.. macet jadi tambah macet cuy. Maklumlah, banyak orang menghentikan kendaraannya di depan mall besar itu. Orang belanja, lewat, nyebrang, dan sebagainya.

Minggu siang, masih macet dong. Apalagi minggu pertama di awal bulan. Maceet sekali. Rupanya, Giant juga menyumbang bibit-bibit kemacetan baru. Pengen protes deh jadinya.

Minggu sore, baca-baca berita di android, ternyata Bima Arya berhasil menutup Giant Dramaga tersebut. Widih ?? kaget dong. Kok bisa ? baru dibuka ? Alasannya belum ada ijin… Yahhh… kalau udah dapat ijin, beroperasi lagi ya ? hmmm.. masih macet dong. Belum  lagi di ruas jalan yang sama menuju IPB juga katanya sedang dibangun mall lain yang juga besar. Macet bakalan tiada habisnya ya Bogor…

By Siti Mugi Rahayu Posted in Popular

Dijajah Akreditasi

Awal September ini sekolah kami akan menjalani proses akreditasi. Persiapan bak bik bek menjadi menu utama dalam menghadapi hajatan besar sekolah ini. Maklumlah, nilai akreditasi menjadi modal untuk berbagai kepentingan, terutama pintu gerbang masuknya calon mahasiswa baru pada PMDK-PMDK di PTN di negeri ini.

Diambil dari Komite Akreditasi Nasional, dituliskan bahwa definisi resmi dari ISO untuk akreditasi adalah “pengesahan pihak ketiga terkait dengan menunjukan kompetensi Lembaga penilaian kesesuaian untuk melaksanakan tugas-tugas penilaian kesesuaian tertentu. “(ISO / IEC 17000:2004).

Visitasi sendiri dilakukan oleh Asesor yang memiliki persyaratan dan kewenangan tertentu. Visitasi ini untuk mengecek data dan kelengkapan administrasi yang disiapkan sekolah sesuai dengan data isian dari instrumen yang diisi sendiri oleh sekolah. Hasilnya adalah, sejauh mana data yang diisi bisa dibuktikan didepan para asesor.

Untuk menunjukkan bahwa bukti dapat disiapkan oleh guru dan kepala sekolah, maka beberapa pekan sebelum proses akreditasi inilah guru menjadi sangat repot mempersiapkannya. Mempersiapkan bukti-bukti 8 standar pendidikan memang akan menyita banyak waktu. Bahkan, bisa-bisa pembelajaran siswa di kelas terbengkalai karena gurunya sibuk mempersiapkan hajatan ini.

LALU, bisa tidak akreditasi tidak “menjajah” seperti ini ? Bisa sekali. Caranya, persiapan tidak boleh kurang dari bertahun-tahun. Artinya, setiap tahun pelajaran, guru dan manajemen sekolah harus sudah mempersiapkan bukti-bukti ini dalam proses yang sesungguhnya. Contoh, ternyata membuat RPP saja tidak cukup. Namun, berdasarkan beberapa standar yang diperlukan buktinya, RPP harus juga memuat tugas terstruktur dan mandiri tidak terstruktur. RPP ini juga didukung oleh silabus yang “nyambung” juga dengan tugas terstruktur dan mandiri hasil pekerjaan siswa. Tidak boleh lupa, rubrik penilaian yang dilakukan guru pada sesi pembelajaran dan tugas mandiri dan terstrukturnya ini juga dipersiapkan. Belum lagi, semua kegiatan ini harus tertulis dalam Agenda Harian Guru. Artinya, mempersiapkan akreditasi harus benar-benar nyata dilakukan dalam PBM sehari-hari. Kalau tidak begini, guru akan terpaksa menyediakan semua bukti dengan cara simsalabim dan menyediakan bukti yang bisa jadi “tidak nyambung” satu perangkat dengan perangkat yang lainnya.

Guru dan manajemen sekolah harus berbagi tugas dan mengetahui tanggung jawabnya masing-masing. Setiap kegiatan harus memiliki perencanaan yang jelas, pelaksanaan yang benar, dan evaluasi yang tepat. Dokumentasi tersimpan baik dari waktu ke waktu. Sangat jelas bagaimana peran manajemen sekolah sangat penting dalam hal “mengatur” segala persiapan akreditasi jauh-jauh waktu agar akreditasi menjadi sebuah hajatan biasa saja dan tidak menjajah guru.